Masalah Kesehatan Mental di Tempat Kerja dan Cara Memenuhinya

XM broker promo bonus

Makanan, air, dan tempat tinggal…. hanyalah 3 dari sejumlah hal yang harus didapatkan setiap orang di manapun mereka berada atau dalam situasi apapun. Terlebih dari itu, setiap orang harus mendapatkan akses yang cukup terhadap perawatan kesehatan yang dibutuhkan, bukan hanya kesehatan tubuh, namun juga fikiran. Itulah sebabnya, masalah kesehatan mental di tempat kerja menjadi isu yang krusial beberapa tahun terakhir ini.

Namun, perawatan kesehatan mental di tempat kerja kerap diabaikan, bahkan tidak masuk dalam kebijakan perusahaan. Di Amerika Serikat, diperkriakan 1 dari 4 orang dewasa mengalami masalah kesehatan mental pada satu tahun tertentu. Selain itu, Mental Health America menemukan hampir 24% orang dewasa di negara itu melaporkan unmet need untuk perawatan kesehatan mental selama periode 2017-2018. Bahkan sebelum pandemi, ada kecenderungan peningkatan masalah kesehatan mental di tempat kerja. Organisasi ini juga menemukan kasusnya semakin meningkat pada kelompok usia muda.

masalah kesehatan mental di tempat kerja

Masalah Kesehatan Mental di Tempat Kerja Semakin Serius

Ketika jumlah penderita penyakit mental terus bertambah, maka isu ini dianggap semakin penting, dan bahkan mendekati krisis. Namun tentunya, ada suatu hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan mental di tempat kerja. Salah satu model yang sedang berkembang saat ini disebut Integrated Behavioral Health.

Pada model ini, pemberi layanan kesehatan primer dan behavioral bekerja dalam satu tim untuk menyediakan pendekatan yang holistik terhadap perawatan kesehatan, baik mental maupun fisik pada saat yang sama. Model ini diarahkan pada hubungan antara kesehatan mental dan fisik. Tujuan dari model ini adalah mengkoordinasikasikan perawatan dan meningkatkan komunikasi antara penyedia layanan kesehatan primer dan layanan kesehatan mental untuk menghasilkan perawatan paling efektif bagi pasien.

Baca Juga:   Jenis-Jenis Bisnis dan Karakteristiknya

Hubungan antara kesehatan mental dan fisik didasarkan pada bukti faktual. Depresi meningkatkan resiko masalah kesehatan fisik, seperti diabetes dan penyakit jantung. Sebuah analisis di tahun 2016 menemukan bahwa tingkat depresi di antara penderita diabetes tipe 1 bisa tiga kali lipat lebih tinggi dibanding orang yang memiliki metabolisme glukosa normal. Sementara itu, sebuah meta-analisis tahun 2019 menemukan bahwa prevalensi masalah kesehatan mental pada penderita penyakit fisik kronis mendekati 36,6%.

Masalah Kesehatan Mental di Tempat Kerja dan Cara Mengatasinya

Para pelaku bisnis di seluruh dunia bekerja keras untuk mendapatkan proyek-proyek baru. Mereka mulai menata kembali tim kerja dan menjalankan bisnis seperti biasa. Pada masa, di mana kesehatan fisik semakin penting, sebaiknya para pengusaha juga tidak mengabaikan pentingnya masalah kesehatan mental di tempat kerja. Sejumlah studi menunjukkan bahwa covid-19 dapat memicu depresi dan kelelahan. Menurut para ahli, depresi semacam ini bahkan bisa memicu dampak jangka panjang kepada penderitanya.

Sejumlah perusahaan yang menyadari penting kesehatan mental karyawan mulai menerapkan pendekatan Integrated Behavioral Health di pusat kesehatan atau pusat kebugaran milik perusahaan. Berikut adalah beberapa model yang bisa diterapkan perusahaan untuk mendorong kesehatan, kebahagiaan, dan kepuasan karyawan secara keseluruhan:

Jadikan Kesehatan Mental sebagai Bagian dari Tunjangan Kesehatan

Hari-hari di mana kesehatan dipandang hanya masalah kesehatan fisik sudah berlalu. Perusahaan sudah semestinya memberikan opsi perawatan kesehatan mental bagi karyawannya. Apakah skema tunjangan kesehatan bagi karyawan anda termasuk kesehatan mental? Pastikan anda melakukan evaluasi berkala terhadap skema tunjangan kesehatan. Selain itu, pastikan bahwa skema tersebut tidak hanya memuat kesehatan mental, namun pastikan juga bahwa skema yang ada memadai dan terjangkau, sehingga karyawan anda benar-benar bisa menikmatinya.

Baca Juga:   Kembali Ke Sistem Kerja Sebelum Pandemi: Peluang dan Resikonya

Namun, tidak cukup jika hanya menyediakan opsi perawatan kesehatan yang baik. Jika karyawan tidak tahu keberadaan layanan tersebut, maka mereka tidak akan menggunakannya. Anda bisa memberikan edukasi kepada mereka dengan menyediakan informasi rinci tentang rencana kesehatan yang disediakan perusahaan selama masa orientasi dan menggunakan metode pengiriman pesan yang jelas selama periode pendaftaran terbuka.

Pastikan Perawatan Kesehatan Mental Tersebut Terjangkau

Tanpa perawatan kesehatan mental yang terjangkau, karyawan anda mungkin tidak bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Anda bisa mencari penyedia layanan kesehatan yang memberikan layanan paket. Dengan demikian, anda bisa menghemat anggaran perusahaan maupun pengeluaran karyawan. Anda bisa mengumpulkan informasi tentang paket-paket perawatan kesehatan mental yang tersedia, dan kemudian pilih paket yang sesuai kebutuhan.

Kurangi Stigma

Masalah kesehatan mental di tempat kerja telah menjadi korban stigma sejak lama. Lakukan upaya sadar untuk mengurangi stigma tersebut, barulah anda bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik. Selain menawarkan cakupan asuransi yang inklusif, ada sejumlah cara bagi anda untuk mengurangi stigma tersebut. Misalnya adalah melalui penyuluhan atau sosialisasi.

Pilihan lainnya untuk menciptakan lingkungan yang positif adalah pelatihan manajemen. Para manajer anda harus menjadi teladan di tempat kerja. Berikan mereka pelatihan tentang bagaimana cara mengidentifikasi dan mengatasi masalah kesehatan mental di tempat kerja. Dengan demikian, mereka bisa memberi dukungan yang dibutuhkan oleh rekan kerja maupun bawahannya.

Tagged With :

Leave a Comment