Cara Agar Video Ditonton 10x Lipat: Tips Jitu Bagi YouTuber

Saat ini, ratusan konten baru diupload ke YouTube setiap menitnya. Artinya, anda yang terjun di dunia YouTube harus siap dengan persaingan yang ketat. Diperlukan keahlian dan strategi untuk membuat clip atau video anda menonjol di tengah lautan video dari seluruh dunia. Kuncinya adalah memposisikan konten anda sedemikian rupa, sehingga terlihat dan bisa menjangkau audiens anda. Nah, bagaimana cara agar video ditonton 10x lipat dalam waktu singkat?

Meskipun banyak yang beranggapan berkata lebih mudah daripada mengerjakannya, kenyatannya banyak juga yang berhasil. Di dunia YouTube, anda harus siap ‘berperang’ dengan para pembuat kericuhan yang lebih cenderung mengalihkan perhatian anda dibanding membuat konten-konten produktif dan bermanfaat. Hal ini diakui para pakar pembuat video maupun ahli strategi konten.

cara agar video ditonton 10x lipat

Cara Agar Video Ditonton 10x Lipat Dalam Waktu 190 Hari

Dalam dunia YouTube, tidak mustahil jika seorang pemula bisa mendominasi pada kategori konten yang dipilih, asalkan memiliki strategi yang jitu.  Cara agar video ditonton 10x lipat dalam waktu 90 hari mesti difokuskan pada upaya mendapatkan visibilitas, dampak, maupun keuntungan melalui video. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat anda terapkan:

Buat Judul yang Ringan

Judul video yang ringan maksudnya adalah judul yang mudah ditemukan di channel YouTube. Tidak sedikit para kreator video membuat kekeliruan selama proses membuat video: mencari ide, merekam video, upliad, dan mempostingnya di hari yang sama setiap minggu. Memang, konsistensi adalah salah satu alat ukur terpenting di YouTube untuk memastikan bahwa video tersebut bisa diakses lebih banyak pengunjung. Namun, jika anda tidak memperhatikan apa yang sedang dicari oleh audiens sasaran anda, maka mereka tidak akan menemukan konten anda.

Baca Juga:   Ide Aplikasi Baru: Cara Efektfi Menentukan Segmen Konsumen

Jadi, bahkan sebelum anda menghidupkan kamera, cobalah mengetik kata kunci yang terkait dengan niche anda, misalnya, “bagaimana cara menggunakan Instagram…” atau “tips bisnis untuk….” di kolom pencarian Google atau YouTube. Dengan cara ini, anda bisa menemukan pertanyaan apa yang kerap ditanya oleh pengguna internet tentang industri yang anda pilih, termasuk kata atau frase yang sering mereka pakai untuk mengetik di mesin pencari.

Jika anda menggunakan Google atau tool seperti TubeBuddy, anda juga bisa mendapatkan ide-ide bagus. Anda bisa mengoptimalkan nilai dari judul video bagi mesin pencari, karena anda bisa menjawab kebutuhan audiens melalui konten yang anda tawarkan.

Atur Kembali Calls to Action

Cara agar video ditonton 10x lipat berikutnya adalah mengatur kembali Calls to Action anda.  Di antara kesalahan yang kerap dilakukan kreator video adalah membuat intro yang terlalu panjang, sehingga membuat penonton bosan. Akibatnya, pengguna akan meng-klik bagian tengah video untuk mendapatkan jawaban atas apa yang mereka cari, dan kemudian langsung keluar tanpa melihat hal lain terkait bisnis anda. Akibatnya, lamanya waktu tonton secara keseluruhan menjadi berkurang.

Jadi, ‘jerat’ lah penonton sejak dari baris pertana. Cobalah menarik perhatian mereka dengan memberikan penjelasan singkat tentang judul video. Kemudian, mintalah pengguna untuk meng-klik link pada deskripsi di bawahnya untuk mengetahui lebih lanjut tentang website anda, atau untuk men-download materi gratis yang disediakan. Ini adalah salah satu cara agar penonton bertahan di  channel anda.

Begitu body video anda lengkap, sampaikan kepada pengunjung ke mana mereka berikutnya, misalnya, melihat playlist video di channel anda, meng-klik link ke blog spot  terkait, atau klik like pada e-book gratis yang anda tawarkan. Pastikan untuk memasukkan link sumber-sumber terkait di bagian deskripsi masing-masing video.

Baca Juga:   Trend Dunia FinTech Yang Perlu Diperhatikan di Tahun 2020
Atur Kembali Konten Anda ke Platform Yang Berbeda-Beda

Mengapa harus bertahan di satu platform saja jika anda bisa memperluas jangkauan dengan mendistribusikannya ke banyak media sosial? Ini adalah pertanyaan penting jika anda ingin melipatgandakan jumlah pengunjung dan waktu tonton di channel YouTube anda. Dengan menayangkan video anda di beberapa channel yang berbeda, seperti YouTube, Instagram, Facebooj, Instagram Stories, LinkedIn, IGTV, atau Pinterest, anda bisa bertemy audiens di manapun mereka berada.

Pada dasarnya, anda bisa memposisikan konten tersebut untuk mencapai tujuan anda, laksana satu pasukan tenaga marketing yang siap mempromosikan pesan-pesan anda dan membawa traffik ke perusahaan anda 24/7, bahkan termasuk di luar hari kerja. Misalnya, anda bisa upload mini-video berdurasi 39-60 detik ke YouTube, durasi 15 detik ke Insta Stories, dan snippet yang lebih kecil bisa disebarkan ke beberapa platform lain untuk menarik traffik ke channel YouTube anda.

Apakah itu saja cukup? Anda juga bisa mengedit transkripsi video ke blog spot, newsletter, atau artikel LinkedIn. Kemudian, soroti beberapa bagian paling menarik dan buat semacam gambar yang disertai kutipan, artikel text, atau tweet, dan terakhir posting ke platform yang sesuai.  Menyebar pesan ke platform media sosial yang berbeda adalah cara agar video ditonton 10x lipat dalam waktu cepat, sambil anda mensosialisasikan brand bisnis anda.

Tagged With :

Leave a Comment