Pada post sebelumnya dibahas bahwa kurangnya pelatihan di awal karir sebagai tenaga marketing ternyata menjadi salah satu penyebab mengapa tenaga marketing gagal. Oleh sebab itu, sebelum melamar atau menerima sebuah pekerjaan di bidang pemasaran, pastikan bahwa anda sebagai tenaga baru mendapatkan akses terhadap seluruh tool dan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan tugas. Pastikan bahwa program pelatihan selalu tersedia sepanjang masa karir anda di perusahaan, jangan hanya di masa orientasi atau persiapan saja.
Mengapa Tenaga Marketing Gagal: Kurangnya Dukungan
Anda bisa belajar banyak hal dari orang lain. Mentor yang tepat bisa membantu anda mengembangkan keahlian baru, mencari solusi atas permasalahan, menjaga motivasi dan bersikap positif, dan bahkan membangun jejaring dengan orang-orang yang mungkin akan membantu anda dalam karir. Namun lebih penting lagi, mereka bisa membantu anda menghadapi tantangan sebagai seorang tenaga marketing baru dengan berbagi pengalaman dan memberikan nasehat tentang bagaimana mereka mengatasi masalah yang sama sebelumnya.

Carilah seorang mentor untuk membantu anda memulai pekerjaan baru. Ada kalanya, anda merasa seolah-olah tidak anda yang memahami kesulitan anda sebagai pemula. Jadi, carilah seseorang yang sudah berpengalaman sebagai mentor, sehingga anda tidak begitu khawatir dengan pekerjaan baru tersebut. Anda tentunya membutuhkan pelatihan yang sesuai, serta dukungan dari orang-orang di sekitar anda (keluarga, teman, dan sebagainya). Belajarlah dari kesalahan yang pernah mereka lakukan, sehingga anda tidak mengalami kendala yang sama.
Seorang mentor berperan besar. Namun, sekalipun anda tidak bisa mencari seorang mentor, jangan panik. Ingatlah bahwa semua orang pernah berbuat salah. Jangan biarkan rasa takut menghentikan langkah anda. Namun yang terpenting, pastikan anda menetapkan target dan ekspektasi yang realistis. Target anda mestinya bisa diukur dan bisa dicapai. Jangan berfikir bahwa sebagai pemula anda langsung bisa menghasilkan jutaan rupiah sejak hari pertama. Ekspektasi semacam ini tidak realistis dan dapat memicu kekecewaan.
Mengapa Tenaga Marketing Gagal dan Cara Mengatasinya
Sejumlah studi yang ada menunjukkan bahwa biasanya diperlukan waktu sekitar 4 bulan hingga seorang tenaga marketing baru bisa menyesuaikan diri secara penuh. Bagi kebanyakan tim marketing, masa penyesuaian yang lama ini bisa menjadi sumber masalah. Tim marketing akan mulai mempermasalahkan kontribusi seorang anggota baru jika ada indikasi bahwa target kinerja mereka tidak akan tercapai. Sebaliknya, target yang tidak tercapai ini dapat memberi dampak negatif yang cukup lama terhadap motivasi kerja seorang anggota baru.
Jelasnya, tanpa manajemen yang proaktif, tenaga marketing baru akan lamban menyesuaikan diri, dan tanpa bimbingan yang proaktif, ini bisa menjadi penyebab utama mengapa tenaga marketing gagal di bulan-bulan pertama pekerjaannya. Jadi, pihak perusahaan harus menyediakan sistem dukungan bagi pemula, sehingga mereka bisa menyesuaikan diri dengan cepat, sambil meyakinkan bahwa mereka bisa mencapai targetnya di masa mendatang.
Berikut adalah beberapa cara untuk menyusun rencana agar tenaga marketing baru bisa bertahan serta tumbuh dan berkembang dengan cepat:
Pelatihan dan Pengembangan
Tidak ada salahnya perusahaan berinvestasi pada SDM sejak awal. Biaya yang anda keluarga akan terbayar kelak. Pastikan perusahaan memiliki sistem pendidikan yang baik untuk anggota baru. Anggota baru tersebut mesti sadar bahwa mereka memasuki sebuah sistem yang terorganisir dan teratur. Anda harus ‘mempersenjatai’ tenaga marketing dengan alat, pengetahuan, dan dukungan strategis yang diperlukan untuk sukses.
Berikan waktu untuk memastikan bahwa anggota tim yang baru bisa memahami budaya organisasi dan nilai-nilai yang harus mereka pegang selama berada di perusahaan. Lebih penting lagi, jangan pernah berasumsi bahwa mereka tahu dengan produk yang anda jual. Bantulah mereka untuk memahami secara mendalam mengenai produk yang dijual perusahaan. Berikan pelatihan yang cukup mengenai produk anda, agar mereka bisa mengembangkan rasa percaya diri yang sangat diperlukan untuk meyakinkan calon pembeli.
Carilah Mentor
Di Amerika Serikat, hampir 75% perusahaan yang termasuk Fortune 500 ternyata memiliki program mentoring. Sementara itu, untuk perusahaan di luar Fortune 500, angkanya turun di bawah 50%. Anda memiliki sumber daya berupa staf yang paling berpengalaman. Berdayakan staf senior anda sebagai coach bagi tenaga marketing. Berikan reward kepada staf senior dan jadikan ini menjadi tugas tambahan mereka. Bahkan, anda bisa menawari program pelatihan untuk meningkatkan skill mereka di bidang mentoring.
Mengkombinasikan tenaga profesional dengan marketing baru adalah suatu cara yang cukup efektif untuk mempercepat proses penyesuaian diri. Perusahaan juga mendapatkan keuntungan tambahan di luar pencapaian target yang cepat. Menurut Journal for Vocational Studies, program mentoring berkontribusi terhadap kesuksesan karir, loyalitas kepada perusahaan, dan peningkatan kepuasan kerja bagi mentor maupun karyawan bimbingannya.
Proses pemasaran anda bukanlah sesuatu yang terlalu kaku sehingga tidak ada ruang untuk kreativitas dan pengembangan style marketing sendiri. Masalahnya adalah banyak orang yang menjadi hakim terburuk untuk kemampuannya sendiri. Dapatkan pembahasan berikutnya tentang bagaimana cara mengatasi penyebab mengapa tenaga marketing gagal di awal karirnya pada post berikutnya.
Tagged With : manajemen SDM • marketing