4 Langkah Mendapatkan Keuntungan Dari Trading Minyak

Minyak mentah (Crude Oil) menawarkan potensi keuntungan besar dikarenakan perubahan harganya yang selalu mengikuti kondisi ekonomi dan politik dunia, serta statusnya sebagai sumber energi utama. Namun, masih jarang trader yang memilih untuk memperdagangkan komoditas ini, karena kondisi pasarnya yang kurang dikenal. Nah, apabila Anda termasuk salah satu trader yang ragu soal bagaimana caranya mendapatkan keuntungan dari trading minyak, simak empat langkah mudah ini.

 

1. Pahami faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi harga minyak mentah.

Secara umum, harga minyak mentah dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran (supply and demand). Peningkatan permintaan atau penurunan pasokan bakal mendorong harga minyak meningkat, sedangkan penurunan permintaan atau kenaikan pasokan bakal mengakibatkan pelemahan harga. Namun, ada berbagai variabel lain yang dapat mengusik permintaan dan penawaran tersebut. Nah, agar bisa untung dari trading minyak, Anda harus memahami faktor-faktor ini.

 

4 Langkah Mendapatkan Keuntungan Dari Trading Minyak

 

2. Mengenali motif pemain pasar.

Pemain pasar minyak modern mencakup spekulan dan perusahaan-perusahaan komersil. Spekulan bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan beli, sedangkan perusahaan komersil akan memperdagangkan minyak mentah untuk tujuan hedging. Pemahaman mengenai motif setiap pemain pasar akan membantu Anda mengukur seberapa besar dampak suatu berita tertentu pada harga minyak.

 

3. Pilih tipe minyak apa yang akan ditradingkan.

Perlu diketahui, acuan minyak dunia ada dua, yakni Brent dan WTI. Oleh karenanya, produk komoditas minyak yang tersedia untuk ditradingkan di broker-broker pun biasanya juga ada dua. Sebelum terjun dalam trading minyak, Anda harus memutuskan dulu akan memilih tipe Brent atau WTI, karena meskipun secara umum tren harga jangka panjang serupa, tetapi arah pergerakan jangka pendek belum tentu sama.

 

4. Periksa tren jangka panjang.

Sebagaimana disebutkan di atas, tren jangka panjang minyak mentah Brent dan WTI biasanya serupa. Hal ini menggambarkan kondisi pasar secara keseluruhan apakah bullish atau bearish. Oleh karenanya, sebelum trading minyak, Anda harus memeriksa dulu apakah posisi harga pada timeframe tinggi (Monthly dan Weekly) itu sedang naik atau turun.

Kiblat harga dalam jangka pendek biasanya akan mengikuti arah tren jangka panjang. Jadi, saat akan trading, sebaiknya Anda hanya mengambil posisi yang searah dengan tren jangka panjang, terlepas dari indikator teknikal apa yang Anda gunakan sebagai patokan.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar