Membuat Rencana Bisnis Yang Baik : Apa Itu Lean Canvas?

Pernahkah anda melihat rencana bisnis setebal 50 halaman dan memuat informasi rinci tentang semua aspek bisnis? Mungkin sudah, karena rencana bisnis telah menjadi standar emas dalam dunia industri selama beberapa dekade. Namun, di era di mana sesuatu yang sederhana dan mudah telah menjadi norma baru, maka rencana bisnis setebal 50 halaman sudah tidak relevan lagi. Lalu, bagaimana cara membuat rencana bisnis yang sesuai dengan lingkungan bisnis saat ini?

Memang benar, membuat rencana bisnis sangat penting bagi sebuah usaha baru. Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 10 ribu bisnis menemukan bahwa usaha yang membuat rencana bisnis secara matang bisa tubuh 30% lebih cepat daripada pesaingnya.

membuat rencana bisnis

Membuat Rencana Bisnis Sederhana bagi Usaha Baru

Namun, sebuah studi yang berbeda menunjukkan bahwa perusahaan baru yang inovatif dan berada di lingkungan yang dinamik membutuhkan rencana bisnis yang lebih pendek. Alasannya sederhana: perusahaan yang inovatif selalu menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Ada kemungkinan kalau rencana bisnis mereka akan sering berubah. Semakin rinci rencana bisnis yang dibuat, akan semakin besar kemungkinan kalau kenyatannya menyimpang dari rencana.

Pernyataan tersebut didukung oleh fakta bahwa rencana bisnis lebih efektif untuk perusahaan yang sudah ada dibanding perusahaan baru. Sebuah perusahaan yang sudah beroperasi setidaknya selama 5 tahun tentunya lebih memahami konsumen mereka dengan baik, sehingga mereka bisa membuat rencana bisnis yang rinci berdasarkan realita.

Dengan kata lain, jika anda memiliki idea app yang inovatif, maka anda harus menulis rencana pemasaran yang pendek namun berkelas. Agar rencana tersebut bisa diterapkan, maka harus dirancang sedemikian rupa sehingga bisa diterapkan dengan mudah oleh tim, dan sekaligus mudah diperbaharui.

Baca Juga:   Tips Berjualan Mudah di Marketplace, Gak Pakek Ribet!

Di dunia startup, istilah Lean Canvas saat ini semakin populer untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada satu aspek, Lean Canvas menggantikan rencana bisnis tradisional. Rencana bisnis ini dirancang untuk menyediakan semua informasi yang diperlukan dalam satu halaman kertas A4 saja, sehingga mudah dibagikan dan mudah di-update.

Membuat Rencana Bisnis – Lean Canvas

Sepert disinggung di atas, istilah ini mungkin belum begitu akrab bagi sebagian orang. Namun, istilah ini semakin populer, terutama di kalangan perusahaan baru (startup). Lalu, bagaimana cara membuat rencana bisnis seperti Lean Canvas? Lean Canvas memuat rangkuman dari aspek-aspek terpenting dari ide bisnis anda, yakni:

  • Masalah; Bisa dikatakan, ini adalah bagian terpenting sebuah Lean Canvas. Dengan memahami masalah secara mendalam, anda bisa merancang solusi yang bagus secara komersil. Dalam dunia ideal, anda bisa menentukan masalah secara akurat sejak awal. Namun dalam kenyatannya, anda harus meng-update definisi atau pemahaman anda tentang masalah, saat anda melihat sendiri kenyataannya dari konsumen.
  • Solusi; Bagian kedua yang tidak kalah pentingnya. Definisi anda tentang solusi juga kemungkinan akan sering berubah, dan bahkan lebih sering dibanding perubahan definisi anda tentang masalah. Perubahan-perubahan tersebut terjadi dengan sangat cepat selama periode pengujian sejumlah ide (solusi) yang berbeda-beda di tahap awal bisnis anda.
  • Indikator Kunci; Idealnya, anda bisa menemukan satu indikator kunci yang benar-benar mencerminkan apakah konsumen telah menemukan sebuah nilai yang khusus dari produk atau jasa yang anda tawarkan. Biasanya, indikator ini sejenis indikator kegunaan yang sifatnya khas untuk usaha anda. Jangan mencari indikator di dunia maya (seperti follower di media sosial, jumlah modal yang diperoleh, jumlah pengunjung website, dan sejenisnya) karena indikator-indikator ini kerap menipu dan kaitannya dengan keberhasilan sebuah perusahaan juga sangat lemah.
  • Proposisi nilai yang unik; Menjawab pertanyaan, “Apa yang membedakan anda dari solusi lain yang ditawarkan oleh pelaku lain di pasar yang sama?”
  • Channel; Bagaimana cara anda menemukan konsumen? Ingat bahwa sebuah sebuah perusahaan baru, biasanya anda memiliki sumber daya yang terbatas, bukan? Artinya, sebaiknya anda fokus pada satu channel saja dibanding menyebarluaskannya di banyak channel namun hasilnya tidak efektif.
  • Segmen Konsumen; Menggambarkan siapa konsumen ideal anda. Sekali lagi, sebagai sebuah perusahaan baru, sebaiknya anda fokus. Atasi masalah satu segmen konsmen daripada mencoba memenuhi permintaan dari banyak segmen konsumen, namun hasilnya sia-sia.
  • Struktur Biaya; Aspek ini membantu anda memvisualisasikan dan menggambarkan hal-hal yang sifatnya khas dalam keuangan bisnis anda.
  • Aliran Pendapatan; Apa model bisnis anda dan bagaimana cara anda mendapatkan yang? Aspek ini perlu dijelaskan degan baik, jika anda ingin membangun sebuah bisnis yang bisa bertahan lama dan berkembang. Namun, cobalah fokus pada poin ini setelah anda menemukan formula masalah-solusi yang pas.
Baca Juga:   Menyiapkan Diri untuk Merger dan Akuisisi Perusahaan – Part 4

Pada intinya, sebagus apapun rencana bisnis yang anda buat tidak akan berguna jika orang tidak membutuhkan apa yang anda tawarkan. Sebagai kesimpulan, bagi sebuah startup yang ingin mencoba memperkenalkan solusi yang inovatif, maka anda perlu membuat rencana bisnis yang sederhana seperti Lean Canvas namun memuat informasi yang penting.

Tagged With :

Leave a Comment