Pernahkah kamu mencoba mengirim order beli atau order jual saham berkali-kali, tetapi gagal? Pemula sering sekali kebingungan menghadapi kendala seperti ini, kemudian berprasangka yang bukan-bukan terhadap perusahaan sekuritasnya. Memang bisa jadi kegagalan jual/beli saham disebabkan karena platform trading yang bermasalah. Tetapi situasi ini justru kemungkinan besar timbul karena dinamika pasar.

Agar tidak bersyak-wasangka keliru, mari kita tengok lima (5) hal yang kemungkinan menjadi sebab gagalnya order beli atau jual.
- Bursa belum buka, sudah tutup, atau sedang istirahat: Saking antusiasnya, pemula seringkali langsung mengirim order beli segera setelah pendaftaran rekening efeknya disetujui. Padahal, mungkin bursa saat itu sedang tutup. Sebelum mengirim order beli ataupun jual saham, periksa dulu jam buka bursa efek Indonesia.
- Saham terkena auto reject atas (ARA) atau auto reject bawah (ARB): BEI memiliki mekanisme auto reject di mana perdagangan saham yang terlalu volatile akan dihentikan otomatis, kemudian jual-belinya baru bisa dimulai kembali keesokan hari. Apabila harga saham sudah naik terlalu tinggi dalam satu hari perdangan, saham akan dikenai ARA. Sedangkan jika harga saham sudah merosot terlalu dalam maka akan terkena ARB. Aturan tentang ARA dan ARB saat trading saham dapat diperoleh di situs web BEI.
- Saham tersuspensi: BEI juga bisa menyetop perdagangan suatu saham jika pergerakannya dianggap janggal (Unusual Market Activity/UMA) atau emitennya melakukan pelanggaran. Penghentikan perdagangan yang disebut suspensi ini baru akan dicabut jika pihak emiten dapat memberikan penjelasan terkait kejanggalan atau masalah yang timbul. Daftar saham tersuspensi juga tersedia di situs web BEI.
- Salah input order: Kalau menyaksikan order book pada platform trading saham, Anda akan melihat harga bid/ask dalam pecahan (fraksi) yang sangat teratur. Umpamanya untuk order book saham SIDO ada penawaran dengan harga 780, 785, 790, dan seterusnya. Tidak ada penawaran maupun permintaan pada harga ganjil seperti 781. Hal ini terjadi karena aturan fraksi harga saham. Nah, apa yang terjadi kalau salah input order pada harga 781? Tentu saja order jual/beli saham akan gagal.
- Platform trading saham error: Error atau freeze pada platform trading saham cukup sering terjadi, khususnya pada jam-jam pembukaan dan penutupan bursa. Semakin banyak trafik order pada jam-jam tersebut, semakin berat pula beban server. Akibatnya, kita kemungkinan tidak bisa mengirim order jual/beli.
Diantara kelima kendala ini, empat yang paling awal berhubungan dengan mekanisme bursa. Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang macam ragam aturan bursa agar lebih familiar dan tidak menghadapi masalah serupa di masa depan. Sedangkan untuk masalah yang berhubungan dengan platform trading saham, kita hanya bisa meminta perusahaan sekuritas agar memperbaiki kinerja mereka saja. Apabila sekuritas mengabaikan terus menerus, pertimbangkanlah untuk berpindah ke sekuritas lain yang menyediakan fasilitas lebih unggul.
Tagged With : investasi online • investor saham • trading saham