Harga minyak mentah meroket menyusul eskalasi konflik bersenjata antara Israel dan Iran. Namun, sampai sejauh mana kah kenaikan harga minyak kali ini? Apakah kenaikan harga minyak kali ini hanya sejenak atau akan berlangsung dalam waktu lebih lama? Artikel ini akan mengulasnya berdasarkan analisis salah satu bank investasi terkemuka dunia, yaitu Goldman Sachs.

Iran telah meluncurkan ratusan rudal balistik-hipersonik ke Israel pada 1 Oktober 2024 sebagai aksi balasan atas pembunuhan pimpinan Hezbollah sepekan sebelumnya. Israel segera menyatakan akan melancarkan serangan balik dengan dukungan dari Amerika Serikat.
Rangkaian peristiwa tersebut mengakibatkan harga minyak dunia melonjak seketika. Harga minyak mentah tipe Brent meroket dari kisaran USD71 sampai USD78 per barel dalam tempo empat hari saja. Harga minyak mentah tipe WTI juga melambung dari kisaran USD66 menjadi USD76 per barel.
Para analis dari Goldman Sachs memperkirakan kenaikan harga minyak mentah akan terus berlanjut sampai tahun 2025. Alasannya, produksi minyak Iran kemungkinan akan mengalami gangguan seiring dengan berkembangnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah.
Kantor berita Reuters melaporkan sebuah catatan Goldman Sachs menyebutkan, “Dengan asumsi gangguan pasokan Iran selama enam bulan (ke depan) berjumlah dua juta barel per hari, kami memperkirakan bahwa harga minyak mentah Brent dapat naik sementara ke puncak $90 jika OPEC dengan cepat mengimbangi kekurangan (pasokan minyak) tersebut, dan (dapat mencapai) pertengahan $90-an sebagai puncaknya pada tahun 2025 tanpa adanya kompensasi (pasokan minyak) dari OPEC.”
“(Sedangkan) dengan asumsi gangguan pasokan Iran yang terus-menerus sebesar satu juta barel per hari, yang mencerminkan misalnya pengetatan dalam pemberlakukan sanksi (atas Iran), kami memperkirakan bahwa Brent dapat mencapai puncaknya di pertengahan $80-an jika OPEC secara bertahap mengimbangi kekurangan tersebut.”
Bagaimana jika pasar komoditas energi tidak mengalami gangguan pasokan yang serius? Dalam skenario ini, Goldman Sachs memperkirakan harga minyak Brent akan terus beredar dalam rentang USD70-85. Harganya kemungkinan mencapai rata-rata USD77 pada kuartal keempat tahun ini, kemudian melandai ke USD76 pada tahun 2025.
Tagged With : komoditas • minyak