Ingin Mendirikan perusahaan teknologi? Perhatikan Hal ini – Part 5

XM broker promo Hadiah

Ini adalah rangkaian terakhir dari pembahasan tentang hal-hal yang perlu anda ketahui sebelum mendirikan perusahaan teknologi. Saat pertama kali terjun di industri ini, semuanya mungkin terasa berbeda, karena industri teknologi memang memiliki ciri tersendiri. Namun seiring waktu, tentunya anda akan mempelajari banyak hal, hingga akhirnya terbiasa. Tentunya, selain hal-hal yang sudah dibahas di atas, beberapa pertanyaan berikut mungkin juga muncul dalam fikiran anda sebelum benar-benar mendirikan perusahaan atau bahkan setelah perusahaan anda beroperasi.

Apa saja perjanjian yang harus dibuat dengan rekan sesama pendiri perusahaan?

Seperti dibahas sebelumnya, kecil kemungkinan kalau anda akan bisa mendirikan perusahaan teknologi sendiri. Pada umumnya, investor bekerja sama dengan rekan atau sahabt untuk melakukannya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan dapat memicu ‘pecah kongsi’ di amsa mendatang, sejak awal anda dan mitra harus membuat kesepakatan tentang semua hal terkait bisnis yang akan didirikan.

mendirikan perusahaan teknologi 5

Perjanjian atau kesepakatan ini akan menjadi pelindung bagi semua pihak kelak. Tidak sedikit kasus perpecahan yang berujung pada kasus hukum akibat tidak adanya kejelasan wewenang dan tanggung jawab masing-masing sejak dini. Salah satu contoh yang populer adalah kasus hukum yang melibatkan Zuckerberg dan Winklevoss terkait Facebook. Berikut adalah beberapa hal pokok yang harus anda sepakati:

  • Bagaimana pembagian tanggung jawab di antara pendiri?
  • Apakah pembagian tanggung jawab didasarkan pada partisipasi atau keterlibatan dalam operasi perusahaan?
  • Apa saja tugas dan tanggung jawab masing-masing pendiri?
  • Jika salah satu pendiri keluar, apakah perusahaan atau pendiri lain berhak membeli sahamnya? Jika iya, berapa harganya?
  • Berapa banyak komitmen waktu yang diharapkan dari masing-masing pendiri untuk perusahaan?
  • Berapa gahi (jika anda) bagi masing-masing pendiri? Apakah anda beban yang harus ditanggung?
  • Siapa yang akan menjadi anggoa dewa direksi? (Dewan direksi memegang kekuasaan yang penting, termasuk wewenang memberhentikan pegawai, termasuk SEO)
  • Dalam situasi apa saja pendiri bisa dikeluarkan sebagai karyawan perusahaan? (biasanya berdasarkan keputusan dewan direksi).
  • Berapa asset atau uang yang dikontribusikan atau diinvestasikan kepada perusahaan?
  • Bagaimana cara pengambilan keputusan jika kelak perusahaan akan dijual?
  • Apa tujuan dan visi perusahaan ?
Baca Juga:   Tips Dropship dari Shopee untuk Keuntungan Berganda
Apa saja masalah hukum yang harus saya antisipasi?

Bahkan sejak awal pendirian usaha, anda tidak boleh abai dengan permasalahan hukum. Tidak jarang perusahaan baru akhirnya tenggelam karena masalah hukum. CEO dan pendiri harus memastikan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Berikut adalah sejumlah point penting yang harus diperhatikan perusahaan teknologi baru terkait permasalahan hukum:

  • Apakah perusahaan sudah dikelola dengan benar?
  • Apakah perusahaan sudah mematuhi semua aturan hukum yang berlaku saat menjual saham?
  • Apakah perusahaan sudah mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindung hak kekayaan intelektual perusahaan (seperti merk dagang, hak cipta, paten, atau lainnya?)
  • Apakah setiap karyawan atau pegawai kontrak diharuskan menandatangani surat Pernyataan menjaga kerahasiaan perusahaan (untuk memastikan bahwa kekayaan intelektual yang dikembangkan karyawan atau pegawai kontrak terkait perusahaan memang dianggap milik perusahaan)?
  • Apakah kesepakatan antara para pendiri perusahaan sudah didokumentasikan dengan jelas, dan apakah sudah ada titik kejelasan bahwa mereka tidak akan menjadikan kepemilikan perusahaan sebagai sengketa di masa mendatang?
  • Apakah perusahaan memiliki bentuk kontrak konsumen yang baik, yakni kontrak yang melindungi perusahaan?
  • Apakah perusahaan sudah mengumpulkan seluruh dokumentasi yang dibutuhkan dari karyawan (Misalnya, surat pernyataan minat, formulir asuransi, dan sebagainya)?
  • Jika perusahaan sudah mengeluarkan saham, apakah pemegang saham mengajukan pemilihan 83(b) dengan IRS?

Pada intinya, perusahaan harus mengantisipasi semua hal yang dapat berimplikasi terhadap masalah hukum di masa mendatang. Anda bisa mempelajari referensi tentang permasalahan hukum yang kerap dialami perusahaan baru, terutama perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Dengan demikian, anda bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk menghindarinya.

Apa perizinan yang harus saya urus?

Sebenarnya, ketentuan ini bervariasi antar wilayah. Anda perlu melihat dulu ketentuan yang berlaku di mana bisnis anda didirikan. Selain itu, jenis perizinan yang dibutuhkan juga tergantung kepada sifat usaha yang anda dirikan. Secara umum, ada beberapa surat izin, lisensi, atau regulasi yang harus anda perhatikan:

  • Surat izin untuk mendirikan usaha tertentu yang diatur sendiri (penerbangan, agrikultur, alkohol, dan sebagainya)
  • NPWP bisnis
  • Surat izin mendirikan usaha
  • Surat izin terkait zonasi (tata ruang wilayah)
  • dan sebagainya
Baca Juga:   Cara Memulai Bisnis Startup dari Nol Hingga Sukses

Di satu sisi, mendirikan perusahaan teknologi sama dengan mendirikan perusahaan lainnya, karena ada prosedur dan tata cara yang harus anda jalani. Anda juga harus membangun tim kerja, sistem pemasaran, sistem keuangan dan sebagainya. Di sisi lain, sektor teknologi memiliki ciri khas yang mungkin memerlukan perhatian khusus. Namun pada intinya, yang paling utama adalah kehati-hatian sejak awal mendirikan usaha anda.

Tagged With :

Leave a Comment