Istilah Saham Indonesia yang Perlu Diketahui Pemula

Kita dapat mempelajari banyak hal dengan berdiskusi bersama sesama investor, baik secara online maupun offline. Diskusi merupakan sarana berbagi pengalaman sekaligus menambah pengetahuan dan jaringan. Tapi, ketika seorang pemula baru masuk ke forum investor, ia pasti menghadapi banyak istilah saham Indonesia yang asing. Sebutlah misalnya hajar kanan, hajar kiri, saham gorengan, atau serok bawah.

Istilah Saham Indonesia yang Perlu Diketahui Pemula

Bagaimana bisa menimba ilmu kalau pembicaraannya saja tidak dipahami!? Nah, agar tidak kebingungan, ketahuilah arti beberapa istilah yang perlu kamu tahu berikut ini.

  • Bandar: Pemilik modal besar yang mampu menggerakkan harga saham, biasanya digunakan untuk menyebut sekuritas dan pihak-pihak tertentu yang terlibat dalam aktivitas goreng-menggoreng saham.
  • Boncos: Rugi karena menjual saham pada harga lebih rendah dari harga beli.
  • Cuan: Untung karena menjual saham pada harga lebih tinggi dari harga beli atau sukses mengakumulasi dividen.
  • Hajar kanan: Membeli saham.
  • Hajar kiri: Menjual saham.
  • Hold: Menahan saham yang sudah dimiliki (tidak menjual maupun membeli lagi).
  • Nyangkut: Memiliki saham yang telanjur dikoleksi pada harga lebih mahal dari harga sekarang.
  • Saham blue chip: Saham unggulan yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar dan bisnis perusahaan dominan di bidangnya.
  • Saham gocap: Saham-saham yang berharga Rp50 per lembar. Ini adalah batas harga terendah untuk saham yang terdaftar di IDX.
  • Saham gorengan: Saham-saham yang mengalami kenaikan harga jauh melebihi valuasi fundamentalnya karena manipulasi bandar. Biasanya tergolong perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki prospek yang bagis.
  • Saham siklikal: Saham-saham yang naik-turun harganya tergantung pada siklus pasar lain, misalnya saham-saham pertambangan yang sangat dipengaruhi oleh harga komoditas.
  • Saham tidur: Saham-saham yang tidak mengalami perubahan harga sama sekali karena tidak ada aktivitas penawaran/permintaan di pasar reguler.
  • Serok bawah: Membeli saham-saham yang harganya sedang melemah.
Baca Juga:   Mana yang Lebih Baik, Investasi Saham atau Properti?

Tentu masih ada banyak istilah saham Indonesia lain yang sering jadi bahan perbincangan investor selain beberapa jargon tersebut. Namun, istilah-istilah inilah yang paling sering muncul. Pada awalnya mungkin pemula akan terasa canggung dalam berdiskusi menggunakannya, tetapi lambat laun niscaya semakin fasih dan lancar. Ada baiknya juga sering-sering menyimak analisis atau review pasar dari para pakar ternama agar lebih cepat memahami dunia investasi dan berbagai istilah di dalamnya.

Tagged With :

Leave a Comment