Membangun Hubungan Emosional dengan Follower di Media Sosial

Jumlah penduduk bumi kian bertambah, sudah mendekati angka 7 milyar jiwa, dan lebih dari 60 milyar pesan dikirim menggunakan berbagai platform digital setiap harinya. Artinya, mengurus media sosial adalah pekerjaan yang sibuk. Jika ada tidak menggunakan media sosial untuk membangun bisnis, lalu untuk apa anda menggunakan internet setiap hari? Media sosial memberikan daya ungkit yang besar bagi usaha anda. Jadi, inilah saatnya membangun hubungan emosional dengan follower anda di media sosial.

Tentunya, tidak semua profil media sosial itu sama.  Kita mungkin sering melihat akun bisnis yang hanya membuat postingan baru sekali atau dua kali setahun. Atau, ada akun yang isinya kebanyakan spam dan hanya menjual barang. Akibatnya, kita mungkin sempat merasa menyesal mengikuti akun tersebut. Jika anda ingin mengoptimalkan media sosial sebagai bagian dari karir atau sebagai pengusaha mandiri, maka cobalah belajar membangun hubungan emosional dengan follower atau audiens anda.

membangun hubungan emosional dengan follower

Membangun Hubungan Emosional dengan Follower? Ini Caranya

Memang, membangun hubungan emosional dengan follower tidak selalu mudah dilakukan, terutama untuk brand yang masih baru. Namun, hal ini bisa anda lakukan, selama anda tahu cara membuat postingan yang sesuai di media sosial.

Berbicara Langsung Kepada Target Konsumen Anda

Mungkin, anda merasa kalau post di medsos anda tidak bersifat personal. Namun, anda sedang menyampaikan pesan yang sama ke ratusan, atau bahkan ribuan, pengikut (follower). Faktanya, para follower anda memilih untuk sekedar menjadi: PENGIKUT. Timeline dan news feed adalah milik mereka. Mereka berhak untuk memiliki konten apa yang akan dilihat.

Artinya, jika seseorang memilih untuk mengikuti anda, maka pastikan bahwa konten anda sesuai dengan news feed mereka. Dalam sebuah percakapan online, Lamia Jarrah, seorang pakar media sosial menjelaskan bahwa ketika anda berbicara kepada target audiens secara langsung, maka itu adalah percakapan win-win alias saling menguntungkan.

Baca Juga:   Tanpa Biaya Pemasaran Bisnis: Bagaimana Usaha Anda Berjalan?

Dengan mengidentifikasi poin spesifik dan memastikan tawaran anda memiliki nilai khusus, maka anda berpeluang besar mendapatkan lead berkualitas tinggi. Jadi, pastikan anda menyisihkan waktu untuk mendengarkan para follower anda di media sosial. Ketika mereka berkomentar di post anda atau mengirimi anda pesan langsung (Direct Message), maka jangan enggan untuk merespon. Dengan cara ini, anda bisa memulai percakapan yang sesungguhnya.

Jangan Ragu Mengambil Sikap

Ketika para politikus gagal mengambil sikap tentang satu isu, maka mereka dinilai lemah. Lebih buruk lagi, orang mungkin berfikir mereka sedang mencoba menyembunyikan sesuatu. Apakah anda suka atau membenci opini politikus tertentu, sebagai orang yang memberi suara, anda merasa berhak tahu apa yang mereka yakini benar.

Hal yang sama berlaku untuk brand-brand di media sosial. Jika anda ingin terkoneksi dengan para follower, maka anda harus memiliki pendirian. Bukan berarti konten media sosial anda selalu berbau politik. Namun, anda harus memiliki pendirian di bidang tertentu yang benar-benar anda kuasai. Misalnya, jika anda seorang pakar finansial, maka jangan takut bersuara ketika anda melihat trend yang harusnya dihindari para follower anda.

Sebagai seorang pakar di bidang tertentu, anda mestinya tidak hanya mengambil sikap tertentu. Anda harus mempertahankannya, didukung dengan data, riset, studi kasus, atau pengalaman anda sendiri. Opini yang kuat dan didukung dengan analisis kualitas yang memadai, biasanya dapat memancing pendengar untuk berdiskusi secara konstruktif. Jika mereka mengikuti anda, maka mereka akan selalu hadir ketika anda membuat postingan atau event baru.

Berikan Sentuhan Emosi: Kesenangan, Humor, Empati, Dll

Kenyataannya, kita selalu merasa sudah bersikap logis. Ternyata, sebagian besar keputusan yang kita ambil didasarka pada emosi. Otak manusia suka menghubungkan dan membentuk koneksi dengan orang lain. Biasanya, hal ini dilakukan dengan melibatkan semacam respon emosional terhadap orang-orang di sekitar kita.

Baca Juga:   Hal Baru yang Cukup Menjanjikan, Bisnis Homestay!

Meladeni kelakar seserang atau kadang-kadang mengomentari feed para follower mungkin terasa tidak begitu penting. Namun, jika ingin membangun hubungan emosional dengan follower dalam jangka panjang, namun hal-hal kecil di atas terbukti sama pentingnya dengan content penjualan.

Dalam kenyataannya, para follower anda tidak akan mengingat banyak hal tentang apa yang anda ucapkan. Namun, mereka akan terus mengingat rasa yang didapatkan saat melihat postingan anda. Jika konten anda membuat mereka merasakan emosio yang kuat, maka brand anda akan lebih mudah diingat. Perlu diingat bahwa anda adalah seorang manusia, bukan sebuah perusahaan.

Jadi, bertingkahlah seperti manusia. Firkikan apa saja yang anda bagi di media sosial perusahaan anda, dan bagaimana anda mengintegrasikan humor, kebahagiaan, dan empati secara natural ke dalam konten. Mungkin anda tidak ingin membagi informas tentang apa menu makan malam anda di akun media sosial perusahaan. Namun, anda perlu memadukan prinsip umum, seperti bertindak manusiawi, dengan emosi yang real, sehingga audiens merasa terkoneksi dengan anda. Jadi, mulailah membangun hubungan emosional dengan follower anda di media sosial.

Tagged With :

Leave a Comment