Trend Virtual Networking: Masa Kini dan Proyeksi Masa Depan

Selama satu setengah tahun terakhir, kita semua menjadi saksi bagaimana masyarakat semakin lama berada di depan layar komputer maupun ponselnya. Akibatnya, muncul berbagai istilah baru, seperti Zoom fatigue dalam aktivitas sehari-hari. Kita bahkan tidak bisa menghitung dengan pasti berapa lama waktu yang dihabiskan di depan layar komputer untuk mengikuti rapat, berbagi cerita dengan anggota keluarga, atau reunian dengan teman. Yang pasti, trend virtual networking  mempengaruhi hampir semua kalangan selama hampir dua tahun belakangan.

Trend Virtual Networking: Kini dan Nanti

Saat ini, ketika banyak negara telah membuka kembali aktivitas sosial dan ekonomi, dan bahkan ada negara yang memutuskan warga negaranya untuk membuka masker di ruang publik, pertemuan-pertemuan tatap muka mulai dilakukan kembali. Lalu, sebagian dari kita mungkin bertanya, bagaimana masa depan virtual networking ini. Apakah Zoom fatigue akan berlanjut? Atau, mungkin kita sudah mulai terbiasa dengan manfaat virtual networking dan bekerja dari jarak jauh?

trend virtual networking

Masyarakat memang semakin bergantung kepada teknologi. Sejalan dengan itu, besar kemungkinan kalau trend virtual networking akan terus berlanjut dan bahkan berkembang. Ketika kita memandang bagaimana pekerjaan, kehidupan pribadi, dan networking akan terus berubah dalam beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan, manfaat dari virtual networking masih akan terasa relevan dan menjanjikan atau setidaknya berkembang menjadi model hybrid: pertemuan tatap muka yang diselingi pertemuan virtual.

Trend Virtual Networking Yang Perlu Diantisipasi

Sejalan dengan itu, ada beberapa trend virtual networking yang perlu anda antisipasi, sehingga bisnis maupun organisasi yang anda jalankan bisa menyesuaikan diri dengan baik, antara lain:

Koneksi Global

Sementara itu, kemampuan seseorang untuk membangun jejaring dan koneksi secara virtual tergantung kepada kedekatan. Di sisi lain, jumlah sosial media yang dimiliki, dan sumber daya yang diciptakan dan kemudian dikembangkan selama pandemi telah mendorong terciptanya koneksi global secara lebih cepat dan sangat mengagumkan. Orang tidak perlu kemana-mana agar bisa berinterasi selama masa karantina. Akibatnya, penggunaan media sosial meningkat secara dramatis.

Baca Juga:   Sistem Kerja Hybrid: Kelemahan Yang Harus Diantisipasi – Part 2

Seperti dilaporkan Digital Commerce 360, terjadi kenaikan konsumsi media sosial sebesar 72% dan kenaikan posting di medsos sebesar 43% selama pandemi. Mungkin, angka-angka ini akan berkurang ketika ‘dunia’ dibuka kembali. Namun, angka ini semakin menerangi jalan menuju  koneksi global, di mana jarak bukan lagi menjadi suatu masalah. Bentuk koneksi semacam ini bukan hanya dengan teman dan keluarga. Aplikasi populer seperti TikTok, yang mempromosikan content dari orang asing ke orang asing lainnya sesuai performa video, telah memberi warna lain dalam intekoneksi global.

Kapan saja, anda bisa menemukan teman baru, kenalan baru, atau bahkan karyawan baru dari seluruh dunia. Banyak produk baru melakukan kapitalisasi dengan memanfaatkan trend ini. Sebut saja Laska Group yang menggunakan algoritma unik untuk mempercepat adopsi komunikasi real-time secara global untuk menghubungkan lebih banyak orang di seluruh dunia dengan cara yang lebih menyenangkan.

Jangkauan Audiens Lebih Luas

Virtual networking tidak hanya menmabha potensi untuk terkoneksi dengan teman, kolega, dan sebagainya, namun juga menjanjikan jangkauan audiens yang lebih luas. Misalnya, ketika Event Organizer harus mengubah event mereka menjadi event virtual karena pandemi, mereka justru menemukan peluang lebih banyak. Misalnya, para pembicara lebih mudah didapatkan, karena mereka tidak harus melakukan perjalanan untuk bisa memberikan materi. Bergabung dengan satu event tertentu juga menjadi lebih mudah, tinggal klik link Zoom.

Selain itu, pertemuan virtual bisa menjangkau lebih banyak peserta. Peserta yang tidak bisa mengeluarkan banyak uang untuk melakukan perjalanan bisa berpartisipasi secara virtual. Trend virtual networking yang sama juga berlaku untuk pemasaran event. Misalnya, banyak orang yang justru sengaja mempromosikan bakatnya di media sosial dibanding secara langsung. Misalnya adalah para pembicara motivator, komedian, penyanyi atau seniman lainnya. Platform seperti TikTok dan Instagram justru dinilai lebih potensial.

Baca Juga:   Hal Baru yang Cukup Menjanjikan, Bisnis Homestay!
Bekerja Jarak Jauh

Karena perusahaan dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan sistem bekerja jarak jauh, mereka belajar cara melakukannya dengan cepat, dan bahkan menemukan banyak manfaat dari sistem kerja ini. Misalnya adalah kebahagiaan dan kepuasan karyawan, karena mereka bisa bekerja dari jarak jauh. Diperkirakan bahwa lebih 22% orang yang bekerja dari rumah di saat pandemi mengaku merasa lebih senang dengan pekerjaan mereka dibanding saat mereka bekerja full-time di kantor.

Ketika perusahaan-perusahaan besar seperti Twitter dan Basecamp mengumumkan akan tetap menerapkan sistem kerja jarak jauh ini, banyak yang memperkirakan bahwa trend virtual networking akan terus belanjut, sama halnya dengan happy hours secara virtual atau rapat-rapat kantor secara virtual. Bisa jadi, perusahaan-perusahaan teknologi raksasa lainnya, seperti Amazon, akan mengikuti langkah Twitter dan Basecamp ini.

Waktu kerja lebih pendek di kantor sama artinya dengan lebih banyak waktu untuk mengerjakan hal-hal yang diminati dan lebih banyak waktu untuk bekerja virtual. Hubungan antar-manusia adalah suatu kebutuhan. Jadi, manusia akan tetap mencari peluang membangun jejaring pribadi, mulai dari Ruang Zoom di mana mereka bisa saling berbagi hobbi dan bakat hingga kelas jarak jauh dari seluruh dunia. Teknologi telah banyak berkembang, dan menawarkan lebih banyak peluang interaksi.

Tagged With :

Leave a Comment