Strategi Memanfaatkan Email Marketing untuk Menaikkan Penjualan: Part 2

Pada post sebelumnya, dibahas beberapa strategi untuk memanfaatkan email marketing dalam rangka mendobrak penjualan. Di antaranya adalah memastikan bahwa anda mengirimkan email yang bagus kepada konsumen. Jika tidak bisa membuat email yang bagus, lebih baik tidak mengirimkan apa-apa. Kemudian, melakukan riset menyeluruh terhadap apa permasalahan konsumen, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana produk/jasa yang anda tawarkan memberi dampak positif bagi kehidupan mereka.

Bagaimana Memanfaatkan Email Marketing untuk Bisnis Anda?

Jika anda bisa mengidentifikasi masalah utama konsumen, maka email bukan lagi sekedar media komunikasi, namun menjadi asset yang berguna. Jika bisa memanfaatkan email dengan baik, manfaatnya akan anda rasakan dalam waktu yang cukup lama. Berikut adalah beberapa strategi lainnya untuk memanfaatkan email marketing sebagai tool untuk menaikkan penjualan, bahkan di tengah persaingan yang semakin ketat:

memanfaatkan email marketing 2

Gunakan “Hot List”

Anda bisa mengelompokkan produk/jasa menjadi dua kategori, yakni “Hot List” untuk produk/ jasa yang baru diluncurkan dan kategori produk lama. Strategi ini bisa membantu anda selama promosi, tanpa harus membuat kelelahan. Cara kerjanya kira-kira seperti ini: kapanpun anda meluncurkan sebuah produk, maka tambahkan “tag” untuk setiap subscriber yang meng-klik link ke halaman penjualan anda. Kemudian, segera setelah peluncuran tersebut, kirimkan email tambahan ke subscriber tersebut, dan pastikan hanya kepada mereka yang sudah berlangganan (subscribe).

Kenapa demikian? Karena mereka adalah orang-orang yang tertarik dengan produk atau jasa yang anda tawarkan. Mereka adalah “Hot Deals”, dan selalu tertarik ingin mendengar lebih tentang produk dan jasa yang anda tawarkan. Selama anda tahu mereka tertarik, maka semakin banyak pesan pemasaran yang anda kirimkan, semakin baik.

Misalnya, misalkan anda sedang meluncurkan sebuah produk yang akan tersedia selama satu minggu. Peluncuran dimulaai hari Rabu dan ditutup pada tengah malam hari Rabu berikutnya. Pada hari Minggu, Senin, Selasa, dan Rabu, anda bisa mengirimkan email kedua di siang hari kepada konsumen yang anda identifikasi sebagai hot list, setelah mengirimkan pesan penjualan biasa di pagi harinya kepada konsumen dan calon konsumen anda keseluruhan.

Baca Juga:   Bisnis Pernak-Pernik Wanita yang Paling Laku dan Menghasilkan Omset Besar

Intinya, email atau pesan tambahan ingin hanya dikirimkan kepada hot list, dan anda mengarahkannya kepada angle yang lebih sempit. Anda bisa memberikan tawaran terbatas kepada mereka, misalnya, kebijakan garansi uang kembali,  atau bonus apapun yang mungkin belum dituangkan di halaman penjualan (sales page). Atau, anda bisa mengirimkan email pendek untuk menanyakan apakah konsumen di hot list memiliki pertanyaan atau keraguan tentang tawaran anda. Tulislah email sepanjang 100 hingga 300 kata saja, jangan terlalu pendek, dan jangan terlalu panjang.

Ciptakan Kondisi “Urgen”

Jika anda sudah bisa memanfaatkan email marketing dengan baik, anda bahkan bisa menciptakan semacam ‘dorongan’ atau ‘desakan’ bagi konsumen untuk membeli produk atau jasa yang anda tawarkan. Strategi ini cukup sederhana, namun sangat penting. Menciptakan ‘urgensi’ atau ‘desakan,’ berarti di setiap kampanye marketing yang anda kirimkan, anda harus menjawab pertanyaan “Mengapa saya harus membeli tawaran anda sekarang? Mengapa bukan nanti?” Ini adalah kondisi yang cenderung mendesak, bukan?

Jika anda tidak memiliki jawaban yang baik terhadap pertanyaan ini, maka pendapatan yang bisa anda harapkan akan jauh lebih kecil daripada semestinya. Cara termudah untuk menciptakan kondisi urgen ini adalah dengan mencoba beberapa strategi berikut:

  • ‘Model launching’ di mana anda memberikan tawaran untuk durasi tertentu saja (misalnya, satu minggu, seperti dijelaskan di atas). Bisa juga, anda memberikan tawaran khusus yang berlaku satu atau dua bulan, dan kemudian menghentikannya. Cara ini sederhana, mudah dipahami, dan cukup efektif. Singkatnya, jika konsumen tidak membeli pada periode yang ditentukan, mereka tidak akan mendapatkannya lagi.
  • Memberikan diskon untuk waktu-waktu tertentu. Cara ini juga sederhana dan efektif. Namun, jika terlalu sering membuat event diskon, bisa jadi konsumen anda akan memilih menunggu hingga program diskon berikutnya,
  • Menawarkan bonus khusus saat konsumen berbelanja pada periode diskon tertentu. Ini adalah strategi yang paling sulit dilaksanakan, karena anda harus menawarkan bonus yang diinginkan orang. Strategi ini tidak disarankan untuk dilakukan secara tunggal, namun lebih baik dijadikaan ekstra atau tambahan untuk strategi lainnya.
Baca Juga:   Strategi Branding Usaha: 2 Fase Penting Membangun Visibilitas Bisnis

Sekali lagi, kunci untuk memberikan penawaran yang tepat di waktu yang tepat dan memanfaatkan email marketing secara efektif adalah melakukan riset konsumen. Anda bisa mengirimkan email yang bagus, yang mampu menggerakkan pendapatan perusahaan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.  Pandanglah email marketing sebagai suatu investasi. Dengan demikian, anda bisa menciptakan aset penjualan yang akan bermanfaat bagi bisnis anda dalam waktu lama (bahkan hingga bertahun-tahun). Pastikan anda bisa memicu susana ‘urgen’ melalui penawaran tersebut, agar konsumen membeli. Anda juga bisa menggunakan strategi hot list untuk menaikkan penjualan, tanpa harus mengganggu daftar konsumen yang sudah ada selama ini.

Tagged With :

Leave a Comment