Ingin Deposito Online? Perhatikan 3 Hal Penting Ini

Saat ini, beberapa bank nasional telah menyediakan deposito online, seperti Bank Mandiri, Danamon, Maybank, OCBC NISP, CIMB Niaga, dan HSBC. Deposito online dapat dibuka dan dicairkan tanpa harus mengunjungi kantor bank, sehingga dianggap lebih mudah dan praktis di era teknologi informasi saat ini. Namun, jika Anda ingin membuka deposito online, maka ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan.

Deposito Online

 

1. Anda harus punya rekening e-banking.

Tak sembarang orang bisa membuka deposito online. Sekedar punya rekening koran (tabungan) di bank saja tidak cukup. Untuk membuka deposito online, nasabah harus lebih dahulu mengaktivasi akun e-banking di bank penyedia layanan, serta memiliki token (apabila pihak bank mempersyaratkan adanya token untuk melakukan transaksi keuangan via e-banking). Setelah itu, barulah Anda dapat mengakses opsi deposito online yang terdapat pada area login Anda.

 

2. Tak semua bank menyediakan layanan deposito online.

Meskipun sudah mengaktivasi e-banking, Anda belum tentu dapat membuka deposito online, apabila bank Anda tak menyediakannya. Jadi, coba periksa dulu apakah deposito online termasuk jajaran layanan yang ditawarkan oleh bank Anda. Jika tidak, maka Anda perlu membuka rekening di bank lain yang jelas menawarkan deposito online. Informasi semacam ini bisa diperoleh dengan mudah pada situs web masing-masing bank.

 

3. Risiko keamanan cukup tinggi.

Sebagaimana kita semua ketahui, produk-produk yang dapat diakses melalui internet seringkali rentan peretasan (hacking), pencurian identitas, dan penipuan elektronik seperti phishing. Ini termasuk juga rekening e-banking dan deposito online. Meskipun bank-bank nasional pasti sudah menyiapkan pengamanan siber yang mapan dan teruji, risiko keamanan tetap perlu diwaspadai.

Anda harus berhati-hati, jangan meninggalkan login dan password sembarangan serta membagi informasi penting pada orang lain. Selain itu, Anda juga tak boleh sembarangan klik link pada email yang mengaku karyawan bank atau dari bank. Pastikan dulu bahwa alamat email pengirim cocok dengan alamat email bank Anda. Jika Anda salah klik email penipu, maka risikonya adalah pencurian data diri dan pembobolan rekening.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar