Bingung Seleksi Saham Prospektif? Gunakan Stock Screener

Ada ratusan saham terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Semakin banyak saham yang melantai di bursa, maka peluang untuk profit juga makin besar. Di saat yang sama, trader dan investor juga harus semakin selektif agar jangan sampai terjebak saham-saham gorengan ataupun saham-saham berharga mahal. Tapi, bagaimana caranya memilih saham prospektif?

Cara Average Down yang Menguntungkan dalam Perdagangan Saham

Salah satu cara termudah yang sering disampaikan kepada calon investor pemula: Berinvestasilah pada saham perusahaan-perusahaan yang nama produknya sudah dikenal luas saja, hindari saham perusahaan yang tidak familiar. Sebagai contoh, Unilever (UNVR) yang memproduksi segala jenis kebutuhan rumah tangga mulai dari bahan makanan hingga alat mandi. Atau bisa juga bank BRI (BBRI) yang memiliki jaringan kantor paling menggurita di seluruh nusantara.

Taktik itu sangat mudah dilakukan. Toh, beberapa tanda perusahaan unggulan antara lain produk-nya populer, termasuk market leader di bidangnya, dan dibutuhkan masyarakat. Akan tetapi, dengan cara itu, kita kemungkinan akan kehilangan kesempatan untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan underdog yang belum banyak dikenal tapi punya peluang pertumbuhan pesat di masa depan.

Untuk itu, coba pertimbangkan alternatif lain untuk menyeleksi saham prospektif. Misalnya dengan menggunakan Stock Screener.

Apa itu Stock Screener? Stock Screener adalah tools yang ditujukan untuk menyeleksi otomatis saham-saham berdasarkan kriteria tertentu. Beberapa platform trading saham online sudah dilengkapi dengan tools ini. Selain itu, sejumlah penyedia software pihak ketiga juga mulai merilis tools serupa. Beberapa contoh aplikasi yang memuat fungsi Stock Screener antara lain:

  • BIONS

Aplikasi trading saham dari BNI Securities ini dilengkapi dengan Stock Screener yang dapat memilah saham berdasarkan kriteria fundamental tertentu. Kriteria yang dapat dipilih antara lain Market Cap, Industry, PBV (Price-to-Book Value), EPS (Earning per Share), DER (Debt/Equity Ratio), dan lain sebagainya.

  • MNC Stock Radar

Aplikasi yang dibesut oleh MNC Sekuritas ini mengawinkan fungsi Stock Screener dan aplikasi trading biasa. Bedanya dengan BIONS, MNC Stock Radar berfokus memfilter saham berdasarkan sinyal teknikal tertentu. Sinyal trading diperoleh dari indikator populer seperti pola-pola candlestick, Bollinger Band, RSI, Stochastic, Moving Average Crossover, dan lain-lain.

  • Stockbot

Aplikasi ini dibuat secara independen oleh pihak ketiga (bukan perusahaan sekuritas). Bukan hanya memfilter saham berdasarkan sinyal teknikal tertentu, Stockbot juga memberikan notifikasi dan rekomendasi untuk saham-saham unggulan dengan dilengkapi rencana trading (Take Profit dan Stop Loss) yang siap pakai. Aplikasi ini juga bermanfaat untuk trader yang ingin mengintai ulah bandar, karena memiliki fitur Bandar Detector dan Foreign Money Flow.

Nah, apakah Anda tertarik beralih menggunakan Stock Screener untuk memilih saham prospektif? Syarat pertama sebelum memanfaatkan tools ini, Anda harus memahami dulu kriteria saham unggulan. Misalnya ingin memanfaatkan Stock Screener dari BIONS, maka harus tahu dulu PBV seperti apa yang menunjukkan saham berkualitas. Demikian pula apabila ingin memanfaatkan MNC Stock Radar dan Stockbot, maka trader setidaknya perlu menguasai dasar-dasar analisis teknikal.

Tagged With :

Leave a Comment