Seperti Apa Masa Depan Industri Real Estate Setelah Pandemi?

Masa depan industri real estate, terutama sektor residensial (hunian) menjadi tidak pasti akibat pandemi covid-19, baik dari efek langsungnya terhadap cara kita hidup maupun percepatan sejumlah trend yang sudah ada sebelumnya. Untuk memahami masa depan, kita harus fokus pada bagaimana peran real estate bagi masyarakat.

Bangunan tidak dibangun selain untuk melayani masyarat. Kita membutuhkan tempat berteduh. Kita membutuhkan dan menginginkan barang dan jasa yang diproduksi dan disediakan di dalam bangunan. Kita bekerja di gedung perkantoran. Kita mendapatkan kesenanganan dan kepuasan dari kegiatan tertentu yang dilaksanakan di dalam bangunan, dan sebagainya.

masa depan industri real estate

Kita juga pastinya mengetahui beberapa monumen atau candi bersejarah yang bagus. Itu adalah contoh bangunan megah di masa lalu. Jadi, melihat masa depan industri real estate sama halnya dengan melihat bagaimana manusia hidup, bekerja, berbelanja, dan menikmati hidup saat ini. Pembahasan kali ini difokuskan pada real estate hunian.

Masa Depan Industri Real Estate dan Pandemi Covid-19

Ruang hunian selalu menjadi perhatian. Sebagian orang menginginkan lebih banyak ruang, namun sebagian lagi lebih menyukai ruang yang lebih sedikit, sehingga mudah dibersihkan setiap hari. Namun secara umum, semakin banyak ruang semakin baik, namun tentunya lebih mahal. Di masa pandemi, bekerja dari rumah atau menghabiskan lebih banyak waktu di rumah karena kita tidak bisa keluar membuat kebutuhan ruang hunian semakin tinggi.

Sebaliknya, adanya aktivitas di luar rumah membuat kebutuhan ruang aktivitas di rumah lebih sedikit. Penduduk kota yang menghabiskan banyak waktu di kedai kopi, restoran, atau bar mungkin tidak masalah dengan dapur, ruang makan, atau ruang keluarga yang kecil. Demikian juga, keluarga yang menghabiskan lebih banyak waktu rekreasi di museum atau tempat wisata tidak membutuhkan ruang khusus untuk aktivitas hiburan di rumah.

Baca Juga:   Mitos Tentang Jual-Beli Rumah di Tengah Krisis Akibat Pandemi

Namun selama pandemi, kehidupan di perkotaan sepertinya melambat. Daya tarik utama koto adalah tinggal di antara jutaan orang lainnya. Namun, saat kita tidak lagi diperbolehkan dekat dekat dengan orang lain, maka bukankah daya tarik kota sudah tidak ada lagi? Namun sekali lagi, kita berharap bahwa pandemi ini tidak berlangsung selamanya. Semoga ada vaksin yang dikembangkan sebelum akhir tahun 2021, dan vaksinasi massal bisa dilakukan di tahun 2021 atau tahun 2022.

Lalu, seperti apakah kehidupan setelah social distancing ini berakhir? Apakah demam cabin melebihi dari kebiasaan baru yang sudah kita bentuk? Pengaruh pandemi tentunya akan berkurang dari waktu ke waktu. Bukan suatu kebetulan jika kita akan kembali hidup seperti sebelumnya. Manusia adalah makhluk sosial. Bahkan orang-orang berkepribadian introvert sekalipun akan membutuhkan kontak dengan orang lain. Jadi, lihatlah pada keterkaitan yang abadi di antara manusia!

Tinjauan Masa Depan Industri Real Estate Setelah Pandemi

Sekali lagi, pandemi mengajarkan kita sejumlah pelajaran tentang hidup. Pertama, pandemi mengajarkan kita bahwa tidak semua orang harus pergi ke kantor agar pekerjaannya selesai. Tentunya, sebagian lagi tetap harus keluar agar bisa melakukan pekerjaannya. Misalnya, rumah bukanlah tempat yang cocok untuk menjalankan mesin pabrik atau memompa dada pasien. Namun sesungguhnya, banyak aspek pekerjaan dalam ekonomi modern bisa diselesaikan darimana saja, asalkan ada jaringan telepon dan internet.

Sebagian orang akan tetap kembali ke kantor, namun sebagian lagi akan lebih suka bekerja dari rumah. Namun, sebagian lagi tetap memilih bekerja di luar rumah, namun tidak setiap hari. Hasilnya adalah penduduk akan semakin menyebar ke daerah-daerah pedesaan, namun daerah tersebut harus memiliki akses ke daerah perkantoran. Tentunya, tidak semua orang akan pindah. Sebagian lagi akan tetap memilih kehidupan kota.

Baca Juga:   Strategi Bisnis Real Estate Sebelum, Saat, dan Setelah Sewa-Menyewa

Tapi, perubahan tidak membutuhkan partisipasi total semua orang, cukup beberapa persen penduduk saja. Para ahli ekonomi berbicara tentang masalah untung dan rugi. Perubahan kecil pada hitungan laba dan rugi bisa membuat orang memutuskan untuk pindah dari satu sisi ke sisi lain. Jadi, sebagian orang akan meninggalkan kota.  Mereka yang pindah ke pedesaan akan mencari hunian yang luas. Mereka yang bekerja di rumah akan membutuhkan ruang kantor di rumah, baik dalam bentuk ruang terpisah atau cukup satu sudut di rumah yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang kerja.

Perubahan fundamental kedua akibat pandemi adalah masyarakat melihat kembali apa yang penting dan tidak penting dalam hidup mereka. Perubahan besar, seperti penyakit, kehilangan pekerjaan, atau kematian orang yang dicintai membuat orang berfikir kembali apa yang sesungguhnya penting bagi mereka. Sebagian memilih keluarga dan rekreasi pada waktu seperti ini. Bentuknya bervariasi, bisa jadi pensiun dini atau mengatur jadwal kerja yang seimbang dengan waktu untuk keluarga.

Bagi mereka yang memilih pensiun dini untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga, maka kebutuhan ruang hunian akan meningkat. Mereka juga membutuhkan lahan untuk berkebun, misalnya, yang hanya tersedia saat ini di wilayah pedesaan. Meningkatnya permintaan terhadap perumahan di pedesaan sudah terlihat, bahkan setelah berita vaksinasi menyebar. Inilah gambar umum dari masa depan industri real estate sektor hunian. Namun, benar atau tidaknya baru akan terlihat dalam beberapa tahun ke depan.

Tagged With :

Leave a Comment