Setelah Pertemuan The Fed, Wall Street Ditutup Melemah  

XM broker promo bonus

Pada perdagangan Rabu (28/7/2021), Indeks Utama Wall Street, S&P 500 berakhir sedikit melemah. Padahal, Bank Sentral AS Federal Reserve mengatakan pemulihan ekonomi AS tetap pada jalurnya dan bank sentral belum mempertimbangkan perlunya menaikkan suku bunga.

Dikutip dari Reuters, Kamis (29/7), Dow Jones Industrial Average turun 127,59 poin, atau 0,36 persen menjadi 34.930,93, S&P 500 kehilangan 0,82 poin, atau 0,02 persen menjadi 4.400,64 dan Nasdaq Composite naik 102,01 poin, atau 0,7 persen menjadi 14.762,58.

Ketua The Fed Jerome Powell juga mengatakan bahwa pasar kerja AS saat ini masih membutuhkan beberapa dukungan bantuan ekonomi. Namun ada sinyal bahwa pihaknya akan mencabut bantuan yang telah diberikan bank sentral AS sejak musim semi 2020 tersebut.

Tepat setelah pernyataan Fed, indeks S&P 500 membalikkan sedikit penurunan dan berakhir menurun tipis.

Di sisi lain, investor juga masih khawatir tentang kenaikan inflasi dan lonjakan kasus COVID-19 dapat memengaruhi rencana bank sentral untuk mulai menarik stimulusnya.

Bank sentral juga mengatakan kenaikan inflasi merupakan faktor sementara. The Fed pun memutuskan mempertahankan suku bunga acuan mendekati nol dan tidak mengubah program pembelian obligasi.

Saham induk perusahaan Google, Alphabet Inc mencapai rekor tertinggi sepanjang masa setelah melaporkan hasil kuartalan yang positif. Saham berakhir naik 3,2 persen. Saham Microsoft Corp berakhir turun 0,1 persen sedangkan saham raksasa teknologi Apple Inc turun 1,2 persen.

Volume perdagangan di Wall Street mencapai 9,86 miliar saham, serupa dengan rata-rata perdagangan saham selama 20 hari terakhir.

 

ZONA MERAH

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan saham sore ini, Rabu (28/7). IHSG ditutup turun 8,526 poin (0,14 persen) ke posisi 6.088,523.

Baca Juga:   Akibat Kekhawatiran Virus Corona, Wall Street Kembali Tergelincir

Indeks LQ45 ditutup melemah 7,120 poin (0,85 persen) ke 830,700. Sebanyak 187 saham naik, 305 saham turun, dan 158 saham stagnan.

Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 1.381.534 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 18,933 miliar saham senilai Rp 12,495 triliun.

Saham-saham penekan indeks atau top losers sore ini di antaranya Jasnita Telekomindo (JAST) yang turun 12 poin (6,98 persen) ke Rp 160, Metrodata Electronics (MTDL) turun 220 poin (6,88 persen) ke Rp 2.980, PAM Mineral (NICL) turun 14 poin (6,67 persen) ke Rp 196, Multipolar (MLPL) turun 35 poin (6,14 persen) ke Rp 535, Bank Ganesha (BGTG) turun 16 poin (5,80 persen) ke Rp 260.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah sore ini melemah 5 poin (0,03 persen) di Rp 14.487,5 terhadap dolar AS.

Berikut kondisi bursa saham Asia sore ini:

Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 388,561 poin (1,39 persen) ke 27.581,660

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 387,451 poin (1,54 persen) ke 25.473,881

Indeks SSE Composite di China turun 19,590 poin (0,58 persen) ke 3.361,590

Indeks Straits Times di Singapura naik 4,070 poin (0,13 persen) ke 3.142,880.

 

 

Leave a Comment