3 Indeks Saham Indonesia yang Wajib Diketahui Investor

Sebagai investor yang berkecimpung di bursa efek Indonesia (BEI), selayaknya Anda tak hanya tahu apa saja sektor saham di BEI, melainkan juga aneka indeks saham di sana. Mengapa begitu? Karena indeks saham biasa digunakan untuk mengukur kinerja bursa. Jika indeks menguat, berarti kondisi bursa sedang bullish; sedangkan jika indeks menurun, berarti kondisi bursa sedang bearish.

Jumlah indeks saham Indonesia bermacam-macam, tetapi sebenarnya yang wajib diketahui hanya tiga, yaitu IHSG, LQ45, dan ISSI. Berikut ini ulasan selengkapnya mengenai masing-masing indeks.

3 Indeks Saham Indonesia yang Wajib Diketahui Investor

 

1. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

IHSG didasarkan pada rata-rata nilai pasar total seluruh saham biasa dan saham preferen yang tercatat di BEI. Nilai terendahnya adalah 100, tercatat pada hari dasar bursa paling awal tanggal 10 Agustus 1982, sedangkan nilai tertinggi 6,355 sempat tercapai pada 29 Desember 2017.

IHSG merupakan barometer kinerja bursa efek Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, namanya selalu disebut-sebut dalam setiap berita terkait saham Indonesia di dalam maupun di luar negeri.

 

2. Indeks Saham LQ45

Indeks LQ45 mencakup 45 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar dan transaksi paling liquid di BEI dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Daftar emiten yang masuk LQ45 dievaluasi setiap 6 bulan sekali oleh Divisi Penelitian dan Pengembangan BEI, antara bulan Februari dan Agustus.

Biasanya, emiten dalam daftar LQ45 dianggap sebagai emiten unggulan di setiap sektornya. Karenanya, para investor, khususnya yang berfokus pada aspek fundamental, selalu menantikan update daftar terbaru.

 

3. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

ISSI mencakup saham semua emiten di Bursa Efek Indonesia yang sudah mendapatkan stempel syariah dari DSN MUI. Jumlahnya terus bertambah dari waktu ke waktu, seiring dengan meningkatnya perusahaan besar di Indonesia yang menjalankan bisnis secara Islami. Apabila Anda ingin trading atau investasi saham syariah, maka yang dapat diperjualbelikan hanyalah saham-saham pada daftar ISSI saja.

Selain itu, ada pula JII (Jakarta Islamic Index) yang mencakup 30 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar dan transaksi paling liquid diantara saham-saham ISSI. Sebagaimana LQ45, indeks saham ini juga dievaluasi setiap enam bulan sekali.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar