Harga Saham Lemonade LMND Langsung Meroket Setelah IPO

Di tengah pandemi covid-19, layanan keuangan berbasis digital, termasuk asuransi, menjadi idola para konsumen. Semua orang berupaya mengurangi resiko penularan virus dengan cara meminimalisir kontak fisik. Dalam beberapa hari ini, perusahaaan asuransi online Lemonade mencatat kenaikan harga saham yang cukup signifikan. Bahkan, harga saham Lemonade dikabarkan naik hingga 100% hanya dalam beberapa hari setelah penawaran saham perdana (IPO).

Lemonade adalah sebuah perusahaan asuransi online yang didukung oleh SoftBank. Perusahaan ini melakukan penawaran saham perdana sebagai perusahaan publik pada hari Kamis lalu. Perusahaan asal New York ini masih relatif baru. Lemonade berdiri pada Tahun 2016 dan menawarkan sistem yang berbeda dari layanan perusahaan asuransi lainnya.

Harga Saham Lemonade

Harga Saham Lemonade Langsung Melonjak

Pada saat IPO, harga saham Lemonade adalah $29 per lembar.  Saham Lemonade diperdagangkan dengan nama LMND di Bursa Saham New York. Sepertinya, Lemonade cukup optimis. Hal ini terlihat dari melonjaknya harga LMND hanya beberapa hari setelah IPO. Saat ini, harga per lembar telah mencapai $65. Salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga saham ini adalah ide tentang disrupsi terhadap bisnis asuransi konvensional. Para investor mencari perusahaan yang kreatif dan inovatif di masa pendemi covid-19. Salah satunya adalah dengan layanan asuransi properti secara online.

Lemonade saat ini sedang mengajukan permohonan ke Securities and Exchange Commission untuk menawarkan 11 juta lembar saham dalam penawaran perdananya. Jika semuanya terjual, perusahaan bisa mengumpulkan dana hingga $367 juta sesuai harga IPO. Artinya, nilai valuasi yang dikumpulkan bisa mencapai $1.6 milyar.

Sebenarnya, valuasi tersebut turun dibandingkan valuasi yang diperoleh pada saat penggalangan dana secara privat yang dilaksanakan pada tahun 2019 dengan sokongan SoftBank. Pada saat itu, valuasi Lemonade mencapai $2.1 milyar. Namun, permasalahan investasi yang dihadapi SoftBank dalam beberapa tahun terakhir bukanlah rahasia. Namun hingga saat ini, SoftBank sepertinya masih mampu bertahan.

Menurut permohonan yang diajukan Lemonade ke SEC, SoftBank akan memegang 21.8% dari saham perusahaan setelah IPO tersebut. Investor lain yang memegang saham cukup besar adalah reksadana Sequoia Capital dan Aleph (perusahaan venture capital asal Israel).Masing-masingnya memegang 8.3% saham. Selanjutnya, dua pendiri Lemonade, yakni Shai Wininger dan Daniel Schreiber masing-masing memegang saham 29% dan 28,3%.

Seputar Layanan Asuransi Online dari Lemonade

Lemonade dinilai sebagai perusahaan asuransi properti online yang menyasar kelompok millenial. Layanan asuransi oleh Lemonade diberikan berbasis mobile app yang mengubah asuransi properti menjadi produk keuangan yang berorientasi konsumen. Pada Tahun 2019, Forbes bahkan memasukkan Lemonda dalam daftar 50 perusahaan berbasis Artificial Intelligence (AI) paling menjanjikan di Amerika.

Perusahaan ini menawarkan asuransi kepada penyewa dan pemilik real estate menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan layanan chatbots. Lemonade tidak menjual polis yang disokong oleh perusahaan asuransi besar. Namun, perusahaan mempertahankan liabilitas klaim dengan neraca sendiri. Dengan demikian, Lemonda bisa membayar klaim asuransi dari konsumen hanya dalam beberapa menit atau bahkan beberapa detik saja.

Perusahaan asuransi properti online ini cukup optimis dengan berfokus kepada konsumen muda dan konsumen baru. Menurut laporan, lebih 70% dari konsumennya masih berusia di bawah 35 Tahun dan 90% adalah konsumen yang baru pertama kali memiliki asuransi. Perusahaan optimis bahwa pemilihan segmen konsumen ini merupakan jalur yang tepat untuk meningkatkan profitabilitas perusahaan.

Strategi kunci yang digunakan perusahaan adalah menyasar konsumen muda sebelum mereka menjadi sasaran perusahaan-perusahaan asuransi besar. Saat usia mereka bertambah, maka bisnis yang mereka jalankan diharapkan juga semakin berkembang. Artinya, basis konsumen yang dibangun sejak awal akan semakin kuat, karena mereka akan semakin membutuhkan layanan asuransi untuk memproteksi aset-aset mereka.

Prospek Perkembangan Harga Saham Lemonade

Meski harga saham Lemonade langsung melonjak setelah penawaran perdana, tetap saja ada pertanyaan yang perlu diantisipasi para investor. Apakah Lemonade akan mampu mencatatkan laba? Pada Tahun lalu, perusahaan ini melaporkan pendapatan sebesar $67 juta, dengan kerugian mencapai $108,5 juta. Pada Tahun 2018, perusahaan ini mencatat pendapatan sebesar $22.5 juta dan kerugian sebesar $53 juta.

Apakah perusahaan mampu mencatatkan laba atau tidak merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. Menurut Bixby, Lemonade belum begitu profitable, karena perusahaan masih memfokuskan investasinya untuk mengembangkan perusahaan. Lemonade juga menghabiskan cukup banyak uang untuk pemasaran dan menarik konsumen baru. Meski demikian, para pakar menilai bahwa perusahaan ini sudah berjalan di jalur yang cukup baik. Hal ini terlihat dari perbaikan cash flow dan margin operasi dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak pengamat yang merasa optimis dengan perkembangan harga saham Lemonade. Sebagian memprediksi bahwa Lemonade akan mampu mencatatkan keuntungan dalam jangka menengah. Namun untuk jangka pendek, perusahaan masih harus fokus pada upaya mendapatkan konsumen. Saat ini, perusahaan juga sedang merancang upaya perluasan bisnisnya hingga ke Eropa, menambah varian layanan asuransi (seperti asuransi hewan peliharaan), dan menambahkan cakupan layanan asuransi jiwa dan asuransi kendaraan kepada konsumennya saat ini.

Tagged With :

Leave a Comment