Sejak Perang AS-Iran dimulai pada akhir bulan Februari 2026, nilai tukar beragam mata uang tumbang. Rupiah bahkan mencetak rekor terendah sepanjang masa. Hal ini mendorong banyak trader untuk berpaling ke mata uang kripto.
Terdapat sedikitnya tiga kripto paling populer yang menarik perhatian pasar dalam situasi saat ini, yaitu Bitcoin (BTC), Hyperliquid (OIL/USDH), dan stablecoins. Berikut ini uraiannya.

- Bitcoin (BTC)
Harga BTC/USD meroket dari sekitar 67.000 sampai menyentuh 76.000 dalam tempo dua pekan sejak serangan pertama Amerika Serikat terhadap Iran. Bitcoin kemudian melemah kembali ke kisaran 67.000 saat ini, tetapi banyak trader memperkirakan harganya bakal rebound lagi.
Semakin banyak trader memandang Bitcoin sebagai “emas digital” yang dapat melindungi modal dari fluktuasi pasar. Hal ini didukung pula oleh kinerja Bitcoin yang jauh lebih baik dibandingkan bursa saham dan emas sejak pecahnya Perang AS-Iran.
- Hyperliquid (OIL/USDH)
Hyperliquid merupakan bursa terdesentralisasi (DEX) berbasis satu lapis blockchain yang menawarkan beragam peralatan trading canggih dengan biaya rendah dan eksekusi cepat, termasuk dalam pasar minyak mentah.
Hyperliquid naik daun karena memungkinkan trading kontrak berjangka minyak mentah selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Mengingat bentrokan AS-Iran sering meningkat pada Sabtu-Minggu, platform ini membuka peluang cuan melimpah bagi para spekulan.
- Stablecoin
Data dari sekitar lokasi konflik menunjukkan peningkatan transaksi kripto, karena pihak-pihak tertentu menghindari penggunaan mata uang resmi agar tidak terjerat sanksi. Baru-baru ini, muncul pula rumor bahwa Iran memungut “pungli” dalam bentuk kripto dari kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz dengan aman.
Pemerintah dan masyarakat Iran sudah lama menggunakan stablecoin, terutama Tether (USDT) pada blockchain Tron, untuk menghindari sanksi AS dan menstabilkan mata uangnya. Bank sentral Iran bahkan disebut-sebut memiliki simpanan sebesar lebih dari $500 juta USDT.
Masih ada beberapa kripto lain yang menampilkan kinerja menarik saat ini, seperti Ethereum (ETH/USD). Kendati demikian, lebih banyak kripto yang rontok termasuk Coinbase (COIN), Robinhood (HOOD), dan Solana (SOL). Calon investor perlu berhati-hati saat mengoleksi aset dalam situasi yang sarat ketidakpastian seperti sekarang.
Tagged With : bitcoin • stablecoin • Trading Minyak Mentah