Pengusaha pemula kerap merasa tidak yakin akan mampu mencapai tujuan bisnis mereka. Sejumlah pertanyaan muncul di benak anda, “Bagaimana jika saya gagal?” “Apakah saya akan ditertawakan jika tidak bisa mencapai tujuan?”, dan berbagai pertanyaan lainnya. Ada kalanya, pengalaman baru membuat kita merasa rentan secara fisik, mental, dan emosional. Coba fikirkan kembali beberapa hal yang pernah anda alami dalam beberapa tahun terakhir, ketika anda mencoba keluar dari zona nyaman.
Misalnya, anda ikut memanjat gunung (padahal tidak pernah mencobanya sama sekali), atau berkunjung ke daerah terpencil di mana, anda sama sekali tidak mengerti bahasa setempat. Atau, anda ikut skydiving, lari marathon, ganti pekerjaan, atau mencoba usaha baru – semuanya hal baru yang belum anda kerjakan sebelumnya.

Apakah pengalaman ini pada akhirnya akan membawa kesuksesan atau kegagalan, peluangnya tetap ada. Apapun yang terjadi, pengalaman baru itu akan menjadi momen penting dalam hidup anda, dan bahkan bisa mengubah arah kehidupan anda. Mungkin, pengalaman itu membuat anda lebih berani mengambil resiko, atau memutuskan untuk meningkatkan keahlian, kepercayaan diri, atau jiwa petualangan. Pengalaman baru, baik positif maupun negatif – akan mempengaruhi cerita hidup anda.
Mencapai Tujuan Bisnis Menjadi Sulit Karena Faktor Berikut
Anda tentu tidak ingin jika rasa takut, rasa tidak percaya diri, dan rasa kurang cakap menghambat anda dalam mencapai tujuan bisnis. Kenali apa saja faktor yang bisa menjadi penghambat bagi diri anda, di antaranya:
Terikat Oleh Sesuatu
Sering kali, norma-norma sosial, rasa aman, atau rasa tanggung jawab menghambat seseorang dalam mencapai suatu tujuan, termasuk dalam bisnis. Padahal, tujuan tersebut sesungguhnya akan membawa makna yang lebih besar dalam hidupnya. Akibatnya, anda bisa saja berakhir dalam belenggu, sehingga rasa takut, enggan, atau agenda orang lain membuat anda justru terikat. Anda harus menghindari penyesalan di kemudian hari akibat sesuatu yang tidak pernah anda lakukan atau tidak pernah anda alami.
Anda mungkin pernah mendengar pepetah tentang perbedaan antara belenggu dengan penyesalan. Keduanya hampir sama, namun ada perbedaan yang mendasar. Jika anda merasa seperti berada dalam belenggu atau enggan bergerak maju untuk mencapai tujuan tertentu atau petualangan di daftar perjalanan anda, cobalah tanyakan pada diri anda beberapa pertanyaan berikut:
Andaikan anda kembali muda, apa yang akan anda lakukan?
Petualangan atau pengalaman apa yang ingin anda coba?
Apa yang membuat hidup anda terasa berarti sepenuhnya?
Maka, susunlah rencana untuk mengejar tujuan anda tersebut dan menjadikannya nyata dalam kerangka waktu yang tidak terlalu lama. Jika anda hanya berkata seperti “Saya akan melakukannya tahun depan,” Kecil kemungkinan anda akan melakukannya. Tahun depan, waktu terus berjalan, dan anda akan menemukan diri anda di posisi yang sama dengan sekarang.
Rencanakan Kehidupan Yang Anda Inginkan
Lebih menarik lagi, penelitian menunjukkan kalau uang yang kurang tidak selalu menjadi alasan bagi orang untuk tidak mengejar mimpinya. Seringkali, para pemilik bisnis atau eksekutif tidak memiliki waktu untuk keluarga dan teman karena mereka merasa tidak bisa lepas dari organisasi yang sudah mereka bangun. Pada kasus lain, orang terkadang tidak menyadari kalau mereka memiliki sumber daya finansial untuk mencapai tujuannya tanpa harus menenggelamkan dirinya saat ini atau di masa pensiun nanti.
Mudah sekali bagi orang untuk merasa terjebak dengan ritme diri sendiri. Mereka sibuk membangun kekayaan lagi dan lagi, hingga akhirny mereka tidak lagi tahu cara melambat atau berhenti. Akibatnya, mereka sibuk sendiri dengan kekayaan yang dibangun, sehingga tidak lagi memiliki kehidupan pribadi dan keluarga.
Apakah Kekayaan Yang Sesungguhnya?
Dengan uang, anda memang bisa membeli banyak hal. Namun, uang tidak memberi makna dan tujuan dalam hidup.. Hanya orang, pengalaman, dan koneksi yang kita buat sepanjang hiduplah yang membantu kita mewujudkannya. Itulah sebabnya, Kekayaan Yang Sesungguhnya diartikan sebagai “Segala sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, dan tidak hilang akibat kematian.” Kekayaan yang sebenarnya tidak terlihat, tidak teraba, dan tidak terukur namun hanya bisa dirasakan dengan hati dan fikiran.
Terkadang, orang membutuhkan orang lain untuk mengingatkan agar mereka menyisihkan waktu untuk menciptakan pengalaman yang akan memberi makna dalam hidup mereka. Jika lemahnya perencanaan menghambat anda untuk mencapai apa yang diinginkan dalam hidup, baik itu tujuan kecil atau pengalaman yang dapat mengubah kehidupan, maka aturlah rencana untuk bertemu dengan seorang penasehat.
Penasehat bisa membantu anda memetakan tujuan-tujuan dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan tersebut, serta mengatur kerangka waktu yang cukup dan bisa disesuaikan dengan aspirasi dan perubahan situasi. Untuk mencapai tujuan bisnis atau tujuan apapun dalam hidup, anda memang harus melakukannya dan memastikan seseorang mengingatkan jika anda sudah mulai lengah dengan tujuan yang sebenarnya.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha