Ingin Investasi Emas Lewat Dompet Digital? Ini yang Perlu Anda Tahu

Tiga dompet digital Indonesia baru-baru ini silih berganti meluncurkan fasilitas investasi emas. DANA dan GoPay menyajikan investasi emas melalui kerjasama dengan Pluang, sedangkan Shopee menggandeng tabungan emas Pegadaian. Investasi emas lewat dompet digital kelihatannya sangat menarik, tetapi sebenarnya juga memiliki kelemahan yang perlu diperhatikan oleh investor.

Ingin Investasi Emas Lewat Dompet Digital

Dari segi keunggulan, investasi emas paling praktis boleh jadi memang lewat dompet digital. Kita bukan hanya tak perlu membeli logam mulia batangan dan koin yang merepotkan, melainkan juga bisa mulai berinvestasi dengan modal awal recehan.

Tabungan emas Pegadaian via Shopee dapat dimulai dengan modal awal hanya Rp500. Artinya, kita bisa menabung emas dari uang kembalian belanja saja. Sedangkan investasi emas lewat DANA dan GoPay hanya membutuhkan modal awal sedikit lebih tinggi, yakni mulai 0,01 gram atau sekitar Rp10.000.

Kemudahan berinvestasi itu disertai pula dengan kemudahan pencairan investasi, karena kita dapat menjual emas kapan saja pada platform yang sama. Namun, hal ini justru bisa menjadi pedang bermata dua. Anda kemungkinan akan lebih mudah untuk menjual emas karena butuh uang, meskipun harganya belum naik dan harus menanggung biaya spread yang besar.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda mulai investasi emas lewat dompet digital. Antara lain:

  1. Perhatikan spread atau selisih harga jual dan harga beli emas. Kalau perlu, buat catatan terpisah secara offline untuk menjumlahkan harga beli emas Anda dari waktu ke waktu. Jangan sampai mencairkan investasi Anda saat harga jualnya di bawah total harga beli tercatat.
  2. Perhatikan biaya atau fee yang dikenakan saat pembelian dan penjualan emas. Jumlah fee per transaksi bisa jadi sangat kecil, sekitar beberapa ratus atau beberapa ribu rupiah saja per gram. Namun, jika Anda sudah menabung emas dalam jumlah besar maka nilainya bisa cukup banyak.
  3. Awas biaya cetak emas yang mahal. Salah satu kelemahan utama investasi emas digital adalah biaya pencetakan emas yang sering kali lebih mahal daripada pembelian emas batangan Antam atau USB secara langsung. Solusinya, ada baiknya mempertahankan emas dalam bentuk digital saja tanpa perlu mencetaknya. Hal ini juga akan menghindarkan Anda dari biaya penyimpanan emas yang mahal dan risiko pencurian.

Setelah mengetahui beberapa tips di atas, Anda sekarang sudah siap untuk investasi emas lewat dompet digital mana pun. Cukup klik-klik untuk mendaftar, lalu setorkan nominal tabungan berapa pun yang bisa disisihkan dari uang belanja. Sangat praktis, bukan!?

Tagged With :

Leave a Comment