4 Faktor Membuat Emas Makin Menguntungkan Tahun 2019

Setelah sempat melemah pada awal tahun, harga emas meningkat secara konsisten hingga bulan Agustus 2019 ini berada pada posisi paling mahal sejak bulan April 2013. Sangat luar biasa, bukan!? Banyak investor dunia optimis mengenai prospek peningkatan harga emas tahun 2019, karena faktor-faktor pendukungnya sangat nyata dan diperkirakan bakal terus membuat emas makin menguntungkan tahun depan.

Emas

1. Emas merupakan aset keuangan jangka panjang paling tangguh.

Dalam 10 tahun terakhir, emas memberikan imbal hasil rata-rata 15 persen per tahun. Walaupun harganya berfluktuasi dalam jangka waktu lebih pendek, tetapi jika Anda mampu bersabar untuk menjaga investasi hingga beberapa tahun ke depan, maka nilainya akan terus meningkat.

Status emas sebagai pelindung kekayaan juga sangat istimewa, sehingga banyak pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia yang sengaja menimbun emas ketika harganya murah. Bagi investor individual seperti kita, emas juga merupakan cara terbaik untuk melindungi kekayaan. Apalagi, cara membeli emas saat ini semudah mengunduh aplikasi jual-beli online di Playstore.

2. Gejolak pasar keuangan global.

Pasar keuangan tahun 2019 ditandai dengan beraneka isu krusial, seperti rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa (brexit), konflik dagang AS-China, serta konflik di Timur Tengah. Dalam situasi seperti ini, orang-orang cenderung enggan untuk berinvestasi dalam aset yang nilainya akan hilang dalam kondisi krisis atau perang. Akibatnya, bursa saham jatuh-bangun.

Di sisi lain, emas merupakan aset yang nilainya terus meningkat dalam situasi kritis. Semua orang mengakuinya sebagai alat penyimpan kekayaan sejak jaman dahulu kala, sehingga banyak orang di wilayah konflik akan cenderung menimbun emas ketimbang menyimpan berlembar-lembar uang di lemari.

3. Suku bunga bank sangat fluktuatif.

Baca Juga:   HARGA EMAS HARI INI, SENIN 27 MEI 2019

Menyimpan uang dalam bentuk deposito merupakan salah satu opsi investasi berisiko rendah. Namun, bank-bank sentral cenderung menurunkan suku bunga mereka dalam tahun 2019 ini. Tak terkecuali Bank Indonesia. Oleh karena itu, imbal hasil investasi deposito tentu akan berkurang. Hal ini membuat emas jadi relatif lebih menguntungkan daripada deposito.

4. Properti semakin susah dijual.

Karena kondisi ekonomi global dan regional memburuk, maka minat masyarakat untuk membeli properti pun berkurang. Pembahasan mengenai kondisi pasar properti ini juga mulai menjadi bahan pembicaraan di Indonesia. Apalagi, penurunan suku bunga bank tidak lantas direfleksikan dengan penurunan bunga KPR. Baru-baru ini, salah satu bank nasional bahkan menaikkan bunga KPR (floating), padahal BI baru saja menurunkan suku bunga acuan beberapa hari sebelumnya.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar