FOMC Juli Tak Begitu Dovish Namun Dolar Malah Jatuh, Mengapa?

XM broker promo bonus

Dolar AS melemah terhadap mata uang-mata uang mayor, setelah pengumuman kebijakan moneter pada Kamis (29/Juli) kemarin. EUR/USD menjadi mata uang yang melejit paling tinggi, yakni menuju ke level tertinggi dalam hampir dua pekan. Semantara itu, USD/JPY jeblok kembali ke bawah 110.

dxy

Satu hal yang terbilang menarik dari rapat FOMC kemarin adalah: Ketua The Fed Jerome Powell, tidak menunjukkan kekhawatiran yang terlalu besar pada lonjakan kasus infeksi COVID Delta. Ia bahkan mengatakan bahwa implikasi kenaikan kasus infeksi pada perekonomian mulai berkurang.

Dalam konferensi persnya, Powell mengatakan,”Pandangan kami, setelah melihat gelombang berturut-turut COVID selama setahun terakhir dan beberapa bulan sekarang yaitu, implikasinya pada ekonomi dari setiap gelombang cenderung berkurang. Kita akan melihat apakah itu juga akan terjadi dengan varietas delta. Tapi itu tentu bukan ekspektasi yang tidak beralasan.”

Menurut ulasan Kathy Lien dari BK Asset Managements, hal itu menyiratkan bawa para pembuat kebijakan The Fed akan mengawasi trend virus Corona secara hati-hati, tetapi tidak ada kesegeraaan yang mengarah pada perubahan kebijakan atau ekspektasi tapering. Bank sentral akan melanjutkan diskusi tentang pengurangan pembelian aset akhir tahun ini, kecuali jika kebijakan lockdown total kembali diberlakukan di AS.

Pernyataan FOMC kemarin hanya berisi sedikit perubahan, sehingga tidak ada yang berdampak besar pada pergerakan pasar. The Fed tak hanya mengeliminasi pernyataan soal efektivitas vaksinasi yang mengurangi “penyebaran COVID-19” di AS, tetapi juga mengapus kata “secara signifikan” dari kalimat tentang “alur ekonomi” yang terus “bergantung pada jalannya virus.”

3 Alasan Dolar Jeblok Pasca FOMC

Pesimisme yang berkurang dalam pernyataan Outlook ekonomi tersebut semestinya positif untuk Dolar. AKan tetapi, greenback justru terjual habis ketika Powell menjelaskan bahwa soal waktu pelaksanaan tapering yang mungkin masih butuh waktu beberapa bulan lagi.

Baca Juga:   Kurs Dollar Hari Ini - Kamis, 11 Febuari 2021

Menurut Lien, ada 3 alasan yang membuat orang menjual Dolar AS kemarin:

  1. The Fed mengesampingkan kenaikan inflasi
    Powell mengakui bahwa inflasi naik lebih tinggi daripada ekspektasi, tetapi kembali menekankan bahwa hal itu hanya sementara.
  2. The Fed Tidak Membuat Keputusan Soal Waktu Tapering Meskipun Powell mengungkapkan bahwa The Fed melakukan “penyelaman mendalam pertama” mereka tentang cara mengurangi pembelian obligasi, tetapi tidak ada keputusan tentang waktu taper yang dibuat.
  3. Tak Ada Kemajuan Penting Yang Dibuat

Sambil menyinggung bahwa masih ada jutaan orang yang menganggur, Powell menekankan bahwa ekonomi masih jauh dari kemajuan substansial lebih lanjut menuju inflasi yang stabil dan lapangan kerja maksimum.

Jadi, inti FOMC kemarin adalah bank sentral tetap optimis dan tidak terburu-buru untuk mengurangi pembelian aset. Investor mendapatkan sangat sedikit keyakinan bahwa sinyal untuk mengurangi pembelian obligasi The Fed akan datang pada bulan Agustus. Dengan ketidakpastian varian Delta secara global, bank sentral akan melihat bagaimana situasi berkembang dan membuat keputusan apakah akan menunda sinyal ketika waktunya tiba bulan depan.

Tagged With :

Leave a Comment