Ide Potensial Untuk Kerjasama Bank dan Fintech: Part 1

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, semua industri di seluruh dunia dituntut untuk melakukan penyesuaian diri secara signifikan jika ingin bertahan dalam bisnisnya. Khususnya di sektor perbankan, ada beberapa realita yang terlihat saat ini. Pertama, serikat bank dan jasa simpan-pinjam membutuhkan sumber penghasilan baru yang tidak berbasis bunga. Kedua, perusahaan Fintech harus mulai menghasilkan pendapatan. Ketiga, kerjasama bank dan Fintech adalah pilihan yang saling menguntungkan (win-win).

Kerjasama dua pelaku di industri keuangan ini akan membantu bank dalam memberikan pelayanan yang sebelumnya membutuhkan waktu pengembangan hingga bertahun-tahun. Sementara itu, perusahaan Fintech terbantu dalam hal distribusi skala secara lebih cepat dan lebih murah dibanding jika mereka melakukannya sendiri.

kerjasama bank dan fintech

Kerjasama bank dan Fintech: Pilihan Menarik bagi Semua Pihak

Ada sejumlah peluang kerjasama bank dan Fintech yang berpotensi mendatangkan pendapatan bagi kedua belah pihak, namun sangat sedikit bank yang memanfaatkan peluang tersebut. Kenapa? Ternyata, sejumlah bank belum menjadikan kemitraan dengan Fintech sebagai suatu prioritas. Padahal, studi menunjukkan bahwa di antara serikat bank dan jasa simpan-pinjam yang berencana bekerja sama dengan Fintech, 86% melaporkan bahwa perbaikan pelayanan kepada konsumen merupakan prioritas utama mereka.

Selanjutnya, sekitar 40% mengatakan bahwa prioritas utama mereka adalah mengurangi biaya operasi dan mengurangi resiko penipuan. Selanjutnya, hanya sepertiga yang menjadikan pengembangan lini produk sebagai prioritas utama. Seperti dibahas sebelumnya, lembaga-lembaga keuangan skala menengah tidak pernah mengeluarkan biaya yang cukup untuk memenuhi dan memperbaiki pelayanan kepada konsumen.

Tentunya, dibutuhkan waktu untuk mengembangkan strateginya. Sementara itu, bank membutuhkan upaya pengurangan biaya maupun penipuan saat ini. Sebenarnya, ada banyak peluang bagi bank untuk bekerjasama dengan fintech yang dapat menghasilkan pendapatan. Dengan demikian, mereka bisa membuktikan bahwa mereka berbeda dari bank-bank besar lainnya.

Ide Kerjasama bank dan Fintech

Berikut adalah beberapa ide kerjasama bank dan Fintech yang dapat anda pertimbangkan:

Jasa Negosiasi Tagihan

Bank umumnya menghadapi dua masalah terkait tagihan: 1) Hanya 14% konsumen menggunakan platform digital dari bank atau perusahaan kredit untuk membayar tagihan mereka, dan 2) dari 14% tersebut, mereka umumnya adalah konsumen yang usianya sudah lebih tua.

Lalu, apa masalahnya? Karena membayar tagihan di situs atau app milik bank memberikan peluang bagi bank untuk membantu konsumen mengambil keputusan yang lebih cerdas tentang kehidupan finansial mereka. Layanan seperti ini diharapkan dapat mendorong terciptanya loyalitas dan hubungan jangka panjang dengan bank.

Tapi, bagaimana bank bisa memberikan rekomendasi pembayaran tagihan jika konsumen tidak membayar tagihan menggunakan situs atau app milik mereka? Tentunya tidak bisa. Dan, selama beberapa tahun terakhir, upaya untuk mewujudkan hal ini belum membuahkan hasil yang nyata. Bukankah inilah waktunya untuk strategi baru? Bagaimana dengan kemitraan dengan Fintech seperti Billshark yang bisa membantu menegosiasikan tagihan konsumen, sehingga mereka bisa menghemat penghasilannya?

Misalnya, Radius Bank bermitra dengan fintech sejak bulan Oktober 2018. Chris Tremont dari Radius Bank menolak berkomentar tentang berapa banyak penggunakan yang sudah mengadopsi alat negosiasi tagihan yang sudah dihasilkan untuk bank. Namun, pihak bank mengaku senang dengan kemitraan tersebut.

Pengelolaan Layanan Berlangganan

Pastinya sangat melelahkan mendengar istilah “ekonomi subskripsi.” Namun, faktanya masih sama: secara rata-rata, orang Amerika mendaftarkan diri ke hampir 13 layanan (ini juga angka tengah, sebagian bahkan memiliki lebih dari 13 layanan berlangganan). Pastinya sangat rumit untuk menelusuri semuanya. Meskipun ada sejumlah aplikasi mobile yang tersedia untuk menelusuri subskripsi yang dimiliki, namun layanan ini belum tersedia di semua daerah. Saat ini, layanan satu aplikasi untuk mengelola semua subkripsi atau layanan berlangganan baru tersedia di Eropa.

Misalnya, Minna Technologies bekerja sama dengan bank-bank seperti Swedbank dan Spare Bank to membantu nasabah bank mengelola siklus berlangganan yang dimiliki, termasuk: 1) membeli layanan berlangganan baru, 2) menelusuri seberapa banyak uang yang sudah dihabiskan untuk layanan berlangganan; 3) membanding antar provider dan berganti provider, serta 3) menghentikan layanan berlangganan yang tidak diinginkan.

Namun, mungkin mudah untuk memimpikan kalau sebagian bersedia membayar fee untuk menghindari masalah rumit saat ingin berhenti dari satu layanan berlangganan. Tentunya, pihak bank juga akan mendapatkan manfaat dari kemitraan semacam ini, yakni potensi penurunan biaya-biaya terkait layanan konsumen. Sebagai contoh, salah satu bank mitra Minna Technologies menerima puluhan ribu telepon setiap bulan untuk menghentikan layanan berlangganan, karena tagihan yang tak diinginkan, atau karena sengketa. Dengan aplikasi ini, Minna memperkirakan kalau mereka bisa mengurangi biaya layanan konsumen hingga $5 juta.

Selain dua jenis layanan di atas, masih ada sejumlah ide kerjasama bank dan Fintech yang bisa dipertimbangkan. Kerjasama yang baik akan menguntungkan semua pihak, bukan hanya pihak bank dan perusahaan Fintech, namun yang terpenting adalah, lembaga keuangan bisa memberikan layanan yang memuaskan bagi konsumen.

Tagged With :

Leave a Comment