Pasar saham utama AS, Wall Street, mengalami fluktuasi pada penutupan perdagangan Jumat, 20 Juni 2025. Fluktuasi ini sebagian besar disebabkan oleh kekhawatiran investor mengenai potensi keterlibatan AS dalam konflik Iran-Israel.
Detail Pergerakan Indeks Saham AS
Pada penutupan perdagangan Jumat (20/6):
- Dow Jones (.DJI) naik 0,08% menjadi 42.206,82 poin.
- Nasdaq turun 0,51% menjadi 19.447,41 poin.
- S&P 500 turun 0,22% menjadi 5.967,84 poin.
Meskipun S&P 500 berakhir lebih rendah sepanjang minggu, Nasdaq justru mencatat kenaikan mingguan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasar
Beberapa faktor kunci yang berkontribusi terhadap pergerakan pasar tersebut adalah:
- Gejolak Geopolitik Iran-Israel: Kekhawatiran terbesar investor adalah kemungkinan AS terlibat dalam konflik militer antara Iran dan Israel. Pernyataan Gedung Putih pada Kamis (19/6) yang menyebutkan Presiden Donald Trump belum memutuskan keterlibatan AS dalam perang udara Israel-Iran, dan kemudian laporan pada Minggu (22/6) bahwa Trump “ikuti langkah Israel dengan menyerang Iran,” sangat meningkatkan ketidakpastian. Rick Meckler, seorang mitra di Cherry Lane Investments, menyatakan bahwa investor menjadi “sedikit gugup tentang membeli saham tepat di depan situasi ini dan, lebih khusus lagi, tepat di depan akhir pekan ini.”
- Saham Teknologi Megacap: Saham perusahaan teknologi besar, seperti Nvidia (NVDA.O), menjadi salah satu kontributor negatif terbesar bagi indeks S&P 500 dan Nasdaq.
- Peristiwa “Triple-Witching”: Jumat (20/6) adalah peristiwa “triple-witching,” yaitu berakhirnya opsi saham, indeks saham berjangka, dan kontrak opsi indeks saham secara simultan. Peristiwa kuartalan ini biasanya menyebabkan volume perdagangan yang lebih tinggi, yang terlihat dari volume bursa AS yang mencapai 20,91 miliar saham, di atas rata-rata 20 hari perdagangan terakhir sebesar 18,06 miliar.
- Komentar Pejabat Federal Reserve (The Fed): Investor juga mencermati komentar dari pejabat The Fed mengenai kebijakan moneter:
- Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahwa inflasi bisa meningkat selama musim panas karena tarif yang diberlakukan oleh Trump.
- Gubernur Fed Christopher Waller berpendapat risiko inflasi dari tarif kecil dan The Fed harus memangkas suku bunga segera setelah pertemuan berikutnya.
- Presiden Fed Richmond Tom Barkin menyatakan tidak ada urgensi untuk memotong suku bunga. Perbedaan pandangan ini menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga AS.
Pergerakan Saham Individual
- Kroger (KR.N) melonjak 9,8% setelah perusahaan rantai toko kelontong ini meningkatkan perkiraan pertumbuhan penjualan tahunannya.
- Accenture (ACN.N) turun 6,9% setelah penyedia layanan TI tersebut melaporkan penurunan pesanan baru pada kuartal ketiga.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pasar saham AS pada Jumat (20/6) digerakkan oleh kekhawatiran geopolitik yang signifikan terkait konflik Iran-Israel, diperparah oleh dinamika terkait peristiwa “triple-witching” dan beragamnya pandangan pejabat The Fed tentang kebijakan suku bunga. Penurunan saham-saham teknologi besar juga memberikan tekanan pada indeks utama.