Tak Usah Bingung Angpau Nikah Untuk Siapa, Investasi Lebih Untung

Seusai acara resepsi pernikahan, salah satu kegiatan paling menyenangkan adalah membongkar pundi-pundi untuk menghitung berapa banyak angpau nikah yang diperoleh. Sayangnya, jika totalnya melampaui biaya resepsi, maka seringkali terjadi pertikaian mengenai angpau nikah untuk siapa? Apakah jatah mempelai, atau harus diserahkan kepada orang tua? Apakah orang tua mempelai wanita, atau orang tua mempelai laki-laki? Daripada memusingkan masalah ini, ada baiknya menilik alternatif yang lebih baik: investasikan saja angpau nikah itu.

Tak Usah Bingung Angpau Nikah Untuk Siapa Investasi Lebih Menguntungkan

Kehidupan rumah tangga baru tentu membutuhkan biaya tak sedikit. Namun, kebutuhan masa depan seperti sekolah anak atau berangkat haji bisa jadi membutuhkan dana lebih besar lagi. Nah, angpau nikah ini bisa dimanfaatkan untuk beragam kebutuhan masa depan tersebut. Masa orang tua akan menolak jika angpau nikah itu dipakai untuk pendidikan cucunya kelak? Acara berangkat haji bersama orang tua kedua mempelai juga bisa lebih meriah ketimbang pergi sendirian.

Sebelum digunakan untuk biaya sekolah anak (yang belum lahir) ataupun berangkat haji (karena jadwal keberangkatan lebih dari 10 tahun lagi), lipatgandakan dulu dana dari angpau nikah itu dengan menginvestasikannya dalam aset keuangan tertentu yang risikonya minimal. Dua aset investasi berisiko rendah yang bisa dimanfaatkan adalah deposito dan reksa dana.

  • Deposito: Investasi ini bisa dibuka dengan mudah di bank-bank terkemuka, hanya dengan menghubungi Customer Service di kantor cabang saja. Minimal pembukaan biasanya antara 1,000,000-10,000,000 rupiah. Dana bisa disimpan dengan kurun waktu beragam, antara 1 bulan hingga 24 bulan. Proyeksi imbal hasil deposito saat ini berkisar antara 3.5 persen hingga 7.5 persen.
  • Reksa Dana: Investasi ini membutuhkan prosedur yang sedikit lebih panjang, tetapi prospek keuntungannya bisa jadi lebih besar. Untuk mudahnya, Anda cukup mengunduh aplikasi investasi reksa dana online dari Playstore, kemudian membuka akun di sana. Setorkan hasil angpau nikah ke pengelola aplikasi, kemudian belikan produk reksa dana yang persentase kinerja 1 tahunnya mencapai minimal 10 persen. Biarkan tersimpan dalam reksa dana tersebut hingga 5 tahun atau lebih.
Baca Juga:   Simak Penjelasan Mengapa Anda Harus Investasi di Pasar Modal

Mudah dan solutif sekali, bukan!? Daripada bertikai sesama keluarga, alternatif ini lebih damai dan menghasilkan. Apabila dikhawatirkan pihak yang berinvestasi akan “menggelapkan dana”, bisa juga diminta menandatangani perjanjian bersama. Setelah angpau nikah diinvestasikan, Anda cukup ongkang-ongkang kaki menunggu waktu pencairan dan pemanfaatannya tiba.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar