Ada suatu perspektif yang berlaku umum bahwa pemimpin adalah orang yang berbicara paling banyak, ucapannya adalah keputusan, dan poin-poin penyampaiannya adalah yang terpenting. Namun terkadang, gaya kepemimpinan yang terbaik terlihat ketika kita berhenti dan fokus mendengarkan daripada berbicara. Di satu sisi, para pemimpin adalah mereka yang memikirkan gambaran utuh tentang kemana perusahaan akan dibawa dan memastikan bahwa perusahaan berjalan ke arah yang tepat untuk mencapai misi dan tujuannya. Di satu sisi, banyak pemimpin sukses membuktikan bahwa jawaban terbaik terhadap ‘apa yang harus dilakukan’ seringkali justru datang dari tim, bukan dari pemimpin.
Gaya Kepemimpinan Seperti Apa Yang Ideal?
Oleh sebab itu, seorang pemimpin mesti tetap waspada dan terbuka menerima masukan tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dengan lebih baik. Berikut adalah beberapa alasan kenapa gaya kepemimpinan yang baik bukanlah pemimpin yang selalu menjadi sentral poin, melainkan mereka yang terbuka mendengar masukan dari tim.

Melihat Dari Semua Sudut
Dalam keseharian, tim andalah yang paling banyak bekerja. Bisa dikatakan, merekalah yang paling dekat dengan konsumen dan klien anda, dengan anggota tim lainnya, dengan program, proses, maupun prosedur yang berlaku di perusahaan. Anda tidak bisa dilibatkan dalam segala hal, seperti halnya tim anda secara kolektif. Di satu sisi, delegasi memang salah satu bagian penting dari kepemimpinan, namun di sisi lain, hal ini bisa memicu blind spot, jika anda sebagai pemimpin tidak meminta masukan secara teratur dari mereka yang lebih dekat dengan berbagai bagian dari proses perusahaan.
Pikiran-pikiran luar biasa yang ada pada tim anda bukan hanya harus dihargai, namun juga harus dikembangkan. Berikan dorongan dan dukungan untuk terciptanya komunikasi terbuka, bahkan sekalipun ide-ide tersebut terasa bertentangan dengan ide anda. Perspektif yang berbeda bisa membawa perusahaan ke arah yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya, karena anda tidak pernah berada di tengah-tengah proses bisnis layaknya tim anda.
Jarang ada perusahaan sukses di mana semua proses pengambilan keputusan dikerjakan oleh satu orang. Hal itu bukan hanya tidak mungkin, namun juga tidak semestinya terjadi. Semakin banyak perspektif akan membawa ke produk kebijakan atau tawaran yang lebih dinamis dan baik, karena perspektif dan pengetahuan yang dipertimbangkan di dalamnya bukan hanya milik satu orang.
Lingkungan Kerja Positif
Gaya kepemimpinan yang sesuai akan membawa suasana lebih menyenangkan di dalam perusahaan. Ketika anggota tim menjadi bagian dari fase pembuatan dan pengembangan ide, maka akan lebih banyak partisipasi dari mereka. Mereka merasa lebih dihargai dan lebih nyaman berbicara. Hal semacam ini dapat mendorong agar semua anggota di setiap level menggunakan fikiran mereka secara lebih dinamis, sehingga peran dan fungsi mereka akan terasa lebih menarik dan dinamis.
Upaya bersama untuk mencapai tujuan juga akan membangun kolaborasi dan rasa komunitas di antara tim, sehingga tercipta suatu kelompok kerja yang lebih efektif dan bersemangat. Dengan mendorong anggota untuk turut serta dalam diskusi seputar kebijakan perusahaan, anda bisa menyusun rencana yang lebih matang, dan mereka bisa menjadi bagian di setiap tahapannya. Alhasil, anggota tim akan merasakan kebanggaan tersendiri dalam setiap kesuksesan yang mereka capai. Anda akan menyadari bahwa anda telah memiliki anggota tim yang penuh dedikasi, ketika mereka dijadikan sebagian bagian dari gambaran besar perusahaan di masa mendatang.
Menarik Calon Klien dan Konsumen
Keterbukaan terhadap sudut pandang yang berbeda-beda menunjukkan bahwa perusahaan anda menghargai komunitas, karena sebuah lingkungan kerja yang kuat dan menghargai orang-orangnya bisa membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen maupun kliennya. Ketika anggota tim merasa bahwa kehadiran mereka penting bagi perusahaan, maka mereka akan bersedia menjadi bagian dari proses membangun budaya hubungan. Mereka lebih bertanggung jawab terhadap tugasnya, dan hal semacam ini biasanya menghasilkan kinerja atau layanan konsumen yang jauh lebih baik.
Mungkin, butuh waktu untuk menghargai (atau bahkan menghargai) betapa bergunanya sudut pandang yang empatik dan pemahaman terhadap perspektif yang berbeda-beda dalam gaya kepemimpinan. Tentunya, dibutuhkan upaya dan waktu, namun nilainya tidak terhingga dalam membuat anggota tim merasa bahwa suara mereka didengarkan dan menyadadri bahwa masukan mereka berharga. Jadi, para pemimpin direkomendasikan agar sudut pandang ini dijadikan bagian dari budaya kerja perusahaan setiap harinya.
Manfaat Gaya Kepemimpinan Simpatik: Kesimpulan
Ya, gaya kepemimpinan simpatik ditandai dengan pemimpin yang menghargai pendapat anggota tim atau karyawannya. Pemimpin yang simpatik tidak merasa benar sendiri. Jadi, cobalah memahami permasalahan yang ada secara serius, dan pahami kenapa permasalahan itu terjadi. Seorang pemimpin harus mampu memberdayakan timnya. Hal itu dimulai dari memberikan ruang bagi setiap orang untuk didengarkan. Terkadang, feedback yang datang sulit diterima, namun jika feedback itu demi kebaikan karyawan maupun perusahaan, maka tentunya diperlukan.
Tagged With : gaya kepemimpinan