Banyak orang terjun dalam investasi saham karena mengharapkan keuntungan besar di kemudian hari. Padahal, sebagaimana layaknya semua investasi lain, saham mengandung risiko yang tidak sedikit. Berikut ini adalah tiga macam risiko investasi saham yang tak banyak diketahui investor pemula, padahal perlu diperhatikan.

1. Risiko Terkait Harga
Umpama hari ini Anda membeli suatu saham seharga Rp1000 per lembar sebanyak 100 lot; berarti Anda telah menanamkan dana sebesar Rp10,000,000 pada saham tersebut. Apabila tahun depan harganya meningkat jadi Rp1200 per lembar, maka Anda akan untung Rp2000000. Namun, bagaimana jika ternyata harganya jatuh jadi Rp800 per lembar? Inilah risiko terkait harga yang perlu diwaspadai oleh semua investor saham.
Untuk menanggulangi risiko tersebut, investor harus memahami tiga jenis analisa saham, yaitu analisa fundamental, analisa teknikal, dan bandarmologi. Anda tak harus sungguh-sungguh mendalaminya, tetapi penting untuk memahami dasar-dasarnya.
2. Risiko Terkait Waktu
Mari kita lanjutkan contoh pada poin pertama tadi. Umpama setelah setahun berlalu, harga saham ternyata turun dari Rp1000 jadi Rp800 per lembar, kemudian Anda putuskan untuk hold (disimpan) dulu. Sampai kapan Anda akan menyimpannya? Andaikan setelah dua tahun berlalu, ternyata harga malah jatuh makin dalam ke Rp500 per lembar, apakah Anda masih akan terus hold, atau memilih untuk cut loss dan beli saham lain!?
Banyak investor pemula enggan melakukan cut loss karena tidak mau menanggung kerugian akibat penurunan harga. Padahal, seiring berjalannya waktu, meskipun harga tidak jatuh terus, tetapi ada biaya waktu karena Anda tak bisa memanfaatkan uang yang telah ditanamkan. Dana sebesar Rp10,000,000 milik Anda yang “nyangkut” pada saham tersebut, apabila diinvestasikan pada saham lain, boleh jadi sudah membuahkan return yang jauh lebih tinggi.
Untuk mencegah kerugian seperti ini, investor harus memiliki rencana investasi yang jelas, mencakup pada level harga berapa akan beli, hold, take profit, dan cut loss. Selain itu, penting pula untuk siap melakukan cut loss begitu harga jatuh hingga melampaui batas toleransi yang telah ditentukan.
3. Risiko Terkait Aksi Korporasi
Pernahkah Anda mendengar istilah HMETD atau Rights Issue? Atau mungkin istilah Stock Split? Istilah-istilah tersebut berkaitan dengan aksi korporasi yang dapat menaikkan ataupun menjatuhkan harga saham yang Anda miliki.
Kebanyakan investor pemula mengabaikan aksi-aksi korporasi, dengan anggapan asalkan kinerja perusahaan bagus, maka harga saham pasti naik dan dividen pasti dibagikan. Padahal, aksi-aksi korporasi dapat mempengaruhi harga saham maupun dividen. Oleh karenanya, penting sekali mengetahui apakah perusahaan yang Anda miliki sahamnya itu akan melakukan aksi korporasi atau tidak, kapan jadwalnya, dan menganalisa bagaimana kira-kira dampaknya pada kepemilikan saham Anda.
Tagged With : investasi • saham