Apakah Investasi Reksa Dana Bisa Jadi Nol?

Banyak investor memilih reksa dana karena dianggap lebih aman dibanding aset investasi seperti saham atau forex, serta lebih fleksibel daripada obligasi. Tapi, pemula biasanya masih bertanya-tanya, seberapa aman kah reksa dana? Saldo forex bisa anjlok sampai negatif, harga saham BEI bisa ambruk sampai 50 rupiah, bagaimana dengan investasi reksa dana?

Ada beberapa skenario yang mungkin bisa menjadikan koleksi reksa dana kita ambruk total. Pertama, nilai aktiva bersih (NAB) jatuh sampai nol. Kedua, produk reksa dana dibubarkan secara paksa maupun sukarela oleh manajer investasi. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Apakah Investasi Reksa Dana Bisa Jadi Nol?

NAB Reksa Dana Menjadi Nol

Nilai reksa dana ditentukan oleh nilai aktiva bersih (NAB). Saat baru diluncurkan, produk reksa dana biasanya bernilai Rp1000 per unit. Investor dapat membelinya sesuai jumlah unit minimum yang ditentukan oleh manajer investasi. Umpamanya jika minimum pembelian adalah Rp1 juta, maka investor akan memperoleh 1000 unit.

Pertumbuhan NAB tersebut bakal menentukan sebesar apa imbal hasil yang diterima oleh investor di kemudian hari. Umpama NAB meningkat menjadi Rp1235 dalam waktu setahun, maka investor akan memperoleh keuntungan kotor Rp235 ribu (belum dikurangi biaya-biaya). Sebaliknya jika NAB turun sampai Rp950, maka investor menanggung kerugian Rp50 ribu. Pertanyaannya, apakah penurunan ini bisa berlanjut terus sampai NAB mencapai nol?

Jawaban sederhana dari pertanyaan itu adalah tidak mungkin. Manajer investasi pasti mengalokasikan dana investor ke beberapa jenis aset yang memiliki prospek risk/reward beragam. Reksa dana saham pun tidak mungkin disalurkan ke saham satu perusahaan saja, melainkan beberapa perusahaan dari satu sektor atau lebih. Oleh karena itu, penurunan nilai pada satu aset tidak akan serta merta mengakibatkan NAB reksa dana menjadi nol. Apalagi OJK akan selalu memantau penurunan NAB reksa dana yang berada di luar kewajaran.

Baca Juga:   Cara Memilih Investasi Reksadana Paling Menguntungkan

 

Reksa Dana Dibubarkan

Berdasarkan ketentuan OJK, suatu produk reksa dana akan dibubarkan jika total NAB kurang dari Rp25 juta selama 90 hari bursa berturut-turut. Hal ini menjamin investor pasti akan memperoleh kembali sebagian dana investasinya (walaupun kerugian mungkin tidak terhindarkan sebagai imbas dari fluktuasi pasar). Manajer investasi juga dapat memutuskan untuk membubarkan reksa dana kelolaannya sendiri karena alasan lain, meski skenario ini lebih jarang terjadi.

Apabila reksa dana dibubarkan secara paksa maupun sukarela, manajer investasi akan menjual keseluruhan portofolio sesuai harga pasar. Hasil dari penjualan itu akan dibagikan kepada investor sesuai proporsi unit penyertaan yang dimiliki masing-masing.

Dengan demikian, investor dapat menyimpan dana dalam produk reksa dana favorit tanpa perlu merasa berdebar-debar setiap saat. Ada jaminan keamanan dana yang lebih tinggi pada produk reksa dana dibandingkan aset investasi high risk seperti saham dan forex.

Tagged With :

Leave a Comment