Ingin Buka Deposito? Kenali Dulu Beda 3 Jenis Deposito Ini

Deposito termasuk salah satu wahana investasi berisiko rendah yang amat diminati masyarakat. Sayangnya, banyak orang mulai buka deposito tanpa memahami macam ragamnya, sehingga malah gagap saat ditanya oleh petugas bank. Nah, agar Anda lebih lancar memilih investasi yang tepat serta menyampaikan keinginan Anda kepada bank, ada baiknya mengenal jenis – jenis deposito ini terlebih dahulu.

Pada umumnya, jenis deposito dalam dikelompokkan menjadi tiga, yakni Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito, dan Deposito On-Call. Apa bedanya? Mari simak bersama-sama.

Suku Bunga Deposito Tertinggi Januari 2019

1. Deposito Berjangka

Ini adalah jenis deposito yang paling populer di Indonesia, biasanya ditawarkan oleh bank dengan jangka waktu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Suku bunga deposito akan diperhitungkan pada akhir masa penyimpanan, kemudian dapat dikirim langsung ke rekening tabungan nasabah ataupun digulirkan kembali (rollover) untuk deposito dengan perpanjangan otomatis.

Saat membuka deposito berjangka, Anda tak hanya perlu memilih jangka waktunya saja. Anda juga perlu memilih apakah deposito itu hanya akan disimpan hingga jatuh tempo (Non-ARO), atau bunganya ditarik tapi pokoknya diperpanjang otomatis (ARO), atau bunga dan dana pokok akan secara otomatis digulirkan ke periode jangka waktu berikutnya (ARO Plus).

2. Sertifikat Deposito

Jenis deposito yang satu ini juga memiliki jangka waktu antara 3, 6, hingga 12 bulan. Bedanya, Anda akan mendapatkan sertifikat deposito yang dapat dipindahtangankan sebagai bukti kepemilikan. Pendapatan bunga dari deposito ini biasanya juga sudah diperhitungkan di muka, sehingga Anda bisa mengetahui nilai deposito kelak dan menggunakan sertifikatnya sebagai agunan kredit ataupun diperjualbelikan dengan orang lain.

3. Deposito On-Call

Dibandingkan deposito lain, Deposito On-Call umumnya ditawarkan dengan jangka waktu lebih pendek, yaitu antara 7 hari hingga kurang dari sebulan. Minimal dana yang disimpan dalam Deposito On-Call juga biasanya jauh lebih besar ketimbang deposito berjangka atau sertifikat deposito biasa, atau antara 50 Juta hingga 100 Juta.

Baca Juga:   Awas Deposito Bodong! Ini 2 Tanda yang Perlu Diwaspadai

Sebutan “on-call” dilampirkan karena deposito ini hanya dapat ditarik beberapa hari setelah nasabah memberikan notifikasi kepada pihak bank. Besar suku bunga juga dapat dinegosiasikan secara privat antara nasabah dengan bank.

Dari ketiga jenis deposito di atas, manakah yang paling menarik bagi Anda? Untuk simpanan korporat dalam jumlah besar, maka Deposito On-Call bisa jadi lebih cocok. Untuk deposito yang akan dihadiahkan kepada orang lain seperti mahar atau hadiah pernikahan, maka Sertifikat Deposito akan lebih ideal. Namun, jika Anda ingin menyimpan dana dengan harapan meraup akumulasi pendapatan bunga besar di masa depan, maka Deposito Berjangka lebih tepat.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar