7 Kiat Praktis Mengendalikan Risiko Investasi Saham

Siapapun yang pernah berkecimpung dalam investasi saham tentu mengetahui banyaknya risiko di dalamnya, mulai dari risiko rugi sedikit hingga rugi besar-besaran. Apalagi kalau saham yang dikoleksi ternyata bangkrut atau dipaksa delisting, maka harapan untuk membalik kerugian menjadi keuntungan akan sirna seketika. Meski demikian, bukan berarti tak ada cara untuk mengendalikan beragam risiko ini. Bahkan, caranya bukan hanya ada satu.

Kiat Praktis Mengendalikan Risiko Investasi Saham

  1. Pilih emiten yang pangsa pasarnya luas dan mereknya familiar di telinga pengguna. Misalnya Telkom (TLKM) dan Unilever (UNVR). Siapa yang tidak kenal produk-produk Telkom dan Unilever? Penggunanya tersebar dimana-mana, dan produknya pun dipakai setiap hari.
  2. Pilih emiten yang memegang monopoli secara eksplisit maupun implisit dalam penyediaan barang atau layanan tertentu. Misalnya Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Jasa Marga (JSMR).
  3. Pilih emiten pelat merah, alias perusahaan BUMN. Mengapa? Karena ketika bursa efek mengalami kemerosotan tajam, maka perusahaan-perusahaan pelat merah ini akan melakukan buyback untuk mendongrak harga sahamnya sendiri sekaligus menopang bursa. Jadi, serendah-rendahnya harga saham BUMN, tidak akan sampai pada titik saham gocap maupun delisting.
  4. Hindari emiten siklikal yang grafik harganya berfluktuasi tajam.
  5. Hindari juga emiten dari sektor yang profit margin-nya sangat sempit, misalnya emiten maskapai pesawat terbang.
  6. Lakukan diversifikasi, yaitu membagi modal ke dalam beberapa saham. Cari 4-5 emiten yang sesuai dengan kriteria di atas, kemudian atur alokasi penanaman modal masing-masing. Namun, hati-hati jangan sampai diversifikasi kebablasan hingga 10 saham atau malah lebih dari itu.
  7. Jangan mudah panik dan jual saham hanya karena grafik baru turun sedikit. Memang kita tak bisa bersikukuh hold suatu saham untuk selamanya, jika harganya memang merosot terus menerus. Namun, nyatanya banyak kerugian dipicu oleh aksi jual yang terlalu dini. Kita harus mampu menilai secara objektif kapan waktu yang tepat untuk melepas suatu saham, baik saat harganya naik maupun turun.

Demikianlah, beberapa kiat praktis dan sederhana untuk mengendalikan risiko dalam investasi saham Anda. Adakah yang sudah pernah dilakukan, atau justru belum pernah dilakukan semuanya? Coba praktekkan, lalu bagikan pengalaman Anda kepada kami melalui kolom komentar di bawah ini.

Tagged With :

Leave a Comment