Setiap trader saham memiliki strategi masing-masing. Strategi itu mungkin memanfaatkan analisis teknikal, analisis fundamental, bandarmologi, maupun gabungan dari dua atau tiga diantaranya. Namun, ada dua benang merah yang menghubungkan semua strategi trading harian saham.

Pertama, pemilihan saham yang tepat untuk trading harian. Trader umumnya memilih saham berdasarkan tiga kriteria, yakni likuiditas, volatilitas dan volume trading.
- Likuiditas terlihat dari ramainya jual-beli suatu saham dari waktu ke waktu. Bagaimana mengetahuinya? Apabila baris-baris bid/ask selalu penuh pada order book di platform trading saham, maka semakin likuid-lah saham tersebut. Ada pula alternatif yang lebih mudah dengan memilih saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45 saja, karena likuiditasnya terjamin lancar setidaknya selama beberapa bulan terakhir.
- Volatilitas terlihat dari rentang pergerakan harga saham per hari. Semakin besar rata-rata rentang pergerakan harga, semakin cocok untuk trading saham harian. Ini karena selisih harga yang lebih besar akan membuka peluang profit yang lebih cepat.
- Volume trading terlihat dari frekuensi jual-beli yang juga nampak pada order book. Volume trading yang tinggi menandakan pelaku pasar sangat berminat pada suatu saham, baik untuk membeli ataupun menjualnya. Karenanya, kenaikan volume trading pada suatu saham seringkali memicu lonjakan harga -baik naik maupun turun-.
Kedua, keputusan untuk menjual saham yang tegas. Kita bisa membeli saham kapan saja, tetapi pertimbangan sebelum menjual saham biasanya lebih rumit. Sedangkan trader perlu mengambil keputusan dengan cepat agar profit dapat segera terealisasi. Untuk itu, trader umumnya menentukan kriteria “waktu jual saham” berdasarkan tiga hal: scalping, pivot, dan momentum.
- Scalping bermakna menjual saham segera setelah kita memperoleh keuntungan, meskipun keuntungan itu berjumlah kecil.
- Pivot mengacu pada “Daily Pivot Points” yang terbentuk dari rata-rata pergerakan harga harian. Level-level pivot dapat dihitung melalui rumus matematis secara manual, maupun melalui platform trading yang sudah menyajikan analisis teknikal otomatis.
- Momentum merujuk pada peningkatan volume trading saham lantaran publikasi suatu berita menghebohkan, aksi bandar, atau sebab-sebab lain. Trader akan membeli saham saat volume-nya meningkat, kemudian menjualnya ketika momentum mulai memudar.
Berdasarkan dua benang merah di atas, kita dapat menyimpulkan adanya tiga alat esensial untuk strategi trading harian saham. Ketiganya mencakup grafik candlestick untuk memantau pergerakan harga saham, indikator volume untuk mengetahui fluktuasi arus jual/beli saham, serta kemampuan analisis teknikal yang mumpuni. Selain itu, ada pula trader yang menganggap wawasan tentang aksi bandar (bandarmologi) sebagai pendukung utama dalam strategi trading harian mereka.
Tagged With : saham • strategi trading • trading saham