Apakah Deposito Bank Online Itu Aman?

Online banking kini menjadi kelaziman baru yang diterima oleh masyarakat luas. Kepraktisan transaksi online disambut baik oleh orang-orang yang merasa jenuh dengan keharusan antri berjam-jam di kantor cabang bank hanya untuk mengurus perkara kecil. Selaras dengan minat masyarakat ini, beberapa bank juga meluncurkan produk deposito online.

Deposito bank online adalah produk deposito berjangka yang dapat dibuka secara online via portal atau aplikasi e-banking. Nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang bank untuk membuka deposito, melainkan cukup memindahkan dana dari rekening koran miliknya ke deposito berjangka via portal atau aplikasi tadi. Pencairan deposito juga dapat langsung dilakukan melalui portal atau aplikasi yang sama pada tanggal jatuh tempo. Tapi, apakah deposito bank online itu aman?

Deposito Online

Deposito bank online dicakup oleh perlindungan dana Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS), sehingga kita tetap dapat memperoleh kembali uang kita seandainya bank mengalami krisis keuangan. Jaminan keamanan dana ini sama dengan deposito berjangka biasa. Selain itu, ada pula beberapa keunggulan tersendiri seperti bunga lebih tinggi dan biaya administrasi yang sangat rendah atau bahkan nol rupiah. Tak heran bila kalangan millenial menganggapnya sebagai alternatif investasi baru yang praktis dan menguntungkan.

Meski demikian, deposito bank online memiliki kelemahan inheren yang sama dengan aplikasi berteknologi tinggi lainnya, yaitu rentan peretasan (hacking). Oleh karena itu, sebaiknya jangan menyimpan uang dalam jumlah terlalu besar pada deposito bank online. Apabila ingin mendepositokan dana lebih dari 100 juta rupiah, ada baiknya memilih deposito berjangka biasa via kantor cabang bank.

Nasabah juga harus pintar mengamankan rekeningnya sendiri agar tidak dibobol orang asing. Beberapa langkah yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Buat kata sandi unik yang tidak dipergunakan pada perangkat atau portal lain.
  2. Ubah kata sandi secara rutin, minimum 6 bulan sekali.
  3. Pasang peringatan (alert) berupa pesan singkat via sms atau email untuk setiap transaksi.
  4. Gunakan autentikasi dua langkah (2-step authentication) jika memungkinkan.
Baca Juga:   4 Panduan Memilih Bank Untuk Investasi Deposito

Keempat langkah itu sangat urgen demi menjamin keamanan deposito bank online. Apabila nasabah enggan melakukannya atau malah suka menyimpan catatan kata sandi sembarangan, maka ada baiknya membatasi transaksi online banking hanya untuk rekening koran saja.

Tagged With :

Leave a Comment