Mulai investasi saham itu mudah. Butuh lebih banyak pemikiran agar bisa mendapatkan keuntungan dari investasi tersebut secara konsisten. Namun, bisa jadi lebih rumit lagi memikirkan bagaimana caranya agar keuntungan investasi semakin optimal. Apabila Anda sudah memasuki tahap ketiga ini, maka beberapa tips untuk mengoptimalkan keuntungan investasi saham berikut bisa jadi petunjuk awal.

1. Kurangi Biaya Investasi
Berinvestasi itu butuh biaya. Beberapa biaya pokok dalam investasi saham antara lain fee transaksi jual/beli serta fee data. Selain itu, ada pula biaya koneksi internet dan listrik untuk mengoperasikan platform investasi saham via gadget, biaya langganan analisis pakar ternama, biaya seminar untuk belajar investasi saham, dan lain sebagainya. Nah, apakah keuntungan Anda sudah melebihi biaya-biaya itu, atau justru masih lebih rendah?
Sekedar mendapatkan dividen dan capital gain saja tak lantas berarti Anda sudah untung sepenuhnya. Cuan yang sejati adalah cuan yang telah dikurangi dengan beragam biaya tadi. Jadi, langkah pertama dalam mengoptimalkan keuntungan investasi saham hendaknya dimulai dengan mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu. Contohnya dengan pindah ke perusahaan sekuritas yang mengenakan fee lebih murah, atau membatalkan langganan analisis yang kurang profitable, dan seterusnya.
2. Reinvestasi Dividen dan Gain
Apakah Anda tipe yang menganggap semua keuntungan dividen dan gain sebagai pendapatan tambahan? Jika ya, maka keuntungan investasi saham Anda kemungkinan besar belum optimal. Keuntungan optimal hanya dapat dicapai ketika Anda menginvestasikan kembali (reinvestasi) dividen dan gain ke dalam saham-saham unggulan.
3. Mengelola Portofolio
Hanya dengan menilik fluktuasi IHSG, Anda bisa langsung tahu bahwa bursa saham itu tak selalu berkinerja baik. Oleh karena itu, jika Anda hanya berinvestasi saham saja maka keuntungan akan sulit mencapai optimal. Ada baiknya Anda membagi dana investasi menjadi beberapa pos, kemudian menyalurkannya ke beragam aset seperti saham, obligasi, dan reksa dana.
Secara berkala, Anda juga perlu mengevaluasi portofolio agar potensi Risk/Reward selalu terjaga dalam kisaran yang sama. Apabila ada aset yang kinerjanya disinyalir akan memburuk, jangan ragu untuk memindahkan dana ke aset berkinerja lebih baik.
4.Investasi Non-Stop
Ketika membaca berita ekonomi terbaru yang menyebutkan bahwa pasar sedang lesu, Anda kemungkinan merasa gelisah atau panik hingga ingin berhenti berinvestasi saja untuk sementara waktu. Namun, itu merupakan pilihan yang buruk. Masa-masa pasar bullish merupakan waktu yang tepat untuk cuan dalam waktu singkat. Namun, pasar bearish juga merupakan peluang bagus untuk membeli saham-saham unggulan dengan harga murah. Konsistenlah dalam berinvestasi saham, apapun yang terjadi di pasar. Dengan cara ini, Anda dapat mengoptimalkan keuntungan dalam jangka panjang.
Tagged With : investasi jangka panjang • saham