Cara Mempertahankan Karyawan Berbakat dan Mengurangi Kelelahan

Menurut sebuah studi oleh Gallup, 76% karyawan pernah mengalami lelah pada waktu tertentu dalam pekerjaan mereka, dan 28% mengaku sering mengalaminya. Jika bisnis anda sedang mengalami periode pertumbuhan yang cepat, maka resiko kelelehan pada karyawan justru semakin tinggi. Di satu sisi, tumbuhnya perusahaan anda adalah sesuatu yang menyenangkan, namun anda juga harus bisa mempertahankan karyawan berbakat agar pertumbuhan tersebut berkelanjutan.

Jika anda ingin perusahaan tumbuh secepat mungkin, maka cobalah alokasikan waktu untuk berinvestasi pada manusia dan kebutuhannya, sehingga anda bisa mempertahankan alur saat ini. Jika anda bisa melakukannya, anda akan menyaksikan pertumbuhan yang lebih jauh dan lebih cepat. Mengurangi lembur dan memberikan waktu libur bagi karyawan adalah strategi yang penting dalam mempertahankan karyawan berbakat, lembur dan libur sebenarnya bukanlah satu-satunya faktor yang dapat membantu mengurangi kelelahan karyawan.

mempertahankan karyawan berbakat

Bagaimana Mempertahankan Karyawan Berbakat di Perusahaan

Anda belum benar-benar mengatasi masalah jika karyawan merasa mereka seolah-olah kembali ke lingkungan yang memicu stress setiap kali mereka mengambil cuti atau liburan. Daripada hanya fokus pada jumlah jam kerja yang dihabiskan di kantor, anda sebagai pemimpin mestinya lebih fokus pada kualitas dari jam kerja tersebut, memberi panduan bagi karyawan, serta memberi mereka fleksibilitas untuk bisa bekerja sebaik mungkin.

Prioritas

Dalam istilah bahasa Inggris, disebutkan priority is not priorities. Artinya, prioritas mestinya hanya satu, tidak banyak. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa manusia sebenarnya tidak bisa multi-tasking, dan bolak-balik antara satu tugas dengan tugas lain justru dapat menurunkan produktivitas. Di satu sisi, pertumbuhan yang cepat membuat tumpukan tugas dan tanggung jawab bertambah secara cepat. Namun, karyawan juga mesti didorong untuk fokus pada satu pekerjaan pada satu waktu.

Anda sebagai pemimpin bisa membantu rekan kerja untuk menentukan apa yang mesti difokuskan, dengan cara menetapkan tujuan dengan jelas. Jika arah perusahaan jelas, maka tim di dalamnya bisa menentukan apa yang akan dilakukan pada tahap berikutnya. Tentu saja, setiap perusahaan membutuhkan fleksibilitas agar sukses, dan akan ada masa di mana prioritas perusahaan perlu diubah. Jadi, diperlukan pemahaman di antara para pemimpin jika hal ini terjadi. Ini hayalah proses pertukaran. Jika seseorang diminta memprioritaskan hal lain, maka tugas lainnya juga akan tertinggal.

Delegasi

Kita sering terlalu menekankan sulitnya mengajari seseorang dan cenderung lupa bahwa setiap orang tentunya ingin membawa perubahan yang lebih baik. Setiap karyawan ingin menyelesaikan tugasnya sendiri. Namun, delegasi sangat penting ketika perusahaan anda tumbuh cepat. Jadi, anda bisa menyusun proses pemantauannya.  Para pemimpin mestinya menjadi contoh tauladan di arena seperti ini, karena yang berubah bukan hanya tanggung jawab karyawan, namun juga tugas anda

Ketika bisnis anda tumbuh, maka tanggung jawab baru akan berdatangan, sehingga kapasitas anda untuk mengerjakan semuanya semakin terbatas. Artinya, anda perlu menyerahkan sebagian tugas yang anda lakukan sendiri sejak awal kepada orang. Delegasi tidak selalu mudah, terkadang sangat sulit. Namun, jika anda berinvestasi pada SDM yang memiliki misi dan nilai sama, maka anda bisa meyakinkan diri bawah tugas-tugas tersebut telah berada di tangan orang yang benar.

Kepercayaan

Dalam konteks bisnis, kepercayaan bisa dibangun melalui otonomi atau kebebasan. Pastikan karyawan anda menikmati kebebasan personal, bahkan sekalipun mereka bekerja di bawah tekanan pertumbuhan perusahaan secara cepat. Anda mempercayai kemampuan mereka, sehingga anda mempekerjakan mereka. Jadi, berikan ruang bagi mereka untuk menunjukkan kepercayaan tersebut.

Bukan berarti bahwa anda benar-benar melanggar deadline, namun, cobalah mendelegasikan tugas yang agak besar dan jangan pernah mengganggu mereka hingga mereka siap untuk memberikan update. Dengan cara ini, anda membangun rasa memiliki karyawan terhadap pekerjaannya dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas. Jika karyawan merasa diberi kepercayaan untuk menyelesaikan tugasnya, maka mereka akan lebih bertanggung jawab, karena tumbuh rasa memiliki terhadap tugasnya.

Kuncinya adalah Evaluasi

Setiap perusahaan pernah menghadapi masalah kelelahan karyawan. Namun sebagai pemimpin, anda mesti lebih bertanggung jawab untuk mengatasi masalah utamanya. Kelelahan adalah akibat dari lingkungan kerja yang tidak terstruktur dengan baik dan ekspektasi yang berlebihan. Setiap perusahaan bisa tumbuh, namun cobalah lihat siapa yang mampu bertahan 5, 10, 15 tahun di masa depan.  Jadi, cobalah mendorong terciptanya budaya resiliensi, yakni budaya yang mendorong pemenuhan tugas dan tanggung jawab serta otonomi, dan memiliki prioritisasi dibanding multi-tasking.

Jadi, jika anda ingin mempertahankan karyawan berbakat dan talent-talent muda di perusahaan, maka cobalah berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan nyaman bagi mereka, yakni lingkungan kerja yang menetapkan prioritas dengan benar, mendelegasikan tugas dengan baik, memberikan kepercayaan kepada tim bahwa mereka bisa menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sehingga terbangun rasa memiliki, serta melakukan evaluasi di setiap tahapannya. Itulah kunci untuk mempertahankan karyawan berbakat di perusahaan anda.

Tagged With :

Leave a Comment