Cara Average Down yang Menguntungkan dalam Perdagangan Saham

Average down adalah suatu teknik trading dimana seseorang akan membeli suatu aset saat harganya tinggi, lalu melakukan pembelian lagi jika harganya menurun, membeli lagi jika harga turun lebih jauh, dan seterusnya hingga akhirnya harga mengalami kenaikan sesuai ekspektasi. Banyak sekali pakar yang memperingatkan bahaya teknik average down dalam perdagangan saham. Namun, sebenarnya ada situasi ketika average down itu bisa jadi menguntungkan. Kok bisa? Berikut ini penjelasannya.

Cara Average Down yang Menguntungkan dalam Perdagangan Saham

Risiko terbesar average down terletak pada tiga hal:

  1. Penurunan harga saham bisa jadi merupakan awal dari tren bearish, sehingga Anda kemungkinan sulit menyaksikan harga kembali naik ke level harga awal. Jika harga tak naik lagi, maka jelas Anda merugi.
  2. Persediaan modal terbatas, padahal Anda tak akan tahu pasti kapan harga akan berhenti menurun dan berbalik naik.
  3. Ketika mengejar harga saham yang menurun, Anda mengorbankan “opportunity cost” untuk mengejar saham yang harganya sedang bullish.

Untungnya, ketiga risiko itu bisa diabaikan, apabila Anda melakukan average down dengan aturan yang jelas dan ketat sesuai kondisi berikut ini:

  1. Anda berniat untuk “investasi”, bukan “trading”. Investasi saham berarti Anda berencana menanamkan dana dalam jangka panjang (5 tahun atau lebih) dengan target memperoleh dividen maupun capital gain. Bagi investor saham seperti ini, fluktuasi harga jangka pendek bisa dianggap angin lalu.
  2. Anda memastikan kondisi fundamental emiten tetap kokoh, sehingga pada dasarnya Anda melakukan “buy on weakness” (membeli saat harga melemah) dan bukan melakukan transaksi spekulatif. Pilih emiten blue chip, atau jika non-blue chip maka harus diteliti laporan keuangan 3 tahun terakhir atau lebih.
  3. Anda melakukan average down sesuai level-level teknikal, bukan sekedar asal tebak. Untuk tips terakhir ini, Anda perlu memanfaatkan indikator seperti Pivot Point, Fibonacci Retracement, atau sekedar level harga psikologis untuk menentukan titik-titik harga yang tepat untuk akumulasi saham secara bertahap.
  4. Anda menentukan batas toleransi terakhir. Batas toleransi terakhir yakni harga saham terendah yang akan diakumulasi. Jika harga sudah jatuh sampai batas pertama, maka Anda benar-benar harus berhenti membeli saham itu, tak peduli setelahnya jatuh sampai mana. Asalkan saham benar-benar berkualitas, maka Anda tinggal menunggu harga naik lagi untuk menikmati cuan. Namun, jika harga merosot lebih jauh lagi, maka boleh jadi Anda perlu mulai ambil ancang-ancang untuk cut loss.

Seberapa sukses average down dalam perdagangan saham akan ditentukan oleh kedisiplinan diri dalam melaksanakan aturan-aturan ini, serta kemahiran dalam analisis teknikal dan fundamental.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar