4 Kesalahan Terbesar Investor Emas Pemula

Semua jenis investasi mengandung risiko tertentu, termasuk investasi emas. Banyak orang menanamkan dana pada emas dengan anggapan bahwa ini merupakan wahana investasi paling aman. Padahal, jika salah langkah, tetap saja orang bisa mengalami kerugian setelah investasi emas.

Agar terhindar dari kerugian, Anda perlu mencermati empat kesalahan yang paling umum terjadi di kalangan investor pemula berikut ini.

 

1. Berinvestasi Emas dalam Jangka Pendek

Tahukah Anda bahwa toko emas manapun, termasuk gerai Antam resmi, menetapkan harga jual dan harga beli emas yang berbeda!? Tak tanggung-tanggung, selisih harga jual dan harga beli berkisar antara puluhan ribu rupiah per gram.

Karena adanya biaya pembelian ini, maka Anda takkan mendapatkan keuntungan jika berinvestasi emas dalam jangka waktu sangat pendek. Bahkan, seandainya harga emas sedang mengalami penurunan, maka jeda beberapa bulan belum bisa memastikan kalau Anda takkan merugi. Agar aman, sebaiknya Anda menargetkan investasi emas untuk jangka panjang, atau setidaknya selama tiga tahun.

Beli Emas Online

 

2. Menyamakan Investasi Emas Fisik dan Non-Fisik

Ada beragam cara untuk investasi emas. Diantaranya dengan membeli emas fisik (perhiasan, batangan, atau koin), serta trading emas layaknya trading saham atau trading forex online. Nah, dalam hal ini Anda perlu memerhatikan bahwa kedua cara investasi itu mengandung risiko dan potensi keuntungan yang berbeda.

Investasi emas fisik butuh modal besar, cocok untuk jangka panjang, dan risikonya relatif rendah. Di sisi lain, trading emas layaknya trading forex online membuka peluang keuntungan jangka pendek dengan modal lebih rendah, tetapi risikonya jauh lebih tinggi. Perbedaan karakteristik tersebut berarti Anda perlu menjalankan strategi berbeda pula.

 

3. Menyamakan Investasi Emas Batangan dan Perhiasan

Investasi emas fisik dapat dibagi lagi menjadi dua cara, yakni dengan membeli emas bullion (batangan atau koin) serta membeli perhiasan. Apabila Anda ingin berinvestasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan uang, maka sebaiknya pilihlah emas bullion, khususnya emas batangan.

Harga emas perhiasan jauh lebih fluktuatif dan malah bisa berkurang drastis jika bertatahkan permata yang kurang berkualitas. Oleh karenanya, pembelian emas perhiasan hanya cocok jika Anda ingin menggunakannya sehari-hari, pada acara istimewa, atau sebagai warisan anak-cucu.

 

4. Berinvestasi Pada Pihak Tak Tepercaya

Pernahkah Anda mendengar perusahaan investasi emas yang kedapatan menggondol dana nasabahnya? Kasus-kasus seperti itu tak hanya terjadi sekali dua saja. Banyak orang terjebak dalam skema penipuan berkedok investasi emas, karena luput memeriksa reputasi perusahaan atau mempercayakan dananya pada pihak-pihak yang hanya mampu sesumbar saja.

Agar aman, Anda harus memastikan hanya berhubungan dengan lembaga tepercaya dan berputasi tinggi. Umpama ingin membeli emas batangan, maka belilah di gerai Antam atau toko yang berstatus agen resmi. Jika ingin mencicil emas, carilah pegadaian atau bank yang jelas-jelas memiliki perijinan komplit dan namanya terkenal. Hindari orang-orang atau entitas yang namanya tak familiar di telinga Anda.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar