Jenis-Jenis Bisnis dan Karakteristiknya

Menjalankan usaha sendiri menjadi pilihan yang cerdas saat ini. Kenapa? Ketika banyak perusahaan yang sedang berusaha mengurangi karyawannya, bagaimana anda berharap untuk mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan? Membuka usaha sendiri akan lebih baik bagi anda. Namun, karena jenis-jenis bisnis bervariasi, maka anda harus menentukan terlebih dahulu jenis bisnis seperti apa yang ingin dijalankan.

Jenis-Jenis Bisnis Yang Mesti Dikenali

Siapapun yang tertarik untuk memulai dan menjalankan bisnis harus mempertimbangkan model wirausaha yang diinginkan: usaha kecil, scalable startup, usaha besar, dan kewirausahaan sosial.

jenis-jenis bisnis

Usaha Kecil

Ini adalah jenis usaha paling banyak di Amerika Serikat. Usaha kecil bisa jadi berupa perusahaan, restoran, atau toko eceran yang diluncurkan pendirinya, tanpa niat untuk mengembangkan bisnis tersebut menjadi sebuah rantai bisnis, franchise, atau konglomerat. Misalnya, toko kelontong termasuk model usaha kecil. Sementara, rantai grosir skala nasional bukanlah usaha kecil. Para pengusaha kecil biasanya menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan, dan mereka hanya mendapatkan uang jika usaha tersebut berjalan.

Scalable Startup

Jenis bisnis ini relatif jarang dibanding usaha kecil, meskipun lebih banyak menarik perhatian media. Jenis-jenis bisnis ini biasanya dimulai dalam skala kecil, dan terkadang hanya berbentuk benih-benih sebuah ide bisnis. Bibit tersebut kemudian dipelihara dan dikembangkan, baisanya melibatkan investor luar, sehingga menjadi sesuatu yang lebih besar. Banyak perusahaan teknologi di Silicon Valley termasuk kategori ini. Usaha mereka dimulai di rumah atau di garasi, sebelum akhirnya berkembang menjadi kantor pusat.

Perusahaan Besar

Kadang-kadang,  para pengusaha bekerja dalam konteks perusahaan yang lebih besar. Bayangkan kondisi berikut. Ini adalah salah satu contoh seperti apa sebuah perusahaan besar dalam prakteknya.

Anda bekerja di sebuah pabrik mobil skala besar. Melalui riset pasar yang dilakukan secara seksama, anda menyadari bahwa permintaan terhadap sepeda motor ternyata tinggi, dan perusahaan anda memiliki teknologi dan proses yang sesuai untuk membuka cabang pabrik sepeda motor. Kemudian, anda menghadap boss dan mengajukan pendanaan untuk meluncurkan divisi sepeda motor yang baru, dan anda memperoleh persetujuan.

Usaha Sosial

Model terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah usaha sosial, yang berusaha mencari solusi inovatif terhadap masalah-masalah yang dihadapi di masyarakat. Menurut Investopedia, usaha sosial “bersedia mengambil resiko dan berusaha untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat melalui inisiatifnya.”

Baca Juga:   Tips Berjualan Mudah di Marketplace, Gak Pakek Ribet!

Dengan kata lain,  seorang pengusaha sosial meluncurkan sebuah organisasi yang pada dasarnya berusaha melakukan perubahan sosial yang positif, bukan hanya semata-mata untuk mendapatkan keuntungan. Perubahan sosia yang dimaksud bisa tentang konservasi lingkungan, keadilan SARA, atau aktivitas filantrofi di masyarakat yang dianggap kurang beruntung.

Bagaimana Mengenali Jenis-Jenis Bisnis Yang Ada?

Setelah mengetahui jenis-jenis bisnis yang ada, maka hal berikutnya yang perlu anda lakukan adalah mengenali karakteristik masing-masingnya. Dengan mengenali karakteristik masing-masing, anda bisa mengetahui jenis-jenis bisnis yang mungkin cocok. Menurut Small Business Administration (SBA), lebih 99% usaha yang ada di Amerika Serikat masuk pada kategori usaha kecil.

Karakteristik Usaha Kecil

Apa yang membedakan antara pengusaha kecil dengan pengusaha jenis lainnya? Berikut adalah beberapa ciri khas usaha kecil:

  • Pengusaha kecil pada awalnya fokus hanya pada satu produk, pasar, dan wilayah tertentu. Di fase permulaan, pemilik mungkin tidak memiliki rencana untuk mengembangkan perusahaannya.
  • Tujuan awal dari pengusaha kecil adalah untuk mendapatkan keuntungan, meskipun di tahap awalnya, usaha ini mungkin dimotivasi oleh keinginan pemilik untuk menciptakan perubahan sosial.
  • Kebanyakan usaha kecil didirikan oleh pemiliknya atau didanai melalui pinjaman usaha kecil. Usaha semacam ini sangat jarang melibatkan investor atau pemilik modal ventura luar.

Ciri khas lain dari usaha kecil adalah jenis tantangan yang paling kerap dihadapi. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  • Memastikan stabilitas arus kas, tanpa harus mengandalkan investasi pihak ketiga;
  • Mencari atau menyeimbangkan waktu untuk keluarga dan teman;
  • Mengikuti perkembangan teknologi dan perubahan pasar yang dapat mempengaruhi usaha;
  • Merancang suatu strategi pasar untuk menarik konsumen sasaran;
  • Mempertahankan reputasi brand;
  • Memantau persaingan.

Di satu sisi, banyak pengusaha kecil bergerak di berbagai bidang yang berbeda. Namun di sisi lain, sebagian beroperasi dengan sistem  toko ‘brick-and-mortar’, yakni toko fisik, seperti: salon, toko roti, restoran, dan toko sepatu eceran. Selain itu, para pemilik usaha kecil bisa bergerak di bidang lain, seperti konsultan dan bidang usaha kreatif, seperti copywriters, marketer, dan desain grafis, yang terjun langsung sebagai pemberi layanan dalam bisnis mereka. Para pedagang jasa, seperti ahli listrik dan tukang kayu juga masuk pada kategori ini.

Baca Juga:   Tips Bagi Pengusaha di Masa Sulit: Agar Tetap Kuat – Part 2

Itulah jenis-jenis bisnis yang ada saat ini. Jika anda sedang mencari inspirasi usaha dan ingin mengetahui kategori usaha apa yang akan dibuka, maka ciri khas di atas bisa anda pertimbangkan.

Tagged With :

Leave a Comment