Proyeksi Harga Minyak Tahun 2019 Versi Bank Dunia

Minyak mentah dunia telah anjlok drastis hingga Brent dihargai kurang dari USD50 per barel dalam tahun 2018. Apakah kemerosotan ini akan terus berlanjut hingga 2019? Menurut proyeksi Bank Dunia yang terbaru, harga minyak takkan banyak berubah dalam tahun ini.

Laporan Global Economic Prospects yang dirilis Bank Dunia baru-baru ini menyebutkan ekspektasi harga minyak hanya akan mencapai rata-rata USD67 per barel pada tahun 2019 dan 2020. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan USD69 per barel yang disebutkan dalam proyeksi sebelumnya, dikarenakan memburuknya prospek perekonomian global. Selain itu, Bank Dunia juga menyatakan adanya ketidakpastian tinggi seputar proyeksi tersebut.

3 Data Minyak yang Berdampak Paling Besar Terhadap Harga

Menurut Bank Dunia, harga minyak bergerak sangat volatile pada paruh kedua 2018 dan merosot tajam mendekati akhir tahun, dikarenakan faktor-faktor dari sisi suplai. Catatan akhir tahun 2018 menunjukkan rata-rata harga USD68; 30 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga pada tahun 2017, tetapi lebih rendah dibandingkan perkiraan Bank Dunia.

Dalam tahun 2019, pertumbuhan permintaan di pasar minyak diperkirakan tetap akan tinggi, tetapi perlambatan ekonomi di pasar negara berkembang bisa jadi berdampak besar. Outlook dari sisi suplai juga sangat meragukan, karena bergantung pada keputusan OPEC dan sejumlah negara produsen minyak lainnya untuk memangkas produksi pada paruh pertama tahun 2019.

“Walaupun produsen-produsen minyak ini sudah setuju memangkas output sebanyak 1.2 juta barel per hari selama enam bulan mulai dari Januari 2019, sedikit sekali rincian yang dikeluarkan mengenai distribusi pemangkasan tersebut, dan (rincian tersebut) bisa jadi kurang memadai untuk menyusutkan surplus minyak,” demikian dicatat oleh Bank Dunia dalam laporannya.

Selain itu, ada sejumlah ketidakpastian lain. Diantaranya dampak sanksi AS terhadap Iran, serta efek krisis di Venezuela. Laju produksi minyak AS juga diperkirakan masih akan terus meningkat, setelah telah melengserkan posisi Arab Saudi dan Rusia sebagai produsen minyak terbesar dunia pada tahun 2018. Bank Dunia menuliskan, “Output minyak mentah di Amerika Serikat diekspektasikan naik lebih lanjut sebanyak 1 juta barel per hari lagi pada 2019, tetapi keterbatasan kapasitan diperkirakan melonggar pada paruh kedua tahun ini, seiring dengan bertambahnya jaringan pipa minyak baru.”

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar