Penawaran umum terbatas alias hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) merupakan salah satu aksi korporasi yang biasa dilakukan emiten saham manapun di Bursa Efek Indonesia (BEI). Apabila seorang investor saham tidak siap menghadapinya, maka akan mudah sekali salah ambil keputusan dan akhirnya merugi karena kurang perhitungan. Mengapa demikian?

Dilema HMETD
Pada dasarnya, HMETD adalah upaya meningkatkan modal dengan memberi hak kepada pemegang saham sebelumnya untuk menambah modal yang disetor pada perusahaan dengan membeli saham yang baru dilepas ke pasar. Agar menarik, emiten biasanya mematok harga HMETD di bawah harga pasar.
Bagi emiten saham, langkah ini bisa meningkatkan pundi-pundi untuk kemudian digunakan dalam ekspansi bisnis, pembayaran utang, kombinasi keduanya, atau tujuan lain. Namun, bagi pemilik saham, HMETD akan menghadirkan dilema karena tidak wajib dilakukan.
Apabila pemilik saham tidak exercise haknya untuk membeli saham HMETD, maka nilai saham yang dimilikinya akan terdilusi (alias berkurang), karena emiten pasti sudah menyiapkan pembeli siaga (biasanya perusahaan besar lain) yang akan membeli HMETD yang tidak di-exercise. Namun, apabila pemilik saham akan exercise HMETD tersebut, maka ia harus mengeluarkan dana sebagai investasi tambahan pada emiten tersebut, dengan risiko harga bisa merosot setelahnya.
Nah, seringkali blunder terjadi pada saat investor memilih antara dua opsi ini: exercise atau tidak? Masalahnya, jika setelah HMETD ternyata harga saham malah turun, maka investor pasti merugi. Kalau seandainya sang investor menjual saham sebelum tanggal HMETD, justru dia malah bisa selamat. Kasus-kasus seperti ini banyak sekali. Sialnya, investor biasanya yakin kalau saham pilihannya sudah bagus, sehingga tidak melakukan evaluasi ulang saat akan exercise.
3 Hal Yang Perlu Dipertimbangan Terkait HMETD
Agar tidak salah keputusan beli atau jual saham HMTED, ada tiga hal yang perlu Anda periksa:
- Tujuan penggunaan dana modal yang terhimpun setelah HMETD. Idealnya, HMETD dengan tujuan untuk membiayai ekspansi cenderung disukai investor, sedangkan tujuan membayar utang akan dihindari investor.
- Kinerja perusahaan emiten yang melakukan HMETD. Periksa rasio profitabilitas (Return on Equity/ROE) emiten. Semakin tinggi ROE, semakin bagus pula kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba bersih.
- Harga wajar atau harga normal saham yang ditawarkan. Semata-mata harga HMETD lebih rendah dari harga pasar saja itu tidak menjamin HMETD bakal sukses. Hitung harga wajar saham berdasarkan Price Earning Ratio (PER) atau rumus harga teoritis Rights Issue.
Jika harga saham HMETD cocok dengan harga wajarnya, kinerja perusahaan bagus, dan tujuannya ideal; maka tak masalah apabila Anda beli lagi dengan exercise HMETD. Namun, jika ketiga kriteria tak terpenuhi, maka coba pertimbangkan untuk menjual saja saham yang telah Anda miliki pada level harga saat ini.
Tagged With : investasi • saham