Menjual bisnis bisa mengubah hidup anda. Melangkah ke tantangan berikutnya adalah suatu prospek yang menyenangkan dan hampir selalu muncul di benak setiap pemilik usaha. Ketika anda siap untuk melakukannya, anda tentu ingin prosesnya cepat. Namun, ada banyak faktor yang bisa menghambat anda. Misalnya adalah pasar yang sedang lesu, ada lebih banyak penjual daripada pembeli, dan ketidakpastian adalah beberapa aspek yang tidak bisa anda kontrol. Lalu, bagaimana agar bisnis siap untuk dijual? Setidaknya, ada beberapa hal yang bisa anda upayakan.
Agar Bisnis Siap untuk Dijual? Ini Tips-nya
Proses seperti ini sudah dialami banyak pengusaha terdahulu. Berikut adalah lima cara untuk membuat agar bisnis siap untuk dijual:

Bangun Sebuah Brand Yang Lebih Besar
Nilai jual sebuah bisnis biasanya dihitung berdasarkan perkalian laba. Brand-brand besar menentukan harga sendiri. Jika bisnis anda memiliki kekuatan melebihi neraca perusahaan, bisnis anda akan tampak menonjol di tengah persaingan. Keberadaan bisnis yang kuat di media online, misalnya masuk di halaman 1 hasil pencarian Google, serta reputasi yang baik dan memiliki konsumen setia yang nyaris tak terhitung jumlahnya, semua ini menjadi penanda kalau bisnis anda memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar. Mungkin, itu jugalah sebabnya mengapa konsumen membeli dari perusahaan anda.
Namun, sebuah brand semestinya tidak terikat terlalu erat dengan satu nama tertentu. Jika anda menjadi ‘wajah’ dari bisnis anda, maka cobalah membuat variasinya. Cobalah undang orang lain untuk memberikan warna terhadap wajah bisnis anda. Jadi, bisnis tersebut tidak selamanya dikaitkan dengan nama besar anda. Buatlah nama bisnis yang lebih besar daripada nama anda sendiri. Dengan demikian, potensinya untuk dijual menjadi lebih besar.
Buatlah SOP
Proses yang berlangsung di perusahaan semestinya berlaku seragam. Sepertinya terdengar paradoks bahwa kreativitas memerlukan rutinitas. Namun, itulah faktanya. Ide-ide yang akan membawa perubahan, terobosan-terobosan, dan eksteriman datang dari keteraturan, bukan dari ketidakteraturan. Suatu sistem yang rapi akan menciptakan ruang, di mana anda bisa berkreasi. Jangan biarkan pelayanan yang prima itu datang karena kebetulan. Namun, rencanakan dan terapkanlah.
Jangan membiar setiap aspek bisnis anda menyerah kepada keputusan ad hoc. Penyelesai kasus-demi-kasus tidak akan membuat anda berkembang. Sebagian besar apa yang terjadi dalam bisnis sudah mengikuti suatu proses. Jika proses tersebut hanya berada di fikiran para anggota tim, berarti ada suatu masalah.
Buatlah buku panduan untuk setiap aspek dalam menjalankan binis anda, mulai dari bagaimana cara menjawab telepon hingga bagaimana membuat proposal atau meng-update website. Mulai dari apa yang terjadi selama seminggu setelah Natal hingga bagaimana cara membuat kampanye e-email atau mewawancarai calon karyawan. Tetapkan setiap proses dan buatlah Standar Operasional Prosedur (SOP). Sosialisasikan kepada tim dan mintalah tanggapan mereka. Jadikan dokumen SOP sebagai landasan pekerjaan dan sempurnakan secara teratur.
Jadilah seseorang yang diimpikan sebagai teman kerja, dengan menyiapkan informasi yang dibutuhkan terlebih dahulu. Hal ini mengingatkan konsumen mengapa mereka membeli kepada anda dan sekaligus mengurangi resiko gagal deal karena urusan administrasi yang rumit.
Kenali Pengetahuan Yang Tak Tampak
Suatu aset yang unik dan tak tampak di sebuah perusahaan adalah pengetahuan yang tersimpan aman di kepala masing-masing timnya. Pengetahuan tersebut akan tersimpan di sana hingga diperlukan pada masalah atau situasi tertentu. Masalahnya adalah: anda mungkin tidak menyadari seberapa besarnya dan pengetahuan itu tidak bisa dibeli.
Masalah yang muncul tiap hari membutuhkan solusi cepat, padahal ada pengetahuan yang tak tampak tersimpan di sana. Agar bisnis siap untuk dijual, anda harus menemukan pengetahuan itu dan membaginya bersama anggota tim. Ajarkan triknya kepada semua orang. Jika anda telah menjadi pemimpin dalam bisnis tersebut sejak awal didirikan, anda mungkin sudah memiliki pengetahuan tak tampak tentang berbagai hal.
Jadikan Semua Orang Pemimpin
Seorang pemimpin yang brilian menjadikan semua karyawan sebagai pemimpin. Meskipun mereka tidak memiliki jabatan atau posisi yang sama, mereka memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, dan merasa bangga memberikan karya terbaik sesuai fungsinya. Sama halnya seorang pemimpin, mereka tidak takut meminta bantuan atau pendapat orang lain. Tim yang dipenuhi pemimpin seperti ini akan menunjukkan kinerja yang lebih baik, dibanding tim yang dipenuhi para pengikut.
Anggota tim yang harus ‘diasuh’ tidak cocok untuk sebuah bisnis yang berorientasi untuk dijual. Pada tim seperti ini, satu pekerjaan bisa dilakukan dua kali dan standarnya akan menyimpang. Masalah yang ada tidak terselesaikan dan kualitasnya tidak bisa dikendalikan. Kenalilah jaringan terlemah dan tingkatkan potensi mereka secara terus-menerus. Ajarkan mereka menjadi seorang pemimpin, latih, kembangkan, dan berdayakan.
Terakhir, saat menyiapkan agar bisnis siap untuk dijual, pastikan kesepakatan seperti apa yang akan anda terima. Bagaimana suatu proses dikatakan sukses menurut anda? Pastikan anda mengikuti kriteria tersebut dalam setiap proses yang berlaku di perusahaan.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha