IHSG Berpotensi Terkoreksi, Investor Pantau Data Ekonomi dan Kebijakan AS

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah indikator kinerja pasar saham di Indonesia. IHSG mengukur perubahan harga saham dari seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Prediksi IHSG pada Senin, 10 Februari

Pada hari Senin, 10 Februari, IHSG diperkirakan akan melemah. Pada penutupan perdagangan hari Jumat, 7 Februari, IHSG berada di zona merah dengan penurunan sebesar 132,96 poin atau 1,93% menjadi 6.742,576.

Sentimen Negatif yang Mempengaruhi IHSG

Terdapat beberapa sentimen negatif yang berpotensi menekan IHSG pada hari Senin, antara lain:

  • Pelemahan Wall Street: Indeks Wall Street melemah sekitar 1% pada hari Jumat, 7 Februari. Pelemahan ini dipicu oleh rencana pengumuman kebijakan tarif baru oleh Presiden AS pada hari Senin, 10 Februari. Kebijakan ini dikhawatirkan dapat memicu lonjakan inflasi global.
  • Risiko Inflasi Global: Risiko inflasi global membuat indikasi pelemahan sektor ketenagakerjaan di AS dari sejumlah data terbaru diyakini tidak akan mempengaruhi pandangan the Fed di 2025.
  • Peningkatan Risiko Ketidakpastian Global: Peningkatan risiko ketidakpastian global berpotensi memicu capital outflow lanjutan dari Pasar Modal Indonesia.
  • Aksi Jual Saham Big Cap: Saham-saham bank berkapitalisasi besar yang menopang IHSG di akhir pekan lalu dikhawatirkan akan mengalami aksi jual di awal pekan ini.

Sentimen Positif yang Dapat Meredam Pelemahan IHSG

Meskipun terdapat sentimen negatif, ada juga beberapa data domestik yang dapat meredam aksi jual, seperti penjualan motor, keyakinan konsumen, dan penjualan ritel di Januari 2025. Konsumsi domestik diperkirakan masih cukup solid di Januari 2025, melanjutkan kondisi di atas ekspektasi pada Desember 2024 lalu.

Rekomendasi Saham dari Analis

Beberapa rekomendasi saham pada hari Senin, 10 Februari dari Tim Analis Phintraco yaitu DSSA, MEDC, EXCL, HRTA, dan TBIG. Sementara itu, Tim Analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham BBRI, ITMG, MIKA, dan TOBA.

Disclaimer:

Perlu diingat bahwa prediksi pasar saham tidak selalu akurat. Investor disarankan untuk melakukan riset dan analisis sendiri sebelum mengambil keputusan investasi.

 

Leave a Comment