Ciri-Ciri Saham Gorengan di Bursa Efek Indonesia

Saham gorengan di Bursa Efek Indonesia adalah saham-saham yang harganya naik dan turun dengan sangat cepat, bisa jadi dalam kurun waktu satu atau beberapa hari saja. Saham seperti itu seringkali diincar oleh para trader saham yang menginginkan keuntungan jangka pendek, tetapi dihindari oleh investor saham yang menginginkan keuntungan dalam jangka panjang.

Apabila Anda masih berstatus pendatang baru dalam dunia saham, maka penting sekali untuk mengenai ciri-ciri saham yang rentan jadi bahan gorengan bandar, terlepas dari apakah Anda ingin jadi trader atau investor. Apa saja ciri-ciri itu? Tepatnya ada empat, yakni saham tidak likuid, harga saham cenderung rendah, volatilitas harga dan volume perdagangan tidak stabil, dan kondisi fundamentalnya emiten cenderung bermasalah.

Ciri Saham Gorengan

Saham Gorengan Tidak Likuid

Suatu saham dikatakan likuid jika kapitalisasi pasarnya besar, dan aktivitas jual-beli saham harian menunjukkan bid dan offer dalam jumlah cukup besar pula. Jadi, jika Anda menyaksikan suatu saham yang biasanya bid dan offer kosong, kemudian mengalami lonjakan, maka patut dicurigai kalau saham itu sedang “digoreng” oleh bandar.

Harga Saham Cenderung Rendah

Semakin kecil harga saham, maka makin rendah pula biaya yang dibutuhkan untuk memborongnya. Inilah salah satu sebab mengapa saham-saham yang harganya rendah menjadi rentan untuk jadi saham gorengan.

Seberapa rendah harga saham yang berpotensi “digoreng” ini? Pada umumnya, saham manapun di bawah Rp500 per lembar menghadapi kemungkinan ini, termasuk saham Gocap yang harganya hanya sekitar Rp50-an.

Volatilitas Harga dan Volume Perdagangan Tidak Stabil

Pada poin pertama tadi, Anda sudah menilik jumlah bid dan offer. Nah, pada poin ini, giliran Anda harus menengok grafik harga dan volume perdagangan yang menyertainya pada penampang chart.

Volatilitas harga dan volume perdagangan pada saham-saham yang sehat akan cenderung konstan, atau naik-turun dalam kisaran tertentu saja. Di sisi lain, saham gorengan akan mengalami fluktuasi ekstrim pada masa-masa tertentu, tetapi lebih sering menunjukkan volume nyaris nol.

Fundamental Emiten Bermasalah

Saham yang diterbitkan oleh emiten dengan kondisi fundamental kuat tentu akan diborong oleh investor. Permintaan saham oleh investor ini bersifat jangka panjang, sehingga sulit dimanipulasi oleh bandar.

Berbeda halnya dengan saham-saham yang diterbitkan oleh emiten dengan kondisi fundamental bermasalah. Pelaku pasar yang mengumpulkannya pun umumnya spekulan yang mudah digoyahkan oleh rumor dan kabar angin lainnya. Inilah sebabnya mengapa saham-saham semacam ini mudah jadi saham gorengan.

Tagged With :

Leave a Comment