55 Saham Terancam Delisting Tahun 2025, Termasuk SRIL!

Minggu lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar emiten yang terancam mengalami delisting per tanggal 30 Juni 2025. Daftarnya memuat 55 saham yang perdagangannya sudah disuspensi selama minimal 6 bulan atau lebih. Beberapa diantaranya sempat populer di kalangan trader dan investor, sehingga laporan tersebut cukup menggemparkan.

55 Saham Terancam Delisting Tahun 2025 Termasuk SRIL

Berikut ini daftar 55 saham terancam delisting per tanggal 30 Juni 2025:

  1. Alumindo Light Metal Industry (ALMI)
  2. Armidian Karyatama (ARMY)
  3. Ratu Prabu Energi (ARTI)
  4. Binakarya Jaya Abadi (BIKA)
  5. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS)
  6. Bakrie Telecom (BTEL)
  7. Cahaya Bintang Medan (CBMF)
  8. Cowell Development (COWL)
  9. Capri Nusa Satu Properti (CPRI)
  10. Dewata Freightinternational (DEAL)
  11. Jaya Bersama Indo (DUCK)
  12. Envy Technologies Indonesia (ENVY)
  13. Eterindo Wahanatama (ETWA)
  14. Aksara Global Development (GAMA)
  15. Golden Plantation (GOLL)
  16. HK Metals Utama (HKMU)
  17. Hotel Mandarine Regency (HOME)
  18. Saraswati Griya Lestari (HOTL)
  19. Inti Agri Resources (IIKP)
  20. Indofarma (INAF)
  21. Indo Pureco Pratama (IPPE)
  22. Sky Energy Indonesia (JSKY)
  23. Darmi Bersaudara (KAYU)
  24. Kertas Basuki Rachmat Indonesia (KBRI)
  25. Eureka Prima Jakarta (LCGP)
  26. Limas Indonesia Makmur (LMAS)
  27. Marga Abhinaya Abadi (MABA)
  28. Multi Agro Gemilang Plantation (MAGP)
  29. Mitra Komunikasi Nusantara (MKNT)
  30. Mitra Pemuda (MTRA)
  31. Sinergi Megah Internusa (NUSA)
  32. Polaris Investama (PLAS)
  33. Pollux Properties Indonesia (POLL)
  34. Pool Advista Indonesia (POOL)
  35. Bliss Properti Indonesia (POSA)
  36. PP Properti (PPRO)
  37. Trinitan Metals and Minerals (PURE)
  38. Rimo International Lestari (RIMO)
  39. Sejahtera Bintang Abadi Textile (SBAT)
  40. Siwani Makmur (SIMA)
  41. Northcliff Citranusa Indonesia (SKYB)
  42. SMR Utama (SMRU)
  43. Sri Rejeki Isman (SRIL)
  44. Sugih Energy (SUGI)
  45. Tianrong Chemicals Industry (TDPM)
  46. Indosterling Technomedia (TECH)
  47. Omni Inovasi Indonesia (TELE)
  48. Totalindo Eka Persada (TOPS)
  49. Sunindo Adipersada (TOYS)
  50. Trada Alam Minera (TRAM)
  51. Triwira Insanlestari (TRIL)
  52. Trikomsel Oke (TRIO)
  53. Nusantara Inti Corpora (UNIT)
  54. Widodo Makmur Perkasa (WMPP)
  55. Waskita Karya (WSKT)

Penerbitan daftar ini cukup mengejutkan karena mencakup sejumlah saham yang sempat populer pada masanya, seperti SRIL dan WSKT. Namun, faktanya, semua saham tersebut memang telah lama terbelit masalah keuangan hingga digembok oleh BEI sampai berbulan-bulan. Kini, beberapa diantaranya kemungkinan akan didepak dari bursa.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengonfirmasi prospek delisting SRIL saat ditanya oleh wartawan Antara (8/7/2025). Menurutnya, proses delisting SRIL akan menunggu proses hukum yang sedang berlangsung.

Sebagaimana diketahui, emiten garmen ternama yang juga berjuluk Sritex itu pailit pada Oktober 2024. Operasional usahanya resmi dihentikan pada Maret 2025, kemudian perusahaan menempuh proses likuidasi.

Proses delisting saham biasanya berlangsung setelah aset-aset emiten dilikuidasi dan semua kreditur memperoleh haknya kembali. Apabila masih ada aset yang tersisa, maka sisanya akan dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan proporsi kepemilikan masing-masing.

Berbeda dengan nasib SRIL, emiten konstruksi pelat merah WSKT tampaknya masih punya harapan untuk bangkit. Manajemen WSKT mengatakan sudah mengantongi beberapa rencana restrukturisasi utang. Apabila perseroan mampu menguraikan jerat utangnya, suspensi saham WSKT kelak kemungkinan dapat dicabut.

Tagged With :

Leave a Comment