Dampak Kenaikan Harga Minyak Mentah Terhadap Perekonomian

Kemarin, harga minyak mentah dunia mencetak kenaikan hampir 10 Dolar AS dalam sehari. Ini merupakan salah satu kenaikan harian paling fantastis dalam sejarah, sehingga mengguncang beragam aset lain di pasar keuangan global seperti saham dan forex. Kenaikan harga minyak yang dipicu oleh serangan Houthi (Yaman) terhadap kilang minyak Arab Saudi itu juga berpotensi dampak lebih luas bagi perekonomian dunia.

Dampak Kenaikan Harga Minyak Mentah Terhadap Perekonomian

Kenaikan harga minyak mentah sejak dahulu kala dikenal membawa keuntungan besar bagi sektor migas. Perusahaan-perusahaan migas mampu berekspansi dan karyawannya mendapatkan bonus besar. Kenaikan harga BBM juga mendorong para ilmuwan untuk mendalami riset mengenai bahan bakar alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan. Akan tetapi, dampak buruk dari kenaikan harga minyak justru lebih banyak lagi.

Beberapa efek buruk tersebut antara lain:

  • Inflasi meningkat, padahal gaji tetap.

Kenaikan harga minyak akan mendorong kenaikan harga beragam produk lain, mulai dari sandang pangan hingga perangkat elektronik, karena biaya distribusi bertambah. Kenaikan harga-harga secara simultan dalam satu periode ini mendorong peningkatan laju inflasi dan mengurangi daya beli uang. Padahal, gaji karyawan (di luar sektor migas) tidak akan dinaikkan oleh perusahaan mereka.

  • Lonjakan harga minyak termasuk sinyal resesi.

Sebuah riset yang dilakukan oleh ekonom James Hamilton menunjukkan bahwa harga minyak melonjak dalam 10 dari 11 resesi yang terjadi antara pasca Perang Dunia II hingga tahun 2011. Masalahnya, ketika harga minyak meningkat, masyarakat cenderung memangkas pengeluaran untuk produk lain guna memenuhi kebutuhan pokok seperti BBM dan pangan. Akibatnya, sektor bisnis lain seperti turisme dan ritel malah mengalami kemerosotan dan bisa jadi juga memicu terjadinya PHK massal.

Salah satu bisnis yang hampir pasti dihantam oleh kenaikan harga minyak adalah perusahaan maskapai. Mereka harus menanggung kenaikan harga BBM yang tinggi, padahal orang-orang tentu akan mengurangi agenda bepergian guna menanggulangi kebocoran dompet akibat inflasi.

  • Pemerintah membutuhkan anggaran dan utang lebih besar.

Saat harga minyak meningkat, perusahaan-perusahaan kesulitan untuk berekspansi maupun menaikkan gaji karyawan. Bukan tak mungkin juga mereka melakukan PHK. Hasilnya, pendapatan pajak negara juga bakal berkurang. Di sisi lain, pemerintah membutuhkan anggaran lebih besar untuk merawat dan membangun infrastruktur.

Mari ambil contoh pembangunan jalan raya dan jembatan yang membutuhkan aspal. Sebagai salah satu produk turunan, harga aspal tentu bertambah seiring dengan kenaikan harga minyak mentah. Peningkatan biaya pembangunan yang tak diimbangi dengan pertambahan pendapatan pajak seperti ini tentu bakal memaksa pemerintah mencari pinjaman lebih banyak lagi.

Singkat kata, kenaikan harga minyak mentah menghadirkan tantangan besar bagi banyak pihak. Apabila Anda termasuk pebisnis di luar sektor migas, maka perlu berhati-hati menyikapi kemungkinan kenaikan beban usaha dan penurunan laba. Anda yang hanya berstatus karyawan biasa dan investor pun perlu mewaspadai risiko terjadinya resesi.

Tagged With :

Leave a Comment