Mengenal Strategi Trading Momentum Untuk Forex dan Saham

Pernahkah Anda mendengar kata-kata mutiara, “the trend is our friend (tren adalah kawan kita)”? Banyak sekali strategi trading forex dan saham yang berlandaskan pada kalimat tersebut. Salah satunya adalah strategi trading momentum yang akan kita bahas di sini.

Mengenal Strategi Trading Momentum Untuk Forex dan Saham

Praktik trading momentum berupaya untuk mendapatkan keuntungan setelah terbentuknya pergerakan yang kuat ke suatu arah tertentu. Alasannya, pergerakan harga yang kuat ke suatu arah tertentu merupakan penanda bahwa tren harga akan berlanjut terus ke arah yang sama selama beberapa waktu. Sedangkan pelemahan dalam pergerakan harga ke suatu arah tertentu berarti menandakan tren sudah mulai kehilangan energi dan bakal mengalami pembalikan (reversal).

Strategi trading momentum memperhitungkan pergerakan harga dan volume perdagangan suatu aset. Oleh karena itu, trader momentum biasanya memanfaatkan alat analisis visual seperti grafik candlestick dan indikator teknikal tipe osilator. Dilengkapi pula dengan indikator yang dapat menampilkan fluktuasi volume perdagangan jual/beli di pasar.

Misalnya, harga dan volume perdagangan suatu saham melonjak seusai rilis laporan keuangan yang menunjukkan peningkatan laba signifikan. Seorang trader pengguna strategi momentum mungkin akan membeli saham tersebut dengan harapan lonjakan harga tadi merupakan awal dari kenaikan lebih lanjut.

Contoh lain lagi dari pasar forex: Pasangan mata uang GBP/USD mencetak candle hijau bertubuh panjang dan besar tanpa ekor, berarti ini menandakan sinyal beli potensial bagi trader momentum. Atau jika EUR/USD mencetak candle merah bertubuh besar tanpa ekor plus volume perdagangan yang meningkat, berarti ini merupakan sinyal jual yang cukup meyakinkan.

Cukup logis dan sederhana, bukan!? Namun, strategi trading momentum juga tak memiliki garansi 100% akurat. Pergerakan harga dapat berbalik arah sewaktu-waktu, dan momentum tidak akan bertahan selamanya. Jadi, trader pengguna strategi momentum harus mahir memperhitungkan waktu yang tepat untuk ambil untung dengan menjual aset (saham ataupun forex) sebelum tren mencapai “puncak”. Perlu diperhatikan pula bahwa strategi ini hanya cocok untuk aktivitas trading jangka pendek, dan kurang sesuai untuk investasi jangka panjang.

Tagged With :

Leave a Comment