Di Indonesia, ada anggapan bahwa investasi properti memiliki prospek yang lebih terjamin daripada investasi keuangan seperti saham dan reksa dana. Tak sedikit orang yang enggan merogoh saku untuk berinvestasi keuangan, padahal propertinya beredar dimana-mana. Bagaimana perbandingan antara investasi keuangan dan investasi properti? Benarkah investasi properti terjamin keuntungannya?

Faktanya, semua investasi mengandung faktor risiko dan reward (keuntungan). Dalam investasi saham, keduanya tampil mencolok dalam bentuk nominal yang dapat disaksikan dengan mudah, sehingga kesan kerugian jadi lebih sering muncul. Namun, hal itu tak lantas berarti investasi properti pasti untung. Lho, kok bisa properti rugi? Bukannya semua orang butuh rumah, jadi harganya pasti lama kelamaan akan meningkat?
Tak sedikit jumlah orang yang merugi karena telanjur membeli apartemen di lokasi non-strategis dan sukar dijual kembali. Nilainya mungkin kelak akan meningkat, tetapi entah kapan. Padahal kita tentu ingin mengantongi keuntungan secepatnya untuk kemudian diputar lagi dalam properti yang lain. Tak sedikit pula pembeli rumah yang nampak megah di kawasan bergengsi, belakangan menemukan bahwa bangunan retak-retak karena dibangun di atas tanah labil. Sang pembeli sampai harus menggelontorkan dana cukup mahal untuk memperbaikinya.
Berbicara mengenai penipuan, investasi properti “kaya” dengan cerita-cerita dana yang digondol oleh penipu berkedok jualan properti. Bahkan, jumlah korban dan kasus penipuan terkait properti ini bisa jadi lebih besar ketimbang penipuan terkait forex. Selama kita mudah tergiur iming-iming keuntungan instan dalam jumlah besar, maka selama itulah kita rentan terjebak penipuan, baik dalam investasi properti maupun saham.
Secara singkat dan padat, dapat kita simpulkan bersama bahwa investasi saham maupun properti sama-sama mengandung potensi risiko dan reward-nya masing-masing. Profitabilitas kita akan makin tinggi seiring dengan makin bertambahnya pengetahuan dan pengalaman kita mengenai aset investasi yang kita mainkan. Sebaliknya, ketidaktahuan dan pengambilan keputusan yang kurang dipertimbangkan secara matang justru bakal memperbesar kemungkinan rugi. Jadi, apapun jenis investasi yang Anda pilih, cara terbaik untuk sukses sama saja, yaitu pahamilah pasarnya dan pelajari trik-triknya untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan.
Tagged With : investasi jangka panjang • properti • saham