Menganalisis Reksa Dana? Ini yang Perlu Diperhatikan dan Diabaikan

XM broker promo Hadiah

Cara menganalisis reksa dana sangat sederhana, lebih simpel daripada analisis pasar untuk investasi saham ataupun forex. Kita cukup menyimak prospektus dan lembar fakta (fact sheet) untuk memilih produk reksa dana mana yang kira-kira cocok dengan target investasi kita. Tapi pemula sering melakukan kesalahan karena berfokus pada hal-hal minor yang justru tidak berpengaruh pada kinerja reksa dana.

Apa Itu Reksa Dana Tematik

Prospektus dan lembar fakta kelihatannya sangat kompleks, tetapi sebenarnya mudah dipahami jika investor tahu apa yang perlu diperhatikan. Nah, dalam menganalisis reksa dana, investor sebaiknya berfokus pada empat (4) poin ini saja:

  1. Jenis produk reksa dana: Investor harus tahu pasti apakah produk reksa dana pilihannya tergolong reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, atau lainnya.
  2. Grafik kinerja jangka panjang: Contohnya seperti kinerja sejak peluncuran produk reksa dana tersebut (all-time), kinerja sejak awak tahun (year-to-date), dan kinerja 1 tahun terakhir.
  3. Ragam aset dalam portofolio reksa dana (holdings): Semakin banyak ragam aset, maka makin baik. Lebih baik lagi jika investor bisa menilai apakah aset-aset yang dikoleksi dalam reksa dana itu tergolong aset berkualitas atau tidak.
  4. Total dana kelolaan, atau Asset Under Management (AUM): Semakin besar total dana kelolaan, artinya makin banyak pula investor yang memercayakan dananya pada produk reksa dana tersebut.

Di sisi lain, ada pula beberapa hal yang sebaiknya tidak perlu dipedulikan. Apa sajakah itu? Ini dia dua diantaranya yang sering menyesatkan pemula:

  1. NAB (Nilai Aktiva Bersih): NAB memang merepresentasikan nilai atau harga per unit penyertaan dalam produk reksa dana. Namun, NAB tidak menggambarkan kinerja masa lalu maupun potensi masa depan dari reksa dana itu sendiri.
  2. Angka kinerja jangka pendek: Pemula sering tergiur menyaksikan pertumbuhan fantastis seperti 5 persen dalam satu bulan atau sejenisnya. Padahal lonjakan mendadak justru patut dicurigai jika kinerja jangka panjangnya tidak sebagus itu. Apalagi target investasi reksa dana selayaknya 1 tahun atau lebih, sehingga angka kinerja satu bulanan, tiga bulanan, atau enam bulanan itu dapat diabaikan.
Baca Juga:   Ini Dia 10 Reksa Dana Syariah Terbaik Tahun 2019

Demikianlah info singkat tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diabaikan saat menganalisis reksa dana. Semoga bermanfaat dan dapat memandu Anda mencapai kesuksesan.

Tagged With :

Leave a Comment