Tips Libur Akhir Tahun yang Produktif untuk Trader Saham

Masa-masa akhir tahun sering kali ditandai dengan sepinya perdagangan saham di bursa, karena banyak trader memilih untuk cuti panjang di tengah liburan Natal dan Tahun Baru. Pergerakan harga saham pun tak lagi menguntungkan bagi trader yang mengincar cuan dalam waktu singkat, karena fluktuasi terlalu rendah dan bid-offer cenderung langka. Apa yang dapat dilakukan oleh seorang trader saham di masa-masa seperti ini?

Kebanyakan trader memilih untuk tutup buku lebih awal, kemudian baru akan mulai trading lagi tahun depan. Namun, trader sukses semestinya tidak sekedar tutup buku saja. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh trader saham di akhir tahun, agar masa-masa pasar sepi ini bisa tetap produktif dan menguntungkan.

Tips Akhir Tahun yang Produktif untuk Trader Saham

1. Evaluasi Hasil Trading Tahun Lalu

Bagaimana hasil trading Anda selama setahun lalu? Apakah cuan melimpah ruah? Selamat! Namun, Anda semestinya tidak puas dengan keuntungan nominal saja. Ada beberapa aspek lain yang dapat dievaluasi dari hasil trading tahun lalu, misalnya berapa kali cut loss? Berapa besar loss yang diderita dalam nominal dan persentase? Apakah lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya? Apa penyebab loss terbesar Anda?

Demikian pula, aspek keuntungan dapat dianalisis lebih lanjut. Strategi trading seperti apa yang melahirkan keuntungan terbesar Anda? Berapa kali Anda cut profit terlalu cepat? Apakah profit lebih rendah atau lebih tinggi daripada tahun sebelumnya? Semua hal ini dapat diselidiki untuk meningkatkan hasil trading Anda tahun depan.

2. Evaluasi Portofolio

Masa akhir tahun boleh jadi bukan waktu yang tepat untuk mereka ulang portofolio Anda, karena posisi harga yang tidak ideal. Namun, tak ada salahnya melakukan evaluasi terhadap aset-aset investasi yang dimiliki saat ini. Umpama ada salah satu saham yang posisinya negatif dalam holding Anda, apakah cukup bernilai untuk dilanjutkan? atau lebih baik dilepas untuk diganti dengan saham lain? Dilepas dalam posisi harga berapa? Anda tak harus melepas saham berprospek buruk itu sekarang juga, tetapi perlu ditandai agar kerugian tak berkepanjangan.

Baca Juga:   Reksa Dana ETF Jadi Pilihan Alternatif Saat IHSG Loyo

3. Proyeksi Tahun Depan

Pada akhir tahun seperti ini, biasanya banyak pakar yang mengeluarkan proyeksi tentang arah pergerakan bursa tahun depan. Apakah IHSG akan naik atau turun, sektor-sektor apa saja yang bakal hot, dan seterusnya. Apabila Anda tidak bisa membuat penilaian fundamental makro sendiri, maka inilah saat yang tepat untuk menghimpun informasi. Buatlah daftar poin-poin yang perlu diperhatikan tahun depan sejak sekarang, agar Anda tidak ketinggalan kereta kelak.

Tagged With :

Leave a Comment