Mengapa Tenaga Marketing Gagal di Awal Karirnya? Part 1

Di lingkungan bisnis sekarang ini, tenaga marketing baru kerap dituntut untuk sukses dalam waktu dekat. Ada tidak diberi waktu belajar selama 6 bulan untuk menyesuaikan diri dengan posisi barunya. Anda mesti bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan sejak hari pertama.Itulah sebabnya mengapa para tenaga marketing (dan profesional terkait lainnya) yang baru saja mendapatkan pekerjaan atau berganti karir mesti tahu pekerjaan apa yang mereka masuki. Ada banyak alasan mengapa tenaga marketing gagal dalam enam bulan pertama pekerjaannya. Dapatkan jawabannya pada pembahasan berikut.

Mengapa Tenaga Marketing Gagal Sejak Awal?

Takut Membuat Kesalahan

Tuntutan yang besar kepada mereka membuat tenaga marketing takut berbuat kesalahan. Rasa takut adalah emosi yang sangat kuat dan dapat menggagalkan seorang tenaga marketing paling handal sekalipun ketika mereka baru saja memulai. Takut berbuat kesalahan, tidak mampu melakukan pekerjaan, atau terlihat bodoh, atau takut kehilangan pekerjaan adalah berbagai bentuk perasaan yang kerap mengganggu seseorang ketika mulai mengerjakan sesuatu yang baru.

mengapa tenaga marketing gagal 1

Kerap kali, perasaan takut semacam ini bisa diatasi dengan menarik nafas dalam-dalam dan mengabaikannya hingga anda mendapatkan pengalaman lebih di bidang yang sedang dikerjakan. Rasa takut di awal juga merefleksikan apa yang terjadi ketika orang mencoba melakukan terlalu banyak hal dalam waktu yang sangat cepat, padahal mereka belum banyak pemahaman atau pelatihan tentang bagaimana mengatasi situasi semacam itu.

Salah satu hal terpenting yang perlu diingat para tenaga marketing adalah bahwa penolakan bukanlah suatu refleksi nilai diri. Penolakan hanya bagian dari proses pemasaran, dan perlu dipahami bahwa tidak semua konsumen potensial anda cocok dengan produk atau jasa yang sedang anda tawarkan. Ketika menerima penolakan, anggap itu sebuah peluang untuk belajar lebih banyak tentang konsumen tersebut dari cari tahu apa yang bisa anda lakukan di masa mendatang.

Tenaga marketing juga mesti ingat bahwa anda tidak sendiri. Rasa takut semacam itu dialami semua orang. Banyak tenaga marketing lain telah melalui hal yang sama dan mereka menemukan cara untuk mengatasi rasa takut mereka dan meraih sukses. Anda bisa mendapatkan nasehat dan mentoring dari tenaga marketing yang lebih berpengalaman. Anda juga bisa bergabung dengan kelompok-kelompok atau klub profesi agar bisa terhubung dengan orang lain yang mungkin mengalami hal yang sama.

Ekspektasi yang Tidak Realistis

Harapan yang berlebihan, di luar kemampuan, adalah alasan lain mengapa tenaga marketing gagal. Kita sering memiliki ekspektasi yang tidak realistis tentang apa itu pemasaran atau berapa banyak orang yang bisa kita dapatkan begitu memulai sebuah pekerjaan. Inilah alasan lain di balik kegagalan tenaga marketing di bulan-bulan pertama mereka bekerja. Sangat penting bagi anda untuk melakukat riset berapa banyak uang yang harus anda hasilkan untuk tidak hanya bertahan, namun juga tumbuh dan berkembang.

Meskipun ekspektasi yang tinggi penting bagi seorang tenaga marketing, anda mesti realistis mengenai tujuan dan kerangka waktu anda. Jika anda menetapkan target yang tidak realistis untuk diri anda dan orang lain, maka akan semakin sulit mencapainya dan bisa memicu kekecewaan. Jika anda tidak siap untuk menghadapi berbagai tantangan yang datang pada pekerjaan baru tersebut, maka akan sangat sulit bagi anda untuk sukses di bidang penjualan. Jika anda tidak tahu apa yang sedang anda kerjakan dan belum mampu mengerjakannya dengan baik, maka peluang untuk mendatangkan transaksi juga sangat kecil.

Tujuan dan Target yang Tidak Jelas

Anda perlu memahami tujuan dan target anda sebelum mulai bekerja pada posisi baru. Artinya, anda harus tahu hasil apa yang diharapkan oleh perusahaan dari anda, berapa banyak waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut dan berapa banyak uang yang dihabiskan untuk mencapainya.  Untuk menetapkan target bagi diri sendiri, cobalah pertimbangkan beberapa pertanyaan berikut:

  • Berapa banyak rapat yang harus saya ikuti setiap minggu?
  • Bagaimana kinerja saya dievaluasi?
  • Oleh siapa, dan berapa kali evaluasi dilakukan?
  • Apa alat ukur keberhasilan pada posisi ini?
  • Seperti apa kinerja yang bisa diterima dan seperti apa kinerja yang dianggap luar biasa?
  • Berapa banyak waktu yang mesti saya habiskan pada setiap tugas?
  • Bagaimana saya mengukur kesuksesan saya pada posisi ini?
  • Apa yang harus saya pelajari agar sukses di posisi ini?
Kurangnya Pelatihan

Seringkali, tenaga marketing yang baru memasuki profesi barunya berasumsi bahwa perusahaan akan memberikan pelatihan dan informasi yang mereka perlukan untuk melaksanakan tugas, termasuk peta jalan menuju kesuksesan. Ini bisa menjadi masalah, terutama jika pemimpin tidak memahami apa tanggung jawabnya, dan tidak tahu bagaimana cara sukses di posisi tersebut. Faktanya, kurangnya pelatihan dapat menjadi penyebab mengapa tenaga marketing gagal di awal karirnya. Dapatkan penjelasan secara lebih rinci pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment